
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Aku inginkan putri mu sebagai media ku lahir ke dunia ini." ucap ratu Masako
"Ada apa sih dengan kalian para ratu kenapa harus putriku yang kalian inginkan?" tanya Dita dengan perasaan kesal dan marah.
"Karena dia akan menjadi anak yang spesial, yang tubuhnya dapat ku gunakan untuk menguasai alam ini." ucap ratu Masako lalu
"Anak perempuan ku aja belum lahir, aku yang ibu aja belum gendong belum nyusuin belum main bareng enak aja ini pada berebut." bentak Dita saking kesalnya.
"Kau akan menurut padaku, kau akan patuh padaku, kau akan selalu setia padaku menjadi pengikutku." ucap ratu Masako menatap mata Dita tajam sambil mencoba menghipnotis Dita.
"Kenapa? mau gini ya? tatap mata saya, tatap mata saya maka kau akan menurut padaku ya kan? bhuahahaha gak mempan!" Dita menantang sang ratu.
"Bagaimana, bagaimana kau bisa lepas dari jerat daya pikat yang ku kirim padamu?" tanya sang ratu dengan wajah penuh tanya dan heran.
"Mana aku tahu tapi aku gak bisa gerak nih, pegel tau kan ibu hamil gak boleh berdiri lama-lama." sahut Dita.
"Kau tak memakai kalungku ya kau tak memakai nya, bukan kah Aiko sudah memberikannya padamu?" tanya sang ratu Masako dengan geram.
"Oh... kalung itu, gimana ya, aku butuh duit jadi aku jual hehe." ucap Dita bercanda.
"APA??" ratu Masako teriak dengan lantangnya.
"Astagfirullah bangun-bangun makan nasi sama ayam geprek." sahut Dita yang langsung terucap karena terkejut.
Tiba-tiba Aura tubuh Dita berubah menjadi warna ungu seiring dengan gelang pemberian ratu kencana ungu yang bersinar di tangannya.
"Kau... kau... bagaimana kau terlindungi seperti itu?" tanya sang ratu.
Dita hanya terdiam karena dia juga tak mengerti dengan perubahan aura tubuhnya.
Ratu Masako tak bisa mendekat seketika itu juga. Kekuatannya belum seimbang jika harus melawan sesuatu yang melindungi Dita kala itu.
"Kelak aku akan kembali, para pengabdi ku akan mencari mu dan membawa putri mu padaku, dan kita akan bertemu lagi." ucap Ratu Masako lalu dia pergi saat itu juga.
Dita kembali tersadar dari posisi berbaring, kini dia sudah dalam posisi duduk.
__ADS_1
"Tadi itu mimpi apa bukan ya? kok nyata banget aku bisa ketemu sama ratu bumbu, eh Ratu Masako, mana dia nanyain kalung pemberian mami Aiko lagi." ucap Dita lirih sambil berpikir.
"Kau memang bermimpi tapi itu nyata cah ayu."
Suara ratu kencana ungu yang tiba-tiba duduk disamping Dita mengejutkan Dita seketika.
"Astagfirullah ratu ngagetin aja sih, kalau mau dateng tuh kasih salam dulu jangan main dateng ceplas-ceplos tiba-tiba ngagetin kaya gitu." sungut Dita.
"Maaf aku mengagetkan dirimu, baiklah aku ulang ya, selamat siang Dita kamu barusan itu memang mimpi tapi sebenarnya nyata." ucap sang ratu kencana ungu dengan nada suara yang lemah lembut.
"Yee bener-bener dia ngulang pake adegan dari awal segala hehehe, selamat siang nyai ratu, kok bisa sih sampai sini?" tanya Dita.
"Gelang di tanganmu yang bersinar itu yang membawaku kesini." sahutnya.
Dita langsung memegangi perutnya dan melindunginya dari tatapan sang ratu.
"Jangan bilang kau tetap akan mengambil putriku dariku?" tanya Dita dengan tatapan tajam pada ratu kencana ungu.
"Aku hanya akan melindungi putri mu dari ratu pemilik sekte sesat tadi, karena dia membutuhkan raga putrimu untuk menjadi medianya lahir ke dunia ini." ucap Ratu Kencana Ungu pada Dita.
"Jika dia berhasil menguasai putriku bagaimana?" tanya Dita penasaran.
"Dunia akan hancur, karena dia akan membangkitkan dunia kegelapan ke dunia mu dan akan mencari banyak pengikut di dunia ini serta membunuh orang-orang yang tidak bersedia mengikuti nya." ucap sang ratu menjelaskan.
"Jadi aku harus percaya padamu begitu saja? bagaimana jika kau melakukan hal yang sama seperti yang Ratu Masako lakukan saat putriku lahir?" tanya Dita.
"Aku bukan dilahirkan dari dunia kegelapan, aku dilahirkan di dunia kahyangan yang suci di langit sana, namun aku melanggar janjiku sampai aku di buang ke dunia ini." ucapnya dengan raut wajah berubah sedih.
"Aku jatuh cinta pada Raja Pulau xx ribuan tahun yang lalu." jawabnya.
"Kau jatuh cinta? wah apa kau mengatakannya pada sang raja soal cintamu nyai ratu?" tanya Dita penasaran.
"Iya, aku turun ke bumi menyamar sebagai manusia lalu aku menikah dengan sang raja sampai kami memiliki seorang putri. Namun sebenarnya Raja Maulana sudah memiliki permaisuri pilihan orang tuanya. Akan tetapi, permaisuri tersebut sangatlah jahat, dia berpura-pura menerimaku dengan baik hati namun akhirnya dia menjebakku dan putriku. Dia membuat kereta kuda kami kecelakaan dan jatuh ke jurang, putriku mati namun aku tidak. Saat aku ingin kembali pada sang raja ternyata sang Raja malah terbunuh saat peperangan melawan kerajaan dari pulau lain, dan semenjak itu aku mengurung diri di gua Ungu." ucap sang Ratu yang mencoba menahan air matanya agar tak menetes.
Dita menangis sedih mendengarkan penuturan dari sang Ratu Kencana Ungu.
"Kok kayak cerita legenda atau cerita rakyat jaman dahulu yang bikin sedih sih hiks hiks hiks." ucap Dita.
"Saat kau hadir, kau membuatku terbangun aura tubuhmu persis sama seperti aura putriku, aku berpikir kau adalah reinkarnasi dari putriku yang telah mati ribuan tahun lalu jadi aku sangat menyukaimu saat itu juga saat pertama melihatmu cah ayu." ucap sang Ratu.
"Aku, titisan putrimu? hehehe, idih bisa aja dah nyai ratu." Dita menepuk paha sang ratu tak sengaja.
"Eh maaf nyai ratu aku gak sengaja hehe." ucap Dita.
"Panggil saja aku ini ibu ratu." pinta sang ratu sambil tersenyum.
"Tetapi bentar deh, kok nyai ratu eh ibu ratu bisa-bisanya buka praktek pesugihan di gua itu sih? pesugihan itu kan sesat?" tanya Dita pada sang ratu.
__ADS_1
"Hahahaha kan sudah kubilang waktu itu, kalau banyak abdi kahyangan yang mengaku sebagai aku untuk menyesatkan para manusia yang buta mata hati dan pikirannya, jadi itu bukan aku, aku tak perduli dengan yang mereka lakukan karena aku hanya memikirkan sang raja ku dan putri ku yang tak bisa ku temui karena alam kami yang berbeda." sahutnya.
"Lalu kenapa kau membuatku memilih antara putriku atau suamiku tercinta yang sebenarnya aku ingin sekali dia berubah dan kembali sebagai manusia?" tanya Dita.
"Ya benar, jika kau memilih suami mu maka putrimu harus bersamaku dan aku akan membuat suamimu lahir kembali menjadi manusia." jawab sang ratu.
"Dih masa lahir kembali? masa Anan baru lahir aku udah gede, ini masa iya aku nungguin Anan dewasa tapi aku udah tua baru nikah ya kayak ibu sama anak dong gimana sih?" sahut Dita kesal.
"Bukan cah ayu, maksudnya membuat suamimu mengalami reinkarnasi menjadi manusia kembali." sang ratu mencoba menjawab pertanyaan Dita.
"Ini kan pilihan yang sulit, ibu ratu tau gak, apa yang ibu ratu lakukan pada ku itu JAHAT...!" ucap Dita ala tatapan cinta ke rangga.
"Pikirkan baik-baik, toh aku akan menjaga putrimu dari ratu Masako yang jahat tadi kan?" Ratu Kencana Ungu berdiri dan langsung menghilang sebelum Dita sempat bertanya kembali padanya.
"Ratu tunggu, ibu ratu tunggu aku belum selesai ngomong, ibu ratu...!" pekik Dita.
"Bunda sayangku bangun bunda kamu tuh ngigo apa sih?" Anan menepuk pipi Dita pelan membangunkannya.
"Tadi itu barusan..."
"Kamu mimpi ya?" tanya Anan.
Dita langsung memeluk Anan dengan erat saat itu juga.
****
To be continued...
mohon maaf kalau ada typo ya
Jangan lupa main juga ke cerita ku lainnya dong please, baca ya novel karyaku lainnya :
- Kakakku Cinta Pertamaku (End)
- 9 Lives (Ramaikan disana)
- Gue Bukan Player (Ramaikan juga disana)
Mohon maaf dikarenakan kesibukan saat hari raya Vie cuma bisa up satu ya mohon di maklum adanya.
Makasih ya atas pengertiannya Vie Love you all readers 😘😘😘
Happy Ied Mubarak... Semoga bagi yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan mendapatkan kemenangan dan rezeki yang berlimpah dari Allah SWT.
Semoga kita semua selalu di berikan kesehatan dan dijauhkan dari virus Covid19.
Jaga kesehatan dan tetap dirumah ya para pembaca tersayang ku.
__ADS_1
Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir batin jika masih ada yang kurang berkenan dari cerita yang Vie suguhkan karena sesungguhnya Vie juga masih belajar menjadi author.
Vie love you all 😘😘😘