Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Bertemu Sahid dan Arga


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


Seorang pria maskulin mengenakan kemana biru dan kaca mata hitam menegur Dita sambil membuka kaca matanya.


"Sahid...!!!" Dita menyapanya dengan wajah senang.


Sahid memeluk Dita dengan tiba-tiba membuat Dita terlihat risih dan canggung apalagi Anan menatapnya dengan tatapan kesal.


"Ini siapa, Bi?" tanya Arga.


"Eh kenalin ini tante Dita yang waktu itu Abi ceritain," ucap Sahid.


"Hai ganteng namanya siapa ya?" Dita mencolek pipi Arga.


"Nama aku Arga tante," jawab Arga mencium punggung tangan kanan dita.


"Ah manis banget sih..." Dita mencubit pipi Arga dengan gemas.


"Ehm ehm..." Anan memecah suasana saat itu.


"Oh iya ini kenalin, ayahnya Anta," ucap Dita yang langsung membuat Sahid tercengang menatap tajam ke arah Anan.


BUG...!!!


Sahid meninju pipi Anan meluapkan kekesalannya.


"Heh apa-apaan nih main pukul aja!" Anan membalas pukulan Sahid.


"Hei stop... hentikan gak...! kalian tuh kayak anak kecil tau!" Dita meneriaki keduanya.


Di tengah pergumulan sengit antara Anan dan Sahid, Arga mencoba melerai tapi tak sengaja tersikut Anan sampai jatuh terjerembab ke aspal jalan.


"ARGA...!!!" Dita buru-buru menolong Arga.


Sahid dan Anan langsung menghentikan perkelahiannya dan menghampiri Arga.


"Kamu gak apa-apa, Ga?" Sahid menggendong arga.


"Gak apa-apa, Bi, tapi perih ini lutut aku," ucap Arga meringis kesakitan.


"Maaf ya om enggak sengaja, habisnya tuh papa kamu tonjok om duluan," Anan meringis sakit juga sambil mengelus pipinya.


"Saya tuh marah sama kamu, bisa-bisanya kamu ninggalin Dita selama dua tahun bahkan kamu enggak ada saat Anta lahir, coba kalau waktu itu saya enggak ada, siapa yang nolongin Dita ke rumah sakit untuk melahirkan, dasar laki-laki tak berguna!" Sahid mengomeli Anan dengan kesalnya.


"Gue... gue kan... terserah lah elo mau ngomong apa, gue duluan Ta mau jemput Anta," ucap Anan dengan kesalnya lalu bergegas pergi meninggalkan Dita bersama Sahid dan Arga.


"Duh gimana ini, nanti aku jelasin semua ke kamu, sekarang obati dulu luka Arga ya, dan maaf saya mau jemput Anta pulang sekolah dulu," ucap Dita.


"Ta, kamu tinggal di mana sekarang?" tanya Sahid.


"Ruko 2A blok Mentari," sahut Dita lalu melambaikan tangannya pada Sahid dan Arga.


Dita bergegas menyusul Anan yang langkahnya sangat cepat.


"Kenapa sih semuanya nyalahin gue sejak ada Dita dan Anta, gue kan baru kenal sama Dita, kenapa muka gue juga mirip banget sama suaminya Dita, gue tuh bukan suaminya Dita," gumam Anan pada dirinya sendiri sambil menendang apapun yang ada di hadapannya dengan kesal.

__ADS_1


Pluk...


Sampai kaleng soda di tendang Anan dan mengenai seseorang.


"Awwww... baby itu kamu...?" Hyena yang terkena tendangan kaleng soda di dahinya memergoki Anan.


Anan yang sadar akan keberadaan Hyena langsung berlari menjauh agar tak terkejar oleh Hyena.


"BABY... TUNGGUIN AKU...!" Hyena meneriaki Anan yang makin lari menjauh.


"Pak nitip belanjaan saya, umpetin ya, terus kalau ada yang cari saya cewek cakep matanya sipit rambut lurus segini, jangan kasih tau ya," pinta Anan pada Pak satpam.


"Iya pak," sahut Pak Satpam.


"Gue sembunyi di sini aja lah..." gumam Anan yang masuk ke dalam semak-semak di halaman sekolah Matahari.


"Yanda... ngapain ngumpet di situ? pasti main petak umpet ya sama bunda?" tegur Anta yang melihat Anan bersembunyi.


"Eh Anta sini ngumpet!" ajak Anan langsung menarik tangan Anta agar ikut bersembunyi.


Hyena tak bisa menemukan Anan, dan dengan kesalnya ia melangkah lagi mencari Anan melewati sekolah Matahari.


"Kayaknya udah aman deh Ta, yuk keluar." bisik Anan.


"Pada ngapain di sini?" Sepasang kaki perempuan sudah berdiri menghalangi jalan Anan dan Anta.


"Eh bunda, ini yanda ngajakin main umpet-umpetan di sini," ucap Anta.


"Si Hyena masih ada gak Ta?" bisik Anan.


"Kayaknya gak ada deh, gak ada siapa-siapa juga di depan gerbang kecuali para wali murid," sahut Dita.


Anta menunjuk seorang gadis di atas gedung sekolah Matahari di lantai empat.


"Itu kan hantu dalam cermin yang kamu bawa waktu itu Nan," ucap Dita menunjuk ke atas gedung.


"Ngapain dia di situ, mau bunuh diri ya?" celetuk Anan.


"Udah jadi hantu masa bunuh diri," sahut Dita.


"Eh iya ya dia udah mati, tapi Ta itu..."


"Tolongin kak Maria bunda..."


Anta menarik tangan Dita yang langsung menutupi wajah Anta agar gak melihat hantu Maria itu jatuh ke lantai dasar.


"Kemana Nan hantunya?" tanya Dita.


"Hilang Ta," Anan melihat sekeliling tempat maria jatuh tadi.


"Itu kakak Maria ada di belakang yanda," tunjuk Anta.


"Kyaaaaaaaa...!!!" Anta langsung bersembunyi di belakang tubuh Dita.


"Oh aku ngerti nih, jangan-jangan kamu mau kasih tau ya bagaimana kamu meninggal, tapi kenapa kamu bisa ada di cermin ya?" gumam Dita.


"Hai Anta..." Naruto menegur Anta dari kejauhan bersama Kania di sampingnya.


Hantu maria lalu menghilang sebelum menjelaskan kematiannya pada Dita.

__ADS_1


Anta melambaikan tangannya sambil tersenyum pada Naruto.


"Hai, oh iya besok ada pembukaan kedai burger baru di depan mini market aku, jangan lupa mampir ya, ajak temen-temen sekalian," ucap Dita.


"Wah boleh tuh kak, nanti aku review buat konten video pas pembukaan kedai gimana?" ucap Naruto.


"Hmmm bayar gak nih?" tanya Anan.


"Gratis kak, tenang aja nanti Kania bantuin," Kania menghampiri Anan dan tersenyum manis padanya.


"Saya minta nomor telpon kakak ya nanti saya chat kakak, jadi pas butuh saya untuk mulai review pembukaan kedai kakak tinggal hubungi saya," ucap Naruto.


"Oke siap, nanti makan gratis deh di sana, makasih banyak ya," ucap Dita.


Anta menatap tajam pada Kania dan menghalangi Kania agar tidak lebih dekat dengan Anan.


"Gak boleh... Ini yanda punya bunda," ucap Anta merentangkan kedua tangannya.


"Anta..." Dita melirik Anta.


"Ayo Kania, kita ke perpus," ajak Naruto langsung menarik tangan Kania. Matanya tak berkedip memandang wajah Anan sambil tersenyum dan melambaikan tangan.


"Anta gak boleh gitu," ucap Anan.


"Anta gak suka sama kakak itu, kakak itu jahat, pokoknya kakak itu jahat," ucap Anta.


"Ya udah sekarang kita pulang, mana belanjaan kamu tadi?" tanya Dita.


"Oh iya, aku titip satpam tadi," sahut Anan yang langsung menggendong Anta.


"Ya udah aku yang ambil," Dita menghampiri pos satpam dan mengambil belanjaan Anan dari sana.


Ketiganya lalu menyusuri jalan menuju rumah toko Dita.


Sesampainya di halaman rumah Dita, Andri sudah menunggu di kursi depan halaman ruko.


"Wuidih... cocok bener nih, keluarga idaman banget, cocok deh kalian emang mirip semua mukanya," sapa Andri ketika melihat Anan sampai.


"Ngomong aja luh, bukannya di beresin, rapihin tata letaknya," ucap Anan.


"Ah gue takut salah entar ribut lagi sama elu, mending elu aja yang atur sendiri deh, hai Anta tambah cantik aja nih... mamanya," ucap Andri melirik ke Dita yang melemparkan wajah smirk nya pada Andri.


Pletak...


Anan langsung menjitak kepala Andri.


******


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player

__ADS_1


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2