
Sebelum membaca... jangan lupa klik Like and Vote yak... koin seikhlasnya juga boleh banget... makasih lho para Readers tersayang... 😊😘
***
"So gimana ceritanya, ceritain dong ..." pinta Dita sambil merengek.
"Emmmm jadi begini ceritanya..." wusssss Andri lalu berlari menghilang kearah dalam rumah sakit.
"Kampreeettt...!!!" pekik Dita membuat pembeli bakmi disekitarnya menoleh.
"Hehehe maaf ada kampret lewat tadi disana, gak pada liat yak?" ucap Dita sambil cengar-cengir.
Orang-orang disekitarnya kembali dengan aktivitasnya tanpa memperdulikan Dita.
"Nih neng bakminya, jadi empat puluh ribu." ucap penjual bakmie dengan menyodorkan bungkusan bakmi ke Dita.
Dita merogoh uang dikantongnya menyerahkan selembar lima puluh ribuan pada penjual.
"Kembalinya buat beli yoghurt deh, makasih ya bang." ucap Dita.
BRAK.... DUARR.... !!!
mobil sedan melaju dengan kencangnya menabrak pembatas jalan lalu menuju warung bubur ayam di sebrang Dita. Asap keluar dari mobil tersebut dan orang-orang berhamburan menyelamatkan pengendara mobil yang lepas kendali bersama kawannya.
"Itu bukannya si temen kamu itu Nan yang di club' house." tunjuk Dita.
"Iya Ta , itu James."
James terluka di bagian kepala dan wajahnya penuh dengan darah mengalir dari pelipisnya sedangkan rekannya terjepit dan ditarik paksa oleh si penolong takut mobil tersebut keburu meledak dan benar saja.
Duaaaaaarrrrr.....!!! mobil sedan itu meledak.
Anan memeluk Dita melindunginya dari asap panas ledakan mobil.
"Anakku...." teriak seorang ibu yang kehilangan anaknya didalam warung bubur ayam.
***
James dan rekannya yang bernama Shane dilarikan ke rumah sakit milik Anan. Keduanya di duga mabuk sehingga lepas kendali saat menyebut dijalan tadi.
"Itu korban tabrakan tadi cowok yang kita liat di club' house kan Ta?" Tanya Dokter Dewi saat Dita selesai membacakan sebuah buku di ruang perawatan Manan.
"Iya Tante, itu James temennya Anan." jawab Dita.
"Mabok kayaknya tuh sampe nabrak gitu, mana ada korban meninggal lagi katanya."
"Anak kecil ya Tante?"
"Kok kamu tahu Ta? kamu liat ya tadi pas kejadian?"
Dita mengangguk, padahal di hadapannya sudah berdiri anak perempuan kecil yang seluruh badannya hangus terbakar tanpa sisa, terlihat hitam legam dengan kulit terkelupas tampak daging merah dengan darah kering. Hanya matanya yang tampak putih terlihat dengan deretan gigi yang rapih tersenyum kearah Dita.
"Aku pulang ya Tante."
__ADS_1
"Tunggu Ta, Eh gimana tadi Sandra ketemu ibunya Andri?"
"Ya gitu deh, happy ending."
"Maksud nya Ta?"
"Suster Sandra itu hamil anaknya Andri dan Andri baru tau pas dia udah meninggal jadi dia mau tanggung jawab dengan cara nyerahin suster Sandra ke orang tuanya."
"Dasar brengsek juga tuh playboy tengik kejadian juga kan menghamili anak orang ckckkckc." ucap Dokter Dewi.
"Tapi dia baik kok Tante buktinya mau tanggung jawab, dia bakalan masih disini sampai anaknya lahir."
"Terus ibunya gimana tuh, terima Sandra gitu aja?"
"Iya malah suster Sandra besok mulai tinggal sama ibunya Andri."
"Beruntung banget yak Sandra bisa langsung diterima, beda sama aku dulu."
gumam dokter Dewi lalu menenggak sebotol yoghurt blueberry sampai habis ditangan nya.
"Maksudnya Tante?" ucap Dita dengan wajah sangat penasaran.
"Ta nanti kamu beli ayam yak aku kangen opor ayam buatan kamu gih masak pas aku pulang nanti udah siap deh."
Tante Dewi menyerahkan dua lembar ratusan ribu ke tangan Dita dari dompetnya.
"Tante aku tanya kok gak dijawab?"
"Aku kebawah ya Ta buru-buru nih." dokter Dewi berlalu dengan lambaian tangannya keatas membelakangi Dita.
"Dih pada kenapa sih susah banget ceritanya kaya sinetron aja masih lanjut kalo ditanya pada ngeles mulu ya Nan."
"Iya nih aku makin penasaran padahal, si Andri itu sama Tante Dewi ada apa sih sebenarnya."
"Ya udah pulang yuk mampir Supermaket beli ayam."
"Anak itu gimana Ta, dari tadi nyengir aja ngeliatin kita."
Dita menoleh ke hantu anak perempuan itu.
"Mirip siapa ya Nan kalo kayak gitu?"
"Siapa lagi kalo bukan tempe angus."
"Lah iya yak mirip Andri hihihi."
Hantu anak perempuan itu mengikuti Dita masuk kedalam lift.
"Nah mending dek kamu disini temenin kakek itu." tunjuk Dita ke hantu kakek penunggu lift yang mencoba mendekati Dita menempelkan tubuhnya namun langsung di dorong oleh Anan.
"Nih kakek mesum banget yak nempelin anak perawan mulu." ucap Anan.
Hantu kakek itu hanya tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Tring... pintu lift terbuka Dita langsung buru-buru keluar menghindari hantu si kakek.
"Aku mau ikut kakak." ucap hantu anak perempuan itu.
"Waduh... makin rame aja apartemen Tante Dewi Nan." Dita menepuk jidatnya.
"Ya udah ikut aja kasian dia sendirian disini." sahut Anan.
"Oke tapi emmm jangan serem kaya gitu ah yang cantik gitu."
Seketika hantu anak perempuan yang berbadan gosong penuh luka bakar itu berubah seperti manusia sedia kala dengan wajah yang pucat pasi pastinya.
"Nah kan cantik tuh, namanya siapa kok masih disini belum pergi ke alam surga?" ucap Dita membelai rambut ikal anak itu.
"Nama aku Adelia, aku gak bisa pergi kak, aku mau ketemu nenek dulu." sahut hantu anak perempuan yang berusia kurang lebih 5 tahunan.
"Kamu tau nenek kamu dimana?"
Adelia menggeleng.
"Kamu inget alamat rumah kamu gak?"
Adelia kembali menggeleng.
"Emmmm bisa lama ini urusannya nolongin kamu."
Anan tersenyum melihat kelakuan Dita.
"Makin sayang aku tuh sama kamu, kamu selalu aja mau nolongin orang." ucap Anan tersenyum manis kearah Dita.
"Jangan lama-lama senyumnya bisa diabetes aku, lagian aku gak nolong orang kok."
"Oh iya ya semua yang minta tolong kamu udah jadi hantu hehehehe."
"Kamu masih inget ibu anak ini tadi gak Nan."
Anan menggeleng.
"Yah... aku juga gak inget lagi, lama dah nih urusannya, nasib yaa Allah jadi orang spesial kaya aku." gumam Dita.
Adelia menggenggam tangan Dita,
Dita menoleh padanya dan akhirnya membiarkan tangannya tergenggam,
Adelia mengikutinya pulang.
***
To be continued
Happy Reading....
Semoga suka... love you all...
__ADS_1