Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Ternyata


__ADS_3

Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...


Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.


Mampir ke 9 Lives ya sama Diculik Cinta.


Butuh dukungan viewer, like, dan komen di sana. Bintang lima juga jangan lupa hehehe...


Happy Reading...


******


"Jadi sekarang gimana, Ta?" tanya Tasya melirik ke arah Samanta.


"Ya, kita bantu dia inget bagaimana kematiannya, benar apa gak ada hubungannya sama Logan," sahut Dita.


Samanta memandang wajah Dita dengan lekat.


"Logan? siapa itu Logan?" tanya Samanta dengan wajah tak mengerti.


"Kamu gak kenal siapa Logan?" Tasya mendekat ke arah Samanta.


Hantu itu menggelengkan kepalanya.


"Kalau sama Mark?" tanya Tasya lagi.


"Pria yang tinggal di sini, kan?" sahut Samanta.


"Iya, kamu kenal dia, gak?" tanya Tasya.


Lagi-lagi Samanta menggelengkan kepalanya.


"Hmmm... kita bawa aja ya menemui Logan, siapa tahu dia inget pas lihat mukanya Logan," ucap Tasya.


"Oke, kita bawa dia untuk menemui Logan," ucap Dita lalu menarik tangan Samanta.


Namun, saat Dita keluar dari kamar Nenek Rose, ternyata hantu Samanta tidak dapat keluar dari sana.


"Kok, kamu gak bisa keluar, sih?" tanya Dita.


"Kalau saya bisa keluar dari kamar ini, sudah sejak dulu saya keluar, tapi saya hanya bisa berada di dalam kamar ini, saya terjebak di sini," ucap Samanta.


"Kok, bisa ya, Ta?" gumam Tasya.


"Entahlah, kalau begitu si Logan aja yang kamu bawa ke mari, nanti aku tunjukkin hantu Samanta, gimana?" tanya Dita.


"Umm... kalau ternyata Logan memang pembunuhnya bagaimana? nantinya akan membahayakan kamu sama Tasya lho, Bun," ucap Anan menyela.


"Iya bener juga, untuk sementara ini kan kamu mau menyelidiki tentang Logan, Sya." Dita menoleh pada Tasya.


"Tolong lepas tangan saya dulu," pinta Hantu Samanta yang sedari tadi tangannya masih tergenggam oleh Dita.


"Oh, iya maaf lupa hehehee." Dita meringis saat melepas tangan hantu Samanta.

__ADS_1


"Oke deh, perlahan tapi pasti aku akan cari tahu tentang Logan."


Tasya meyakinkan dirinya sendiri.


Dita dan Anan mengangguk bersamaan.


"Oh iya, Ratu Sanca lupa di kasih makan," ucap Dita menarik lengan Anan.


"Iya, iya. Biar aku saja yang kasih makan." Anan segera menuju ke atas untuk memberikan Ratu Sanca makanan.


***


"Gimana persiapan buat kemping besok?" tanya Dita pada Tasya yang sedang berkemas.


"Beres. Terus barang-barang Anta gimana? udah beres?" Tasya menoleh pada Dita.


"Beres."


Dita melangkah menuju jendela kamar Tasya dan Anta yang langsung mengarah pada kolam renang. Jerry dan Lily sibuk bermain air di dalam kolam renang dengan senangnya.


"Itu, ayah dan anak senang banget sih main air malam-malam, emang gak takut masuk angin apa?" gumam Dita tapi masih terdengar oleh Tasya.


"Udah jadi hantu kali, mana tau masuk angin. Lagian ya bukannya mikirin bagaimana tuh Jerry bisa mati, malah gak ada beban gitu gentayangan gak jelas. Apalagi kalau aku panggil Pak Herdi, beuh habis dia dikejar-kejar duo ganjen itu," sahut Tasya.


Dita tertawa mendengar penuturan Tasya.


"Anta kemana, Ta?" tanya Tasya.


"Oh iya, iya, sekarang kan Pak Herdi sudah menjadi milik aku hahahaha..." tawa Tasya layaknya tawa monster raksasa dalam film ultraman yang pernah Anta lihat.


"Apaan sih, garing! jaga baik-baik tuh pocong," pinta Dita.


"Apaan? yang ada tuh si pocong itu yang harusnya jagain aku sama Anta besok di Gunung Hijau."


Tasya memandang gelang pemberian Dita di tangannya. Gelang yang pernah Dita pakai untuk memanggil Anan dulu, sekarang Tasya pakai untuk memanggil Pak Herdi.


"Jangan lama-lama dipandangnya, nanti naksir, lho." Dita menggoda Tasya.


"Idih... Udah males saya sama cowok."


"Maksud kamu malas sama cowok apa? jangan-jangan kamu naksir cewek ya?" tuduh Dita melirik ke arah Tasya.


"Enak aja! maksudnya aku lagi males sama cinta, sama cowok, ah males banget, belum bisa move on dari Doni," Tasya merebahkan dirinya di atas ranjangnya.


"Hmmm... kamu harus move on, Sya. Doni tuh suami orang," ucap Dita.


"Aku tahu, tapi ya masa iya aku harus move on ke Pak Herdi, kan dia pocong?"


"Anan juga dulu pocong."


"Tapi kan ada kembarannya, kalau Pak Herdi gimana balik jadi manusianya?" tanya Tasya.


"Siapa tau ada keajaiban, coba nanti kalau aku ketemu Ratu Kencana Ungu, aku tanya sama dia. Duh jadi kangen sama Ratu Kencana Ungu," ucap Dita seraya mengelus perutnya.

__ADS_1


***


Tuan Worm sedang menaburkan bunga mawar ke arah foto Dita yang terpampang di atas mejanya yang penuh lilin pemujaan.


"Tubuhmu sangat bagus anak manis, dan kekuatanmu sangat besar, sangat beruntung jika aku bisa mendapatkanmu," ucap Tuan Worm.


Suara motor besar hadir di halaman rumah Tuan Worm. Pria itu mengintip dari balik tirai tentang siapa gerangan yang datang bertamu malam-malam begini.


"Hmmm... rupanya Mark, pasti tubuhnya sebentar lagi akan membusuk, makanya dia kembali ke sini untuk minta tolong kepadaku," gumam Tuan Worm.


Pria itu lalu menutupi meja pemujaannya dengan kain putih setelah ia matikan api pada lilin pemujaan. Lalu pria itu mengunci ruangan kamar tersebut. Ia melangkahkan kakinya menuju ruang tamu dan membukakan pintu untuk Mark.


"Halo, Tuan Worm!" sapa Mark yang tubuhnya sudah kembali seperti semula saat ia membuka tudung jaketnya di hadapan Tuan Worm.


"Wow bagaimana kali ini kau bisa kembali lagi seperti semula? apa kau mendapatkan Tuan Anan?" tanya Tuan Worm.


"Belum, aku belum bisa mendapatkannya, aku mendapatkan orang lain, meski tidak akan bertahan lama, tapi paling tidak bisa mencegah ku dari kematian," ucap Mark sambip tertawa.


"Boleh aku masuk?" pinta Mark.


"Tentu saja, kau mau minum apa?" Tuan Worm mencoba menawarkan minuman pada Mark.


"Anggur simpananmu bukankah masih ada yang terasa lezat?" tanya Mark.


"Seleramu memang tinggi sekali, kau tunggu di sini ya," ucap Tuan Worm.


"Apa Logan tak pulang?" tanya Mark.


"Ia sibuk di sekolah, besok acara kemping ke Gunung Hijau, sepertinya itu yang tadi dia ucapkan kepadaku," ucap Tuan Worm.


Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju gudang bawah tanah untuk mengambil botol anggur yang ia simpan di sana.


Akhirnya malam itu di rumah Tuan Worm, Mark dan Tuan Worm saling berbincang-bincang sambil menenggak anggur itu sampai mabuk.


******


Bersambung...


Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.


Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.


Mampir juga ke :


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Gue Bukan Player (END)


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)


Vie Love You All... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2