Pocong Tampan

Pocong Tampan
Kamulah Kebahagiaanku


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Hmmm harus ya diulang, baiklah, Anandita Mikhaela maukah kamu menjadi istriku?" tanya pak Herdi dengan nada lebih serius menggenggam kedua tangan Dita.


"Dita! Ta...! kamu sadar kan?" pak Herdi mengguncang tangan Dita.


"Eh iya pak, emmm maaf kayaknya aku gak bisa deh pak." ucap Dita akhirnya.


"Kenapa Ta, kamu enggak sayang ya sama aku?"


"Bukan gitu Pak, aku sayang sama bapak, tapi mungkin sayang aku sekedar sayang bapak sebagai kakak aku, aku mohon maaf ya pak."


"Ternyata memang dari dulu saya gak pernah ada ya Ta di hati kamu?"


"Ada sih pak, pernah tapi... sekarang hati aku udah di isi orang lain pak." ucap Dita tersipu malu.


"Jadi kamu udah punya pacar?" tanya Pak Herdi.


Dita mengangguk tersipu malu.


"Permisi apa... Dita ternyata memang ada ya disini." Anan datang langsung membuka pintu kamar dan terkejut melihat tangan Dita di genggaman pak Herdi.


"Anan, kamu kok tahu aku disini?" tanya Dita.


"Kalau bukan Cindi yang bilang aku juga enggak akan tahu kamu disini, maaf ya saya mengganggu kalian silahkan di teruskan lagi pegangannya."


BRAK...!!! Anan membanting pintu ruangan itu dengan keras.


"ANAN.....!!" pekik Dita dan tersadar tangannya masih ada di genggaman pak Herdi dan segera melepasnya.


"Itu pacar kamu Ta?"


"Iya pak, duh maaf ya pak dia salah paham deh, maaf pak aku permisi ya pak."


Dita langsung meninggalkan ruangan perawatan pak Herdi.


Dita menemukan Anan di depan lift tangannya sedang memukul dinding lift dengan menahan tangis dadanya terasa sesak. Dita memeluk Anan dari belakang.


"Lepas...!" pinta Anan.

__ADS_1


"Enggak mau! kamu harus dengerin penjelasan aku dulu." ucap Dita makin erat memeluk Anan.


"Aku tahu bos kamu itu memang selalu ada di hati kamu, kalau kamu bahagia, aku mau mengalah Ta." ucap Anan tak sadar air matanya menetes.


"Kamu kebahagiaan aku."


Anan terdiam mencoba menyeka air matanya yang menetes.


"Kamulah kebahagiaan ku Ananta Prayoga." ucap Dita sekali lagi. "Cuma kamu yang ada di hati ku."


Anan berbalik badan memeluk Dita, memeluknya dengan erat. "Kamu enggak bohong kan Ta?"


"Enggak Anan, aku enggak bohong, I love you so much."


Pertama kalinya Anan mendengar ucapan cinta dari Dita, ucapan cinta yang selalu Anan tunggu terucap dari bibir tipis Dita.


"I love you much much much much much moreeeeeeee." ucap Anan tersenyum lalu mencium bibir tipis Dita.


"Pak Manan gimana tadi ke...." Cindi melihat Anan yang sedang mencium Dita.


"Eh Cindi, kenapa Cin?" tanya Anan menghentikan aksinya pada Dita.


"Enggak pak, gak jadi saya cuma mau tanya ketemu sama Dita gak, eh ternyata sudah ketemu, maaf saya mengganggu." Cindi pamit dengan wajah sedih terpancar dari tatapannya.


"Eits mau ngapain lagi? nanti kalau dilihat orang lagi gimana?" Dita menahan Anan.


"Hehehehe iya yak, kamu ngapain sama pak Herdi?"


"Gak mau ah."


"Ayo..." Dita menarik tangan Anan kembali keruang perawatan pak Herdi.


"Permisi, aku masuk ya pak." Dita menarik Anan masuk, pak Herdi sedang terjaga menonton tv sambil tiduran.


"Eh Dita, ini pacarnya yang tadi kan?" tanya pak Herdi.


"Iya pak, ini Anan." Dita menarik tangan Anan maju agar menjabat tangan Pak Herdi.


"Hallo pak, saya Anan." ucap Anan menjabat tangan pak Herdi kurang sepenuh hati.


"Halo." Pak Herdi menjabat tangan Anan memandang Anan dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Kedua mata Anan dan Pak Herdi bertemu bagaikan ada petir berkilatan terpancar dari kedua mata mereka yang saling beradu.


"Permisi." seorang suster masuk ke dalam ruang perawatan pak Herdi bersama dua orang polisi.


"Silahkan masuk." ucap Pak Herdi.


"Selamat siang pak, bagaimana keadaan bapak sekarang?" tanya salah satu polisi itu.

__ADS_1


"Baik pak." jawab pak Herdi sambil tersenyum.


"Menurut dokter anda sudah boleh keluar dari rumah sakit ini jadi kami hendak menjemput anda."


"Baik pak, saya siap."


Suster tadi melepaskan selang infus ditangan pak Herdi. "Sudah lepas ya pak, saya permisi." ucap suster itu.


"Saya ganti baju dulu ya pak." ucap pak Herdi.


"Aku boleh anter bapak ke bawah?" pinta Dita.


"Boleh Ta." pak Herdi membelai rambut Dita dengan lembut.


Anan menatapnya tajam tak suka dengan perlakuan manis pak Herdi pada kekasihnya itu.


Dita dan Anan mengantar pak Herdi dengan kawalan ke dua polisi. "Nanti kamu kunjungi saya ya." pinta pak Herdi.


"Oke pak." ucap Dita.


"Peluk Ta?" pak Herdi merentangkan kedua tangannya berharap Dita memeluknya. Anan menatap tajam pada Dita dengan raut wajah marahnya.


"Jabat tangan aja deh pak." sahut Dita menjabat tangan pak Herdi.


Pak Herdi menarik tangan Dita dan memeluk Dita, Anan segera menghampiri pak Herdi namun pak Herdi buru-buru melepas pelukannya, tujuannya membuat Anan kesal berhasil.


"Baiklah Pak Anan, saya titip Dita ya sebentar tak akan lama." ucap pak Herdi.


"Tentu saja, saya akan menjaga Dita dengan baik." sahut Anan.


Pak Herdi mendekat ke Anan dan berbisik ke telinganya. "Jaga baik-baik atau aku akan mengambilnya dari mu." bisik pak Herdi lalu tersenyum, dia makin membuat Anan geram dengan mengepal kan tangannya.


Pak Herdi masuk ke dalam mobil polisi lalu melambai ke arah Dita.


"Ngomong apa Nan barusan si Pak Herdi?" tanya Dita ingin tahu.


"Oh... dia bilang aku harus nikahin kamu."


"Ah masa? kamu pasti bohong."


"Emang aku bohong, tapi aku serius mau nikahin kamu, ayo ikut aku!" Anan menarik tangan Dita ke dalam rumah sakit.


***


To be continue


Happy reading...😘😘😘


Vie mohon support nya yak,,, bantu vote jangan cuma baca aja tapi lupa like, lupa kasih rating bintang lima bahkan lupa kasih vote... hiks hiks Vie sedih 😭

__ADS_1


Yang punya koin lebih boleh banget lho kasih Vie support berupa tip.


I love you all 😘😘😘


__ADS_2