
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya... Jangan bosen bacanya ya...
Happy Reading
(cr: Hyunjin Straykids)
Hai girls... dapet salam dari Anan yang lagi sakit gigi 😀😁
*****
Di negara Gingseng.
"Cong, elu tuh ya bukannya melayani pelanggan dengan senyum yang lebar yang ikhlas, malah cemberut kayak gitu, mereka tuh rela bayar lebih lho cuma buat foto sama elo yang ih gue mah ogah banget najis!"
ucap Andri teman kerja Anan di Restoran cepat saji Big Hit Burger.
"Gue lagi gak mood neh, gigi sakit banget," keluh Anan.
"Ganteng-ganteng sakit gigi hahaha makanya gosok gigi yang rajin, Elu males sih!" sahut Andri.
"Eh jangan-jangan belum mandi lagi nih?" tanya pria keturunan timur tengah itu.
"Sial Lu Onta nih, gue mandi tadi pagi, kalau kemaren emang kagak," sahut Anan.
"Nan, ada mobilnya Hyena tuh!" ucap Andri.
"Aduh gawat, dia ngajakin ngedate lagi, bilang gue gak masuk," Anan bersembunyi di bawah meja pemesanan.
"Berani bayar gue berapa?"
"Ah gitu aja itung-itungan luh, lembur gue kemaren malem buat Lo!" bisik Nathan mencubit paha Andri.
"Awww....!! Hai Na...!!" sapa Andri sambil mengusap pahanya.
"Hai Ndri, liat Anan gak?" tanya Hyena.
"Gak ada dia sakit Na, eh by the way cantik banget sih, daripada gak ketemu Anan, mending ketemu aku Na," ucap Andri mengangkat alisnya berkali-kali.
"Hahaha bisa aja sih, dia sakit apa ya? duh mana aku udah pesen tiket nonton buat berdua, aku kerumahnya deh, dah Andri," ucap Hyena sambil melambaikan tangannya.
"Na... mending nonton sama aku aja!" seru Andri.
"Ih males lah jagain tuh restoran aku!" sahut Hyena lalu keluar masuk ke dalam mobilnya.
"Udah pergi Ndri?" Anan menarik celana Andri.
"Ih lu apa-apaan sih, nafsu lu ya demen banget melorotin celana gue hiiiyyy?"
"Hidih najis banget gue kalau sampe naksir sama luh, amit-amit wleeekkk," cibir Anan.
"Gue telpon Hyena nih suruh balik," ancam Andri.
"Eh jangan-jangan Onta ganteng, yang baik yang di gilai cewek-cewek ampe pada ngatain lu gila, gila, gila, ya kan, ayo dong dukung gue,"
Peletak...!!!
Jitakan Andri mendarat di kepala Anan.
"Apa lu pocong, badan gedean gue mau apa luh," ucap Andri membusungkan dadanya menantang Anan.
"Ah beraninya main fisik mentang-mentang badannya gede." sahut Anan.
"Lagian lu tuh ya, cewek cakep tajir gitu masih aja elu hindari, heran gue!"
"Bukan gitu, kalau emang gue gak sreg gimana hayo, lagian gue tuh cuma mau balas budi doang karena dia udah nolongin gue di rumah sakit, biayain gue, sampe kasih gue kerjaan di sini," tutur Anan.
"Jadi elu terima dia cuma gara-gara kasian gitu?" tanya Andri.
Anan mengangguk.
"Parah luh!" Andri memukul pelan pipi Anan.
"Sakit Onta! gigi gue lagi sakit!"
"Oh iya gue lupa hehehe, eh Hyena balik tuh!" tunjuk Andri.
"Aduh gawat, bodo ah gue kabur aja," ucap Anan lalu berlari menuju pintu belakang.
"Andri kamu bohong kan sama aku? mana Anan?"
tanya Hyena dengan wajah galaknya.
"Hehehe tuh barusan keluar, tapi beneran kok dia sakit, sakit gigi," Andri mencoba menahan Hyena.
Anan berlari sampai menabrak seorang nenek tua di gang.
"Aduh nenek kalau jalan tuh hati-hati dong nanti kalau ja... kyaaaaaaaaaaaaa kenapa tangannya gak ada nek mana darah semua huaaaaaa!!!"
Anan berlari sekuat tenaga menjauhi hantu nenek yang tertawa cekikikan menertawakan Anan.
***
Pagi itu hampir saja sebuah bis menabrak Anta saat membeli es krim di taman, Anta di tarik sesuatu sampai menuju tepi jalan raya, akan tetapi Pak Herdi sudah sigap menolong Anta.
"Anta kamu gak apa-apa nak?" tanya Dita yang langsung memeluk Anta.
"Ndak bunda, Anta ndak apa-apa,"
Semua orang yang melihat kejadian aneh yang menimpa Anta berkerumun menghampirinya.
"Ta, mending kita pergi aja dari sini," perintah Pak Herdi.
Dita segera menggendong Anta dan pergi menghindari kerumunan.
Malam itu Ratu Kencana Ungu datang ke hadapan Dita membangunkannya yang terlelap.
"Ratu..." ucap Dita saat tersadar dari tidurnya.
"Halo cah ayu, apa kabar kamu? pasti baik kan?" tanya sang ratu.
"Gak baik lah, aku sedih aku belum ketemu Anan," sahut Dita dengan wajah merajuk.
"Eh kamu tau gak, sebentar lagi kamu akan bertemu Anan, hanya saja mungkin dia tak akan mengingat kalian jadi kalian harus berjuang, dan sebaiknya segeralah pindah ke negara Gingseng, karena nyawa Anta terancam di sini," ucap sang ratu.
"Jadi apakah Ratu Masako masih menginginkan Anta?" tanya Dita dan di jawab anggukan oleh sang Ratu.
"Baiklah kalau begitu besok aku susul tante Dewi sama Om Kevin di sana," sahut Dita.
Sebuah kecupan mendarat di punggung tangan Dita lalu Ratu Kencana Ungu menghilang dari hadapan Dita.
***
Keesokan paginya.
"Sya, kalau kita pindah ke negara Gingseng, kamu tetep ikut aku kan?" tanya Dita.
"Saya akan selalu ikut kemana pun kamu pergi Ta," sahut Tasya.
"Tapi Pia gak bisa ikut Sya, dia mau nikah dan pulang kampung, dan sebaiknya kamu jangan bilang sama dia dan siapapun kalau kita mau pindah ke negara Gingseng," pinta Dita.
"Doni gimana Ta?"
"Nah kan, mikirin Doni juga, makanya kasih dia kepastian," jawab Dita meledek Tasya.
"Tapi..."
"Udah gak usah tapi-tapian kalau suka langsung bilang suka nanti nyesel lho," Dita makin menggoda Tasya.
"Ah kamu mah, saya tuh belum yakin gitu sama dia, habis bukan tipe saya banget kurang gentlemen gitu kurang macho kaya oppa Hyunbin," sahut Tasya.
"Halah baru nonton satu drakor aja langsung bucin sama Hyunbin," ledek Dita.
"Iya dong, habisnya ganteng banget tau Ta, ih gemes," sahut Tasya.
"Unda sama Aca, lagi ngomongin apa sih?" tanya Tasya yang dari tadi bola matanya berpindah ke kanan dan ke kiri mendengarkan pembicaraan dita dan Tasya seperti menonton pertandingan tenis di hadapannya.
"Bukan urusan anak kecil, udah ayo makan lagi," ucap Dita.
***
Di Rumah Sakit Keluarga tempat Doni dan Tasya bekerja, Tasya akhirnya membicarakan kepindahannya mengikuti Dita.
__ADS_1
Wajah Doni berubah jadi sedih.
"Kamu kenapa Don?" tanya Tasya.
"Aku... aku mau pulang kampung Sya, kak Shinta mau nikah," ucap Doni.
"HAH seriusan, Shinta mau nikah? sama siapa? sama Om item?" tanya Tasya.
"Huaaaa hiks hiks... dia ngeyel banget Sya, dia gak mau dengerin aku, huhuhuhu..."
"Astagfirullah... dia mau nikah sama genderuwo Don, gimana ceritanya," sahut Tasya.
"Gak tau deh, ilmunya om item mantep banget bisa meyakinkan kak Shinta dan keluargaku terus."
"Lah gimana sih, Dita harus tau ini, emang nikahnya kapan?" tanya Tasya.
"Besok, aku tadi udah ijin buat seminggu, soalnya kak Shinta minta pesta meriah tujuh hari tujuh malam, hadeh ampun deh..." Doni menepuk dahinya sendiri.
"Wah bener-bener Shinta, coba sini aku yang ngomong," ucap Tasya.
"Udah pergi dari semalam, ini aku mau berangkat Sya," ucap Doni sedih.
"Doni, terus saya sama siapa di sini?" rengek Tasya.
"Aku cuma pergi seminggu doang kok, nanti aku balik lagi ke kamu ya," ucap Doni.
"Iya deh, kamu hati-hati ya," ucap Tasya.
"Sya, jangan nakal ya, jaga hati kamu buat aku ya, aku sayang banget sama kamu," ucap Doni.
"Ih Doni, ngomong apa sih? kayak mau pergi jauh aja," sahut Tasya.
"Ya udah aku pamit ya."
"Don..."
Doni menoleh pada Tasya.
CUP
Kecupan kilat mendarat di pipi kanan Doni.
"Ah Tasyaaaaaaa...!"
Wajah Doni merah merona.
"Sya, pipi yang sebelah ngiri nih," ucap Doni menyodorkan pipi kirinya.
"Udah sana ah, hati-hati di jalan ya," ucap Tasya mendorong tubuh Doni pelan.
Doni pamit pada Tasya dan melambaikan tangannya saat masuk ke dalam mobil travel yang ia pesan.
"Tasyaaaaa I Love youuuuuuuu...!!!"
Doni berteriak menjulurkan kepalanya keluar jendela mobil.
Tasya tertawa sambil melambaikan tangannya ke arah Doni.
***
"Non, aku besok pulang ya," pinta Pia.
"Ia Pia, saya ada Tasya kok, saya juga belum kerja atau niat usaha, tenang aja, semoga kamu bahagia ya," ucap Dita.
"Yah masa bentar lagi Anta ulang tahun mbak Pia gak ada sih?" sahut Anta Sedih.
"Maaf ya non cantik, tapi mbak punya hadiah buat Anta, bentar ya." Pia masuk ke dalam kamarnya.
"Ini kado buat Non," Pia menyerahkan sebuah kotak berwarna biru.
"Wah bagus banget isinya," ucap Anta.
Sebuah sweater berwarna merah muda hasil rajutan tangan Pia sendiri terlipat rapih di dalamnya.
"Alhamdulillah kalau non suka," ucap Pia.
"Nah giliran aku punya kado buat kamu," Dita menyerahkan amplop coklat pada Pia.
"Ini apa non?"
Kita membuka isi amplop coklat itu, di dalamnya terdapat uang sejumlah dua puluh juta.
"Non, ini banyak banget, saya kan udah di gaji," ucap Pia.
"Itu hadiah, itu layak kok buat kamu, terserah mau di beliin apa yang penting kamu harus bahagia ya sama suami kamu nanti," ucap Dita lalu memeluk Pia.
"Anta ikut peluk dong," ucap Anta memeluk ketiganya.
Tasya pulang dari tempatnya bekerja.
"Ta, ada yang mau aku omongin," ucap Tasya lirih.
"Ya udah, Anta baca buku sama mbak Pia ya," pinta Dita.
Pia membawa Anta masuk ke kamarnya untuk membaca buku cerita.
"Ta, si Doni pulang kampung, seminggu katanya," ucap Tasya.
"Terus kamu sedih ya? kenapa dia pulang kampung?"
"Shinta mau nikah."
"Wah bagus dong, alhamdulillah."
"Iya sih bagus, tapi kamu tahu gak dia mau nikah sama siapa?"
"Bukan Anan kan pastinya?"
"Ya bukanlah, dia mau nikah sama Om item tau!" ucap Tasya.
"Oh... iya sih aku udah tau hehehe," sahut Dita.
"Kok kamu bisa tahu sih?" tanya Tasya.
"Iya tadi om item kesini, dia mau ijin nikah sama Shinta," Dita merebahkan dirinya di sofa.
"Kok kamu gak larang dia sih kan kasihan Shinta masa nikah sama genderuwo," ucap Tasya.
"Aku aja bisa nikah sama pocong hehehe, siapa tau Om item bisa balik lagi ke manusia," sahut Dita.
"Dih aneh, ngantuk kamu ya ngomongnya asal?"
"Emang... udah ah mau tidur."
Dita beranjak menuju kamar nya menghampiri Anta.
***
Dua hari setelah kepergian Doni pulang kampung, ponsel Tasya berbunyi sebelum ia pergi berangkat kerja.
"Halo, siapa ini?" tanya Tasya.
"Sya, ini gue Shinta," sahut Shinta dari seberang sana.
"Eh tumben kamu nelpon saya, oh pasti mau pamer deh abis nikah terus pesta mewah sampai tujuh hari tujuh malam, terus artis demit mana yang kamu undang?" tanya Tasya mencibir Shinta.
"Doni...Sya, Doni..."
"Ada apa sama Doni? jangan bilang kalau Doni mau di nikah juga di dijodohin sama cewek kampung sana ya?"
"Doni, kecelakaan Sya."
"APA...??"
Tasya tergeletak tak sadarkan diri. Dita langsung menghampiri Tasya dan meraih ponselnya.
"Halo Shinta, ini aku Dita, Doni kenapa?"
"Dia kecelakaan Ta, dia bawa mobil pick up yang isinya bahan-bahan makanan buat pesta gue, terus rem-nya blong dan masuk jurang," ucap Shinta.
"Terus gimana keadaan Doni?"
"Dia koma Ta, dia gak sadarkan diri," ucap Shinta.
__ADS_1
"Aku minta alamat kamu ya, aku mau kesana liat Doni," pinta Dita.
"Oke, gue kirim lewat sms ya," ucap Shinta lalu menutup sambungan teleponnya.
"Bunda ante Aca kenapa?" tanya Anta.
"Suruh mbak Pia ambil minyak angin terus bawa kesini!" pinta Dita.
***
Tante Dewi menjemput Dita bersama om Kevin hari ini, namun karena Dita ingin pergi ke kampung halaman Doni, akhirnya Tante Dewi dan Om Kevin mengikutinya.
Sesampainya di kampung halaman Doni.
Tubuh Doni terbaring di rumah sakit umum di sana dengan alat seadanya dan tidak memadai. Tasya menangis di samping ranjang Doni.
"Pada nangis kenapa sih?" tanya Anta.
"Itu om Doni kan sakit, terus gak bangun-bangun jadi Anta doain dong biar om doni sadar," jawab Dita.
"Itu Om Doni,"
Anta menunjuk Doni yang berdiri di sudut koridor rumah sakit.
"Serius itu Doni, tapi Doni kan ada... innalillahi wa innalillahi rajiun..." ucap Dita.
"Ih aku belum meninggal kak," sahut Doni menghampiri Dita dan Anta.
"Aku yang bawa Doni keluar dari tubuhnya, tapi dengan syarat kondisi tubuh Doni harus stabil kalau sampai tak stabil nanti bisa-bisa dia mati beneran," ucap Om item menepuk punggung Doni sampai tersungkur ke lantai.
"Jadi inget tubuh Manan dulu, aku harus bilang sama Tante Dewi nih, Anta tunggu sini sama Om item ya, eh Om Lee sama Om Doni."
Dita menghampiri Tante Dewi dan Om Kevin untuk membicarakan ide yang terlintas di pikirannya.
Akhirnya Doni akan di pindahkan ke rumah sakit tempat Tante Dewi bekerja di negera Gingseng karena peralatan penunjang yang lebih memadai di sana. Namun, Shinta dan keluarganya hanya tau Doni di pindahkan ke luar kota.
"Doni....." Tasya memeluk Doni namun tak bisa tubuhnya menembus tubuh Doni.
"Kok aku gak bisa sentuh dia Ta?" tanya Tasya.
"Mungkin karena dia bukan hantu, dia kan cuma roh nyasar keluar dari tubuhnya, itu juga di bantu om item," sahut Dita.
"Ya udah nggak apa-apa, yang penting aku jadi bisa nemenin kamu kemanapun tanpa terlihat, sampai aku sembuh hehehe," ucap Doni.
"Jangan cari kesempatan sampai kamar mandi ya Don," sahut Dita mencibir doni yang langsung tersipu malu.
"Eh iya, awas ya kalau sampai ngintip ke kamar mandi," ancam Tasya.
***
Dita
(cr : Yuki Sasou)
****
Dita menyewa pesawat pribadi untuk membawa tubuh Doni yang akan di pindahkan. Pak Herdi terus melatih Doni agar bisa menyentuh dan mengendalikan benda-benda di sekitarnya.
Sesampainya di sana, Dita menyewa sebuah ruko sederhana karena tidak bisa tinggal bersama Tante Dewi karena tante dan Om Kevin tinggal di rumah dinas.
Ruko dua lantai itu terletak di deretan paling pinggir, lima ratus meter dari rumah sakit dan dekat perumahan elite jadi cukup strategis.
Lantai bawah masih tersusun beberapa rak etalase untuk barang dagangan yang masih lengkap dengan persediaan barangnya. Gudang dan kamar mandi terletak di belakang di bawah tangga menuju lantai dua yang di beri sekat dinding kaca pemisah dengan minimarket.
Di lantai dua hanya terdapat ruangan tertutup yaitu kamar mandi sisanya ruangan besar tanpa sekat. Di samping kamar mandi terdapat kitchen set mini untuk dapur. Ruangan yang masih polos tanpa perabot karena pemilik membawa semuanya. Kecuali barang-barang keperluan mini market seperti etalase dan meja kasir. Ruko tersebut terpaksa di jual si pemilik karena terlilit hutang judi.
"Bener kamu mau bikin usaha di sini?" tanya Tante Dewi di depan ruko Dita.
"Bener, kan waktu itu kata om Kevin ada yang jual ruko yang ada mini market nya, jadi aku pikir aku beli aja apalagi lantai duanya bisa di jadikan tempat tinggal dan dekat dari rumah sakit juga, jadi Tasya bisa jenguk Doni setiap hari," ucap Dita.
"Iya padahal harta kamu kan masih banyak Ta, apalagi kamu bukan orang yang suka bergaya hidup mewah, pasti cukup lah sampai Anta gede," ucap Tante Dewi.
"Biaya pendidikan, kesehatan, makan sehari-hari dan kejadian dadakan lainnya gimana, terus biaya perawatan Doni juga gimana? jadi daripada tabungan makin tipis, mending aku buat usaha," jawab Dita.
"I am so proud of you, Ta."
Tante Dewi memeluk Dita.
"Dita sayang banget sama Tante, karena selalu dukung aku, semoga tante cepet punya momongan," ucap Dita.
"Aamiin."
"Aku pergi cari furniture dulu ya buat isi kamar," ucap Dita.
"Iya tante juga mau jalan ke rumah sakit, hati-hati ya,"
ucapnya sambil melambaikan tangan.
"Oke, dah..."
Dita, Tasya dan Anta memutuskan menaiki bis menuju sebuah mall yang ada di kota itu.
Sesampainya di mall besar, Dita segera memilih barang-barang yang mau ia gunakan selama tinggal di rumah barunya.
"Ta, saya ke toilet ya," ucap Tasya.
"Huu dasar beser, jangan lupa pakai aplikasi translator biar paham banget," ucap Dita.
"Doni, ayo anterin, saya takut kalau ketemu hantu toilet di sini, tapi jangan ngintip ya," ancam Tasya.
"Yee pede banget, ogah aku ngintip nanti matanya bintitan," sahut Doni lalu mengikuti Tasya menuju Toilet.
"Bunda, Anta mau es krim." rengek Anta menarik tangan Dita.
"Bentar Anta, bunda lagi pilih TV dulu ya," sahut Dita.
"Cuma ke situ kok tuh di seberang," pinta Anta.
"Oke ni uangnya terus cepet balik ya, tunjuk aja es krim nya ini uangnya pas gak kembali," ucap Dita menjelaskan.
"Oke bunda, yuk om pocong anterin Anta."
"Ya elah panggil nama kek, masa om pocong sih Ta," gerutu Pak Herdi.
BRUG...
Anta menabrak seseorang saat berlari menuju stand es krim.
"Maaf om Anta gak.... YANDA...??!!"
Anta berteriak kegirangan.
"MENYAN...!!!" Pak Herdi menunjuk Anan.
"Ha...Ha...Hantu....."
Anan tergeletak tak sadarkan diri.
*****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Ini spesial episode 300 buat kalian anggap aja crazy up dalam satu episode wkwkwkwk. Padahal waktu awal nulis Pocong Tampan satu episode cuma 600an kata jadi nyesel kebanyakan episode hehehe, Jadi pas episode 200 keatas mulai tuh panjang-panjang hehehe.
Nah makanya kalau kalian engeh ini episode terpanjang buat kalian, bacanya nafas ya, pelan-pelan saja gak usah buru-buru karena banyak adegan yang di satukan dan di beberapa lokasi (ceritanya 😄) nanti malah gagal fokus hehehe.
To be continued...
Jangan lupa main ya ke cerita terbaru ku
“WITH GHOST”
ramaikan disana.
Baca juga :
- Kakakku Cinta Pertamaku
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘