Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim kedua - Pergi ke Kuil Ro (Part 1)


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


"Bunda Anta mau kakak Maria balik..." rengek Anta.


"Oke nanti bunda cari tau gimana balikinnya, sekarang Anta tidur dulu ya, besok kita semua mau pergi ke luar kota sama oma sama opa juga," ucap Dita.


"Bunda janji ya?"


"Iya bunda janji..." Dita menggendong Anta menuju kamarnya. Anta akan tidur berdua bersama Tasya.


Anan sudah merebahkan dirinya di atas kasur empuknya.


"Yanda bukannya bersih-bersih dulu baru ke atas kasur," protes Dita.


"Capek bunda," sahut Anan sambil menguap.


"Ya udah deh bunda ke kamar mandi dulu," Dita melucuti semua pakaiannya sampai membuat Anan melirik kepadanya.


Dita sudah menduga Anan akan menyusulnya masuk ke dalam kamar mandi sambil tersenyum malu-malu.


***


Pagi itu, mobil travel yang di pesan Tante Dewi sudah sampai di halaman Family Apartement, dengan perbekalan yang cukup dan membawa baju ganti mereka naik ke dalam mobil itu ke sebuah kuil yang mempunyai air mancur ajaib.


"Apa kalian yakin akan pergi ke kuil Ro?" tanya Pak Yon si supir.


"Iya pak, kan konon katanya ada air mancur ajaib yang bisa mengabulkan permintaan kita, bahkan saya pernah dengar ada wanita dan pria yang jiwanya tertukar," ucap Tante Dewi.


"Iya kisah itu juga pernah saya dengar, memangnya ada di antara kalian yang jiwanya tertular apa ingin bertukar?" tanya supir Yon.


Semuanya diam dan saling menatap satu sama lain.


"Baiklah sebaiknya saya cerita saja," sahut Tante Dewi.


Tante Dewi akhirnya menceritakan pada supir Yon mengenai pertukaran jiwa Doni dan Om Kevin saat keduanya mengalami koma. Meski tak masuk di akal, namun Tuan Yon akhirnya mengerti karena sejatinya keajaiban itu ada.


"Tetapi, saya juga pernah dengan kisah tentang suku Ro pemilik kuil tersebut, mereka punya ajaran sesat yang mengharuskan menumbalkan anak bayinya yang berjenis kelamin laki-laki yang lahir pada hari jumat. Mereka memenggal kepala bayinya lalu menguburkan di depan rumah sebagai bentuk ritual atau pemujaan. Lalu tubuh sang bayi di buat sup dan di jual oleh warga sekitar. Warga lalu marah ketika suku Ro mulai menculik bayi luar kuil yang di jadikan sebagai fondasi bangunan tempat tinggal dan kuil tersebut," ucap supir Yon menjelaskan.


"Apa tujuan suku Ro itu ya? ih mengerikan," sahut Tasya.


"Nah oleh karena itu suku tersebut di anggap sesat, entah siapa yang mencuci otak mereka sampai berpikiran mengerikan seperti itu,


Dita teringat peristiwa tadi malam saat bertemu hantu-hantu dalam mall yang berasal dari suku Ro.


"Apa suku Ro di bantai dengan cara di penggal kepalanya?" tanya Dita.


"Iya anda benar, warga yang marah memenggal semua kepala suku mereka," jawab Pak Yon.


"Kok semalam kota ketemu hantu yang semua kepalanya terpisah di sebuah mall gaib di hutab belakang rumah sakit Matahari ya?" tanya Anan.


"Oh hutan itu memang di gunakan untuk mengubur para jasad suku Ro, tuan."


"Oh... pantesan aja," ucap Anan.


"Apa tuan bertemu dengan para hantu itu?" tanya supir Yon.

__ADS_1


"Iya semalam," sahut Anan.


Supir Yon melanjutkan perjalanan dan sesekali memandangi Anan dari kaca spion. Ada yang dua sembunyikan sebenarnya dari Anan. Menurut yang dia tahu siapapun yang bertemu hantu suku Ro maka akan mengalami kesialan.


"Karena butuh perjalanan enam jam, nanti setelah dua jam perjalanan saya ijin beristirahat ya bu," ucap supir Yon.


"Oh boleh, atau nanti di gantikan saja, para lelaki di sini juga bisa menyetir," Tante Dewi melirik ke arah para pria di belakangnya.


"Baiklah bu..."


***


Pak Yon menghentikan laju mobilnya di sebuah kedai yang menjual aneka mie, bahkan mie ayam ala kesukaan Dita dan Tasya juga ada.


"Kita makan siang di sini bu," ucap Pak Yon.


Semuanya turun dari mobil dan menuju kedai mie tersebut.


"Bunda Anta mau es krim, boleh?" tanya Anta menunjuk mini market di samping kedai.


"Boleh, yuk bunda juga mau es krim," sahut Dita.


"Ayo sini anak yanda, mau beli apa?" Anan tiba-tiba menggendong Anta dan mencium pipi Anta dengan gemas.


"Mau beli es krim," sahut Anta.


Tante Dewi memperhatikan ketiganya penuh haru.


"Kok nangis?" tanya Om Kevin.


"Aku bahagia banget mas lihat mereka bertiga, dua tahun lalu Dita selalu murung meski terlihat ceria, sekarang Dita benar-benar bahagia," Tante Dewi menyeka air matanya.


"Mas maaf, selama mas ada di tubuh Doni, saya geli aja gitu di rangkul Doni apalagi di cium Doni hiiyyy..." Tante Dewi menepis tangan om Kevin di bahunya.


"Bu bos saya denger lho kesannya saya apa gitu menjijikkan, ya Sya?" Doni mencoba menggenggam tangan Tasya.


"Don, maaf ya saya juga ngerasa gimana gitu berasa digandeng om om," ucap Tasya.


"Tasya... saya denger lho di katain om om," sahut om Kevin merasa tersinggung.


"Dih emang udah om om sih, saya aja berasa cepet capek pakai badan ini," sahut Doni.


"Oh gitu Don, oke bulan ini gaji potong lima puluh persen," ancam om Kevin.


"Eh jangan gitu dong pak Bos, badannya bagus banget ini, atletis, sempurna lah pokoknya bikin bangga punya tubuh kayak gini," Doni berusaha menyenangkan hati om Kevin sampai membuat tante Dewi dan Tasya tertawa.


Di dalam mini market.


"Kalian pasti bukan penduduk sekitar sini?" tanya seorang nenek yang menjaga mini market tersebut.


"Betul nek, kami sedang melakukan perjalanan ke kuil," sahut Dita sementara Anan dan Anta memilih es krim dan beberapa cemilan lainnya.


"Kalian mau kemana?" tanya nenek itu.


"Kami mau pergi ke kuil Ro," jawab Dita.


Dita tersentak saat Nenek itu langsung menggenggam tangan Dita tiba-tiba.


"Itu kuil sesat, siapapun yang kesana pasti akan mendapat kesialan apalagi kalau sampai bertemu para hantu suku Ro," ucapnya.

__ADS_1


"Masa sih nek? apa iya seperti itu, kesialan macam apa nek yang biasanya terjadi?" tanya Dita.


"Bunda Anta boleh ambil roti ini gak?" tanya Anta dari sudut mini market.


"Boleh..." sahut Dita.


"Oh iya nek tadi kan belum di ja...wab, lah kemana neneknya?" gumam Dita mencari keberadaan si nenek.


"Ada yang bisa saya bantu?" seorang perempuan muda menyapa Dita yang baru saja keluar dari dalam toilet.


"Ummm tadi ada pelayan seorang nenek tapi kok hilang ya?" tanya Dita.


"Nenek? saya jaga toko ini sama suami saya, tuh dia jaga pom bensin depan," jawabnya.


ah jangan-jangan aku ketemu hantu lagi barusan.


"Nona anda baik-baik saja?" wanita itu mengejutkan Dita dengan tepukannya.


"Oh maaf saya ngelamun hehehe, yanda... Anta... ayo buruan!" ucap Dita.


Anan dan Anta lalu menghampiri Dita dan membayar segala macam cemilan yang Anta ambil.


"Kamu kenapa bun?" tanya Anan saat keluar dari mini market.


Dita menceritakan pertemuannya dengan si nenek tadi dan peringatan nenek tadi tentang kesialan yang akan mereka dapat jika mereka nekat pergi ke kuil Ro.


"Udah lah gak usah di pikirin," ucap Anan lalu ketiganya menyusul rombongan Tante Dewi ke dalam kedai mie.


***


Mobil yang di kemudikan pak Yon tiba-tiba oleng karena mengalami pecah ban. Untungnya tak ada yang terluka dan Pak Yon berhasil menepikan mobil van berwarna hitam itu.


"Bawa ban cadangan pak?" tanya Tante Dewi.


"Pasti saya bawa bu, saya udah paham kalau ada yang minta di antar ke daerah Kuil Ro, pasti ada aja kesialan yang terjadi," ucap Pak Yon.


"Hei para lelaki, bantuin tuh Pak Yon ganti ban!" Tante Dewi memberi perintah.


Sementara para perempuan berteduh di bawah pohon dekat dengan mobil van yang menepi itu.


"Bunda lihat deh, masa ada anak kecil yang ngajakin Anta main bola, nih bolanya..." Anta menyodorkan sesuatu berbentuk bulat lonjong itu pada Dita.


"Ta... lihat deh kayaknya yang di pegang Anta bukan bola," ucap Tasya di samping Dita yang bergidik ngeri.


***


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player


Vie Love You All 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2