Pocong Tampan

Pocong Tampan
Jojo


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


Tasya mengamati apa yang Doni lakukan.


"Kyaaaaaaaaaaa i...itu...itu... kelapanya eh kepalanya itu hiiyyyyyy." pekik Tasya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Udah Jo udah ya maafin ya balik lagi badannya udah diem disitu lagi ya jangan kemana-mana jangan jahat jangan nakal ya." ucap Doni lalu langsung pergi menghampiri Tasya duduk di sampingnya.


"Itu si Jojo kenapa coba ih serem banget ih." Tasya memukul-mukul bahu Doni.


"Aduh tapi sakit Sya, sakit ini bahu aku jangan kenceng-kenceng mukulnya." pekik Doni sambil mengelus bahunya yang terasa panas dan perih akibat pukulan Tasya.


"Udah seminggu tuh disitu diem aja ditanya gak jawab, awal-awal aku takut sekarang udah biasa lah aku diemin aja." sahut Doni menoleh sebentar ke Jojo.


"Berarti dia hantu Don ?" tanya Tasya ikut menoleh ke arah Jojo.


"Bukan hantu tapi setan, ialah pokoknya hantu setan sama aja, tapi aku belum tau nih kenapa dia bisa mati kaya gitu." ucap Doni.


"Tanya gih." pinta Tasya bergidik ngeri.


"WOOII...! asik bener berduaan!" Shinta datang menggebrak meja mengejutkan Doni dan Tasya yang langsung berpelukan.


"Kakak nih ya ngagetin aja." sungut Doni.


"Hmmmm tapi ujung-ujungnya enak kan? modus aja bisanya berduaan." ucap Shinta menatap Doni dan Tasya yang masih berpelukan.


"Eh kamu mah ngapain peluk saya?" Tasya buru-buru mendorong Doni sampai jatuh dari kursi.


"Aduh Tasya sakit tau!" pekik Doni saking kesalnya.


"Eh maaf Don, saya gak sengaja." sahut Tasya.


"Eh gue liat ya elo dorong adek gue dengan sengaja, pake bilang gak sengaja huh." sahut Shinta memarahi Tasya.


"Kan Tasya cuma reflek kak." ucap Tasya dengan raut wajah hampir menangis.


"Udah kak udah jangan dipanjangin lagi nangis kalau dia nangis repot." ucap Doni.


"Hmmm dasar, eh iya Don, nanti malam kita makan malam ya." ucap Shinta.


"Wah ada acara apa kak?" Doni bertanya dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"kakak mau kenalin pacar baru kakak ke kamu." ucap Shinta.


"Alhamdulillah..." Doni dan Tasya berucap berbarengan.


"Ih kalian pada kenapa sih sampai bersyukur banget kayaknya kalau gue punya pacar?" tunjuk Shinta.


"Ya seneng dong kak, Doni kan bahagia kalau kakak bahagia." sahut Doni.


"Tasya juga seneng berati gak ada lagi yang gangguin kebahagiaan kak Dita, eh keceplosan." Tasya menutup mulutnya dengan dua tangannya.


Shinta menatap tajam ke arah Tasya dengan geramnya.


"Don, nanti malam jam delapan,, di Cafe Panda." ucap Shinta lalu pergi begitu saja.


"Kakak kamu serem ya, kalah kuntilanak sama dia hiyy." ucap Tasya.


"Eh gak boleh gitu kan itu kakak aku." sahut Doni.


"Tadi ngomong apa barusan? gue serem kaya kuntilanak?"


Shinta tiba-tiba datang menghampiri Doni kembali dan tak sengaja mendengar cibiran Tasya tentangnya.


"Eh kakak Shinta yang cantik, enggak kok saya gak bilang-bilang apa-apa malah kuntilanak lebih cakep dari kakak." sahut Tasya tiba-tiba.


"APA...?" teriak Shinta di telinga Tasya.


"Enggak kak, kebalik maksud nya kakak lebih cakep dari kuntilanak heheheh gitu maksudnya." ucap Tasya sambil memamerkan giginya.


"Ini apa kak?" tanya Doni.


"Lupa gue, kemaren ulang tahun Lo kan? itu hadiah dari gue, udah ya dah." ucap Shinta masih menatap tajam ke Tasya sebelum pergi.


"Wah kamu ulang tahun Don? kok gak bilang?" tanya Tasya.


"Aku aja lupa hehehe." Doni membuka isi kotak hadiah pemberian Shinta.


"Jam tangan Sya, cakep ya?" tanya Doni dengan raut wajah seneng sekali.


"Iya bagus, terus kamu mau kado apa dari saya?" tanya Tasya.


"Aku mau kamu aja Sya." sahut Doni dengan menatap Tasya dalam-dalam.


"Ih apaan sih, saya cuma nawarin sekali nih harus berupa barang, kamu mau kado apa dari saya tapi jangan mahal-mahal ya, misalnya celana dalem gitu apa kaus singlet hihihi." Tasya tertawa kecil sehabis menggoda Doni.


"Apa aja deh terserah kamu Sya, asal kamu ikhlas apapun yang kamu kasih buat aku bakalan aku jaga sepenuh hati seperti aku menjaga hati aku buat kamu." ucap Doni.


"Cieeeeeee, uhuuuuuyyy kece badai dah ah gombalannya keren banget." Dita bertepuk tangan menghampiri Doni dan Tasya saat mendengar gombalan Doni.


"Eh kak Dita, gimana dedek bayi nya?" tanya Doni.


"Alhamdulillah sehat." sahut Dita.

__ADS_1


"Ta si Doni ulang tahun lho kemarin." ucap Tasya menepuk bahu Doni dengan keras.


"Duh sakit Sya, udah dibilang kalau mau nepuk bahu jangan kenceng-kenceng." Doni menggerutu.


"Iya maaf." Tasya tersenyum manis pada Doni.


"Wah selamat ulang tahun ya Don, kok gak bilang sih?" tanya Dita.


"Aku lupa kak ini aja di ingetin pas dikasih kado sama kak Shinta." ucap Doni menunjukkan kotak hitam dari Shinta yang berisikan jam tangan.


"Ohhh... terus kamu mau kado apa Don?" tanya Dita.


"Saya mau kado Tasya aja kak hehehe." jawab Doni.


Tasya kembali memukul bahu Doni.


"Sakit Tasya!" pekik Doni.


"Makanya jangan sembarangan kalau ngomong, jangan asal jeplak kaya sandal yang mau rusak bawahnya huh." ejek Tasya.


"Serius nih mau kado apa nih?" tanya Dita lagi.


"Apa aja kak terserah yang mau ngadoin aku mah ikhlas dan seneng banget nerimanya." ucap Doni.


"Tuh kan dia bilang apa aja ya kasih celana dalam ya Ta." sahut Tasya.


"Astagfirullah itu ngapain si, siapa deh Don, yang temen kerja kamu itu, dia udah meninggal kan?" tanya Dita saat tiba-tiba tak sengaja melihat penampakan hantu Jojo.


"Itu sih Jojo kak, udah seminggu dari sebelum kita ke pulau yah seminggu lalu deh dia disitu ditanya gak pernah jawab kenapa diem disitu." ucap Doni menjelaskan.


"Gak ada yang bisa ngomong sama dia gitu?" tanya Dita.


Doni menggeleng, Tasya juga mengangkat bahunya tanda tak tahu.


"Hai semua... Susi hadir nih, gue habis keliling rumah sakit nih seru juga banyak setannya hehehe eh yang itu siapa tuh di pojokan?" tanya hantu Susi saat melihat hantu Jojo di sudut sana.


****


To be continued...


mohon maaf kalau ada typo ya


Jangan lupa main juga ke cerita ku lainnya dong please, baca ya novel karyaku lainnya :


- Kakakku Cinta Pertamaku (End)


- 9 Lives (Ramaikan disana)


- Gue Bukan Player (Ramaikan juga disana)


Makasih ya Vie Love you all readers 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2