Pocong Tampan

Pocong Tampan
Di Restoran Pulau XX


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Ini kenapa kita jadi kembaran kayak trio ikan duyung sih?" ucap Tante Dewi melihat kaus yang dia pakai persis punya Dita dan Tasya hanya beda gambar di tambah dengan tas rajut yang kembar yang diberikan Dita.


"Udah sih pakai aja, yuk Anan dan lainnya udah menunggu di mobil." ucap Dita.


"Kita mau kemana Ta?" tanya Tasya.


"Mau makan ke restoran favorit di pulau ini, ya naik mobil sih sepuluh menit." sahut Dita.


"Ta itu siapa yang ngikutin kita dari tadi?" bisik Tasya


"Itu Susi itu lho hantu yang kemarin pipinya sobek." ucap Dita.


"Gak usah ngomongin hantu deh, jangan-jangan ada sesuatu di belakang kita ya?" tanya Tante Dewi.


"Iya sih Tante hehhee." jawab Dita.


"Hadeh sudah ku duga pantes dari tadi merinding." Tante Dewi menepuk jidatnya sendiri.


Sesampainya di mobil yang Anan sewa Dita duduk di kursi tengah mobil tersebut bersama Anan. Om Kevin sudah duduk manis di kursi depan dengan Doni sebagai supirnya.


Tante Dewi masuk dan duduk di kursi ke tiga di belakang bersama Tasya. Hantu Susi mengikuti dan tersenyum saat duduk di samping Tasya.


"Untung cakep coba kalau kayak tadi penampakan nya, ogah saya duduk sama kamu." gumam Tasya.


"Aih senangnya aku di bilang cantik." ucap Susi penuh keriangan.


Mobil yang di kemudikan Doni sampai di sebuah restoran seafood yang terkenal di pulau itu. Mereka semua turun dari mobil.


"Bentar deh kok kayak ada yang aneh?" ucap Tante Dewi sambil memperhatikan Doni dan Om Kevin.

__ADS_1


Meski Doni memaki sweater namun kaus yang ia pakai masih terlihat.


"Baju Anan sama Dita kembar, terus Doni juga deh sama kayak kaus yang Tasya pakai, dan kaus aku... hmmmm kerjaan Dita nih pasti." gumam Tante Dewi sambil melirik tajam ke arah Dita.


"Bagus kan? biar kita kompak selalu." sahut Dita yang sudah mengerti dengan tatapan Tante Dewi.


"Dih iya kok saya kembaran sih sama Doni?" tanya Tasya yang baru paham dengan perkataan Tante Dewi.


"Gak papa Sya, itu artinya jodoh." sahut Doni mencoba merangkul Tasya tapi selalu di tepis.


"Idih jodoh dari mana, ini mah di paksa berjodoh sama Dita huh..." Tasya menggerutu.


"Saya suka kok, bagus bajunya, makasih ya Ta." sahut om Kevin sambil tersenyum dan membetulkan posisi kaca matanya.


"Tuh kan pada suka, yuk sayang kita masuk." Dita menyilang kan tangannya ke pinggang Anan dan berjalan menuju ke dalam restoran.


"Awas gak usah deket-deket, kalau masih di hotel aku mending ganti baju deh, mana gak bawa jaket apa sweater kayak Doni."


Ucap Tante Dewi memperingatkan Kevin agar menjauh darinya. Om Kevin tetap menggandeng tangan Tante Dewi dengan bangga sambil memamerkan kaus yang mereka pakai.


Ini kenapa aku diem aja sih di gandeng dia gini.


Doni juga tak mau kalah ia melepas sweater nya dan menyimpannya di dalam mobil.


"Ayo dong Sya, kita tunjukin kalau kita gak kalah mesra dari mereka." ucap Doni sambil mencoba menggandeng tangan Tasya.


"Idih ogah...!" Tasya menepis tangan doni lalu menyusul semuanya ke dalam restoran.


"Awas ya Sya, kamu harus aku dapatkan dan gak akan aku lepaskan." gumam Doni.


Anan memesan meja dalam restoran untuk mereka berenam. Tak lama makanan yang mereka pesan datang. Mereka semua menyantap makanan serba seafood yang di sajikan dengan lahap.


"Habis ini ke pantai yuk, katanya di sebelah sana ada pertunjukan musik aku mau lihat ya Nan." pinta dkta.


"Pulang aja deh, Tante malu nih jadi pusat perhatian gara-gara kamu suruh pakai baju ini." sahut Tante Dewi mengungkapkan kekesalannya pada Dita.


"Cie Tante begitu aja sewot orang cocok kok ya om Kevin?" tanya Dita menggoda Tante Dewi.


"Cakep Ta, setuju banget dong, orang cocok kan ya aku sama Dewi." sahut om Kevin.


"Tunggu, apa kamu bilang Dewi? kok bisa kamu bilang Dewi kan kamu tahunya aku Lisa." Tante Dewi menatap tajam pada om Kevin.

__ADS_1


"Nan kayaknya runyam deh om Kevin keceplosan, gimana tuh?" bisik Dita pada Anan yang sudah menutup wajahnya saat mendengar om Kevin keceplosan.


Doni dan Tasya saling berpandangan tak mengerti dengan yang terjadi di hadapannya. Meski Doni agak paham tetapi dia tak mau ikut campur urusan para bos nya itu.


"Sya kita keluar yuk, jangan ikut campur kita ke taman belakang sana main air mancur yuk." ajak Doni berbisik pada Tasya.


"Tapi saya mau tahu Don apa yang terjadi." bisik Tasya membalas Doni.


"Udah deh gak baik tau urusan para bos nanti kita di pecat lho apa di usir dari rumah." bisik Doni.


"Aduh saya gak mau kalau gitu, ya udah yuk kita ke belakang sana." sahut Tasya dengan berbisik-bisik.


"Maaf kami mau main air mancur ke taman belakang sana ya bos." ucap Doni meminta ijin.


Anan dan Dita mengangguk sementara Tante Dewi masih menatap tajam dan marah pada om Kevin.


"Kok gak dijawab?" tanya Tante Dewi pada om Kevin.


"Ummm gimana nih Anan, Dita aku harus bilang apa?" om Kevin menoleh pada Anan dan Dita.


"Jadi kalian tau sesuatu tentang hal ini iya gitu, coba jawab pertanyaan Tante kenapa sekarang dia panggil Tante Dewi bukan Lisa seperti biasa? atau jangan-jangan ingatan dia udah pulih gitu? ayo jawab!" pekik Tante Dewi sambil menunjuk ke arah om Kevin.


"Jangan ribut Tante kecilin suaranya." pinta Anan.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you

__ADS_1


__ADS_2