Pocong Tampan

Pocong Tampan
Citra


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Beuh demi Doni, aku gak boleh takut ya Ta."


"Bagus deh, gini nih aku mau kamu tarik anak itu lepas dari gendongannya pas Paul pamit pergi, nah kamu bawa deh anak itu kesini kita interogasi, gimana? Dita memberi ide pada Anita.


"Hmmm oke." ucap Anita penuh keyakinan.


"I need to check my neck and my back now, thanks for this project, and I'll see you tonight Dew." ucap Paul pada Tante Dewi.


"Ok just make sure you have a rest." Tante Dewi mencium pipi kanan dan kiri milik Paul lalu berpamitan.


Saat Paul sudah berada di pintu keluar


"Ya sekarang Nit !"


Sesuai aba-aba Dita Anita menarik hantu anak kecil itu dan membawanya ke sudut ruangan.


"It is strange, my back is okay now."


ucap Paul,


Tante Dewi menoleh pada Dita dan


Dita memberi kode lingkaran ibu jari dan telunjuk yang bertemu sambil mengisyaratkan oke pada Tante Dewi.


"Oh that's good." senyum Tante Dewi sambil mengantar Paul dan Budi keluar ruangan.


"Ini, buat bersihin darahnya itu." Doni menyerahkan tisu dengan ketakutan ke arah Dita.


"Sembarangan, harusnya obat antiseptik sama perban Don buat nutup lukanya." sahut Dita.


"Oh iya ya, bentar aku cari ya kali aja ada kotak P3K."


"Don, Don, gak usah aku bercanda, ya mana mungkin udah jadi hantu gini kita kasih obat merah terus perban hehehee."

__ADS_1


"Oh kirain beneran Kak."


"Coba tanyain Nit." ucap dota.


"Kok aku sih, aku aja masih gemetaran nih gendong nih bocah. Anita berpindah ke belakang Doni.


"Ih kamu mah ngapain ngumpet di belakangku." sahut Doni.


"Udah diem aja, pinjem punggungnya bentar."


Dita memandang Anan dengan tatapan manja nan manis pada Anan.


"Oke aku ngerti." Anan menghampiri hantu anak perempuan itu.


"Hai adek bergaun ungu dapat salam dari kakak itu...uuu...uuu."


"Anan...! bisa gak sih gak bercanda." Dita menjitak kepala Anan.


"Aw sakit Ta, biar gak tegang makanya aku nyanyi."


Hantu anak perempuan itu masih tertawa menyeringai memandang ke arah Anan.


"Hai adik, siapa namanya?" tanya Anan.


"Awww pengeng banget ini di tanya malah ketawa." Dita menutup kedua telinganya.


"Adik kecil coba fokus om mau nanya nih, eh salah ketuaan kakak aja ya manggilnya, kamu namanya siapa?"


Sebelum anak perempuan itu tertawa Anan sudah menutup mulut anak itu sambil melotot tajam ke arah anak itu. Dita, Doni dan Anita sudah bergerak mundur sambil menutup kedua telinganya.


"Kakak bisa lebih serem dari kamu lho jadi nurut apa kata kakak!" ancam Anan.


"Lah Anan nakutin Ta." bisik Anita.


Tiba-tiba anak perempuan kecil itu berubah penampilannya seperti manusia sedia kala hanya wajah nya tampak pucat pasi. Anan melepas bekapan tangannya dari mulut anak itu.


"Hai kakak, namaku Citra." ucap anak itu.


"Nah gitu dong manis kan dilihatnya, nama kakak Anan."


"Kok Anan sih?" bisik Doni.


"Itu panggilan sayang aku udah diem aja, hai Citra nama kakak Dita, ini kak Anita, yang ini Kak Doni." ucap Dita tersenyum manis pada anak itu.


"Hihihihihi kakak itu lucu ya." Citra menunjuk ke arah Doni.

__ADS_1


"Enggak, enggak aku gak lucu, aku jelek kok jauh - jauh ya." sahut Doni sambil segera berpindah ke belakang Anita.


"Hihihihihi tuh kan lucu."


Hantu anak kecil itu masih tertawa cekikikan.


"Citra, kak Dita boleh tanya gak?"


"Boleh tapi aku mau susu cokelat kak." sahut Citra.


"Hah? susu cokelat?"


"Iya kak yang gede ya segini." Citra melebarkan ke dua tangannya.


"Ampun dah maksudnya yang satu liter gitu? hmmm coba Don beliin dulu gih di tokomart sebrang rumah sakit." perintah Dita.


"Hmmm tapi kak."


"Duitnya minta Anan."


"Nah maksudnya itu kak hehehe."


"Hmmmm untung bawa dompet." sahut Anan sambil menyerahkan selembar uang seratus ribuan pada Doni.


"Beli teh dingin juga ya Don empat, terus Chiki yang gede, sama biskuit keju ya." pinta Dita.


"Lah nambah jadinya." ucap Anan.


"Sambil nyemil kan ngobrolnya enak Nan hehehe." Dita dan Anita saling menepukkan telapak tangannya dan tertawa.


"Oke udah gak ada yang di titip lagi kan? aku jalan nih ya." Doni berlalu ke luar ruangan memenuhi permintaan Citra dan Dita.


"Aku mau ikut om bule tadi ya." ucap Citra.


"Eits jangan dong, kan tadi katanya mau susu cokelat, kakak juga mau nanya kan belum di jawab adik cantik."


"Oh iya, tapi nanti aku sama om bule lagi yak?"


"Iya deh habis minum susu sama jawab pertanyaan kakak yak."


"Oke kak."


***


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2