
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up... Vie mohon dong, mohon banget... jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh...
Happy Reading...
******
"Hai om Mark masih di sini?" tegur Anta yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Iya, aku kan nunggu bunda kamu, eh kamu maksudnya."
Dita keluar dari kamar mandi menyemprotkan minyak wangi pada telapak tangannya dan juga pada Anta.
"Udah wangi kok, makin cantik." Mark memuji Dita, menggodanya.
"Makasih Mark, kamu ngapain masih di sini?" tanya Dita.
"Nungguin kalian," ucap Mark seraya mencubit gemas pipi Anta.
"Oh ya udah yuk masuk ke dalam sana!" ajak Dita.
Tiba-tiba Mark meraih tangan Dita dan menahan langkahnya.
"Bisa kita bicara sebentar, Ta?" tanya Mark.
"Kamu mau ngomong apa sih?"
"Bunda, Anta ke dalam ya, haus nih, Anta mau ambil minum di dekat tante Tasya," ucap gadis kecil itu.
"Oke, tunggu bunda di sana ya."
"Saya boleh mengaku sesuatu pada kamu gak, Ta?" tanya Mark masih menggenggam tangan Dita.
"Tolong lepaskan tangan saya!" Dita melepas genggaman Mark dengan paksa.
"Maaf tapi saya harus bilang ini ke kamu."
"Kamu mau bilang apa?" tanya Dita.
"Saya menyukai kamu. Saya gak perduli kamu itu istri orang atau bukan, yang jelas saya cinta sama kamu."
Plak...!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Mark.
"Jaga ucapan kamu!" Dita menunjuk ke hadapan wajah Mark lalu pergi meninggalkan lelaki itu.
Mark mengusap pipinya yang memerah.
"Makin cinta aja aku sama cewek macam gini. Liatin aja tuan Anan, aku akan merebut Dita darimu," gumam Mark dalam hatinya.
Logan tak sengaja menyimak adegan tamparan Dita di pipi Mark. Ada senyum tipis yang tersingging di bibirnya.
Dita menghampiri Anan dan berada di sisinya saat Tuan Worm memberi berapa patah kata di hadapan peti yang berisi jasad mendiang istrinya tersebut. Dita berusaha menghindari tatapan mata Mark yang terus tertuju kepadanya.
Pak Herdi menangkap tatapan Mark yang tak henti-hentinya memandang Dita yang mulai risih.
"Ini anak maunya apa sih, gak Dita gak Tasya mau dia empat juga," gumam Pak Herdi yang sengaja membuat Mark terjatuh di muka umum itu.
Mark yang merasa malu langsung menuju ke luar rumah duka dan berpapasan dengan Mitha.
"Hai, Mark!" sapa Mitha.
"Hai, Mitha." sapa Mark.
__ADS_1
Doni mengamati sekeliling Mark mencari Tasya tapi tak ia temukan.
"Dimana Tasya?" tanya Doni yang tak tahan juga melontarkan pertanyaan tersebut pada Mark.
"Aku tak tahu, mungkin di dalam!" ucap Mark.
"Kenapa kamu mencari Tasya?" tanya Mitha.
"Kan dia pacarnya," sahut Doni.
"Eh sudahlah, oh iya Mitha aku akan mengundangmu ke acara reuni sma kita dulu," ucap Mark.
"Lho kita kan beda angkatan, aku kan kakak kelasmu," sahut Mitha.
"Ini kan reuni akbar, jadi kamu harus datang, aku panitia di sana."
"Oh begitu, baiklah aku akan datang."
"Jangan lupa partisipasinya untuk penggalangan dana untuk cara amal di sekolah," pinta Mark.
"Siap...!!!"
"Oke kalau begitu, aku duluan ya." Mark melambaikan tangannya pada Mitha dan Doni menuju motor besarnya.
Doni mengamati Pak Herdi yang tersenyum pada Doni saat mengikuti Mark. Lagi-lagi apa Herdi membuat motor besar Mark jatuh dan menimpanya.
"Tolongin dia!" pinta Mitha yang menarik tangan Doni untuk segera menolong Mark.
"Duh makasih ya, siap banget aku dari tadi ada hantu bungkus yang suka ngerjain aku," keluh Mark.
Doni menahan tawanya mati-matian kala melihat Pak Herdi terus saja jahil pada Mark.
"Hantu bungkus, maksud kamu pocong?" tanya Mitha.
Mark mengangguk seraya menaiki motornya. Meski kakinya sakit, ia merasa harus cepat pergi dari situ.
Doni memperlambat langkahnya untuk sekedar bertanya pada Pak Herdi.
"Bapak kenapa gangguin dia?" bisik Doni pada Pak Herdi.
"Dia tuh sering banget iseng sama Tasya dan sepertinya dia itu mengincar Dita," sahut Pak Herdi.
"Jadi maksud pak Herdi, dia itu si pacarnya Tasya suka sama Dita?" tanya Doni.
"Pacar?" Pak Herdi mengernyitkan dahinya. Ka terkejut mendengar pernyataan Doni bahwa Mark adalah pacarnya Tasya.
"Ia, kata Tasya laki-laki menyebalkan itu pacarnya dia."
Pak Herdi yang belum di beri tahu soal kebohongan Tasya ini makin bingung dengan pernyataan Doni.
"Ah tau lah, pokoknya aku harus jauhkan si Mark itu dari Tasya dan Dita."
"Aku setuju!" seru Doni mengiyakan.
"Sayang kamu ngomong setuju sama siapa?" tanya Mitha menoleh ke arah Doni tak mengerti.
"Eng-enggak kok, cuma lagi ngomong sendiri aja." Doni langsung berlari kecil menuju istrinya itu.
***
"Anta pulang sama tante Tasya ya, bunda mau anter yanda ke dokter," ucap Dita.
"Emang yanda sakit apa?" tanya Anta masih dengan lahapnya mengunyah roti cokelat di tangannya.
"Nih perut yanda gatel lagi," sahut Anan.
__ADS_1
"Oke kalau gitu hati-hati ya, Anta mau ambil tante Yerry dulu di mobil."
Anta meraih tas dalam jok belakang di mobil Anan.
"Dah bunda, dah yanda, hati-hati ya."
Anta memeluk dan mencium Dita dan Anan bergantian.
"Titip ya, Sya," ucap Dita.
"Oke tenang aja, nanti aku pulang di antar Logan."
Tasya menggenggam tangan Anta dan mereka melambai pada mobil Anan dan Dita yang melaju meninggalkan mereka.
Tuan Worm ternyata lebih memilih jasad istrinya di kremasi di bandingkan di kubur, entah apa alasannya. Tasya jadi curiga ada sesuatu yang di sembunyikan Tuan Worm dan juga Logan. Tapi gadis itu tetap berusaha santai agar tidak di curigai.
Setelah semua prosesi pemakaman selesai, Logan mengantar Tasya pulang. Namun, sebelum ia masuk ke dalam mobilnya, Mitha memberitahukan perihal acara reuni di sekolah mereka saat SMA.
"Baiklah kalau begitu aku akan datang," ucap Logan.
"Kau mengantar gadis itu pulang ya?" tanya Mitha yang melihat sekilas ke arah Tasya dan Anta yang sudah berada di dalam mobil Logan.
"Iya, anak itu muridku di sekolah, dan satunya lagi itu tantenya."
"Bukankah gadus itu pacarnya Mark?" tanya Mitha.
"Iyakah? wah aku baru tahu, tapi sepertinya Mark tak pernah bersamanya," sahut Logan.
"Mereka bersama malam itu saat di Fun Fair, mereka mengaku kok berpacaran. Kau tak mau kan di sebut perebut pacar orang?"
"Ah kau bisa saja Mitha. Aku pergi duluan ya aku harus mengantar mereka pulang, bye..." Logan masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari hadapan Mitha dan Doni.
"Kamu tahu kan gadis itu, yang?" tanya Mitha pada Doni.
Doni hanya terdiam, ia melangkah menuju mobilnya.
"Yang kamu kok gak jawab pertanyaanku sih?" tanya Mitha seraya masuk ke dalam mobil.
"Aku tak perlu menjawabnya."
"Tapi kamu tahu kan gadis itu pacarnya Mark yang kita temui di Fun Fair, masa sekarang dekat sama Logan."
"Mungkin Logan hanya ingin mengantarnya pulang," ucap Doni.
"Iya juga sih, tapi sepertinya mereka tuh deket gitu. Apa jangan-jangan gadis itu menyukai Mark dan Logan ya? gampangan sekali kalau begitu."
"Bisakah kamu diam! jangan bicarakan Tasya seperti itu!" sentak Doni seraya melajukan mobilnya lebih kencang.
Tasya... jadi Doni mengenal nama gadis itu.
Mitha mengamati Doni dengan seksama, raut wajah pria itu marah kala ia tak sengaja menghina Tasya.
*****
Masih bersambung ya guys...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
- Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
- 9 Lives (END)
__ADS_1
- Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘