Pocong Tampan

Pocong Tampan
Cantiknya Aku


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


****


Perut Dita berbunyi kelaparan.


"Bunyi apaan tuh ?" tanya Anita.


"Cacing di perut ku konser Nit." sahut Dita meremas perutnya.


"Cantik - cantik cacingan, ih efek jorok gitu tuh."


" Sembarangan, kan itu cuma perumpamaan kalo aku tuh laper."


"Oh... gitu. Itu si Andri tuh."


"Hai Nit hai Ta."


"Gimana Sandra?"


"Baik kondisi nya bagus dia pulang hari ini, gue pulang kerumah ya mau nemenin dia jangan kangen sama gue." Andri merangkul Anita.


"Pede banget kocak." sahut Anita melepas rangkulan Andri.


"Oh iya Ta, ada kejutan buat kamu." Andri merangkul bahu Dita kini.


"Kejutan apa? anak mu lahir yak wash senangnya."


"Lah kok anakku, tadi kan kamu lihat sendiri kalau perut Sandra masih buncit."


"Oh iya ya, terus kejutannya apa?"


"Kejutannya ini." Anan menarik lengan Andri dan memelintir nya.


"Awwwww sakit tong sakit."


"Udeh gue bilang jangan pegang - pegang Dita."


"Sorry gue khilaf."


"Bukan khilaf, kebiasaan." gerutu Anan.


"Udah ah lepas ." Dita melepas tangan Anan dari lengan Andri.


"Yah baru aku mau tepuk tangan kasih semangat udah di pisahin Ta." sahut Anita.


"Kejutannya apaan Ndri?"


"Gak enak ah ada Anan makin emosi dia ntar."


"Emang mau ngomong apaan udah ngomong aja cepet gue gak bakal marah kok." Anan memberikan senyum kesal pada Andri.


"Hahahaha gak yakin gue kalau elo gak marah mah."


"Anan mundur gak! jauh di depan pintu sana!" perintah Dita


"Ciri-ciri ssti heheheh." sahut Anita


"Apaan tuh Nit?" Dita menoleh padanya.


"Suami suami takut istri hahahaha."

__ADS_1


"Hissss aku pikir apaan, cepet Ndri tadi mau ngomong apa?"


Andri membisikkan sesuatu ke telinga Dita .


"Hah? serius ?"


"Iya serius liat aja kalau gak percaya."


Andri melirik Anan yang mencoba menerka apa yang Andri bisikkan.


"Oke thanks infonya."


"Hati-hati Ta noh penjaga elo bisa ngamuk kaya singa ntar."


"Iya juga sih."


"Oke semuanya Andri ganteng nan kece ini pamit dulu ya, byeeee."


Andri menghilang sambil melambai.


"Kocak, pede paripurna." sahut Anita.


"Mau kemana dia?" tanya Anan.


"Jagain Sandra tadi pendarahan gitu kalo bayinya lahir sekarang kasian prematur lahir muda nanti."


"Bayi kan emang muda lahirnya ya anak bayi."


"Kata orang tua dulu ya gitu kalo 8 bulan prematur lahir muda kalo normal 9 bulan 2 Minggu bayinya tua."


"Ko bayi tua sih bayi ya bayi Ta."


"Au amat lah aku laper nih pengen bakso udah jam satu tuh." rengek Dita.


"Ya udah hayo."


"Ikut..." sahut Anita mengikuti Anan dan Dita berjalan di belakang mereka.


"Emmm iya sih ya udah bareng aja ke depannya."


"Emang mau makan apa sih?" tanya Shinta.


"Coba tanya Dita, mau makan apa Ta?" Anan menggenggam tangan Dita.


"Mau makan anak bayi !" Dita melepas pegangan tangan Anan mempercepat langkahnya mendahului Anan.


"Waduh..." Anan menyusul Dita segera begitu pula Shinta ikut menyusul Anan.


BRUG... "Upsss maaf ya." Shinta terjatuh karena Anita sengaja menghalangi langkah Shinta dengan kaki kirinya.


Anan menoleh ke arah Shinta yang kesakitan. Tak tega melihatnya, akhirnya dia berusaha menolong.


"Lah maksudnya kan biar ngehalangin dia ikut makan siang sama kamu Ta kok jadi adegannya gitu sih." ucap Anita merasa bersalah.


Dita memandang kesal ke arah Anan yang menolong Shinta apalagi di tambah akting Shinta yang pura-pura kesakitan merangkul Anan agar di bantu jalan.


"Kok aku sewot ya Ta." Anita menghampiri Anan dan Shinta.


"Awwww ... apaan tuh ya kaya ada yang jambak aku?" Anita menjambak rambut Shinta dengan kesal.


"Husss jangan kaya gitu." bisik Anan.


"Jangan kaya gitu, Noh liat si Dita kaya begono." Anita menunjuk Dita yang makin kesal dengan wajah memerah padam menahan amarahnya.


"Eh sorry Shinta duduk sini aja yak sama satpam bentar yak, pak satpam tolong bantu dokter ini jalan balik keruangan nya, nanti saya bawain makanan ya." Anan langsung buru-buru menyusul Dita.


"Ayo dok, saya bantu jalan." salah satu satpam menawari Shinta untuk menolong.


"Gak usah pak, bisa jalan sendiri huh." jawab Shinta meninggalkan kedua satpam itu.

__ADS_1


"Tadi katany sakit, itu sih bisa jalan sendiri."


"Dirimu kurang ganteng Jo makanya dia gak mau kamu tolong hahahaha." sahut satpam satunya.


"Asu."


***


"Tungguin Ta, kamu mah ngambek mulu." Anan menahan Dita.


"Siapa yang ngambek."


"Itu mukanya di tekuk cemberut, hayo senyum dong cantiknya aku ih gemes." Anan mencoba merayu Dita mencubit kedua pipinya.


"Cieee..." goda Anita.


"Apaan sih ah malu tau diliatin tuh." Dita menepis tangan Anan.


"Kenapa malu kamu kan cantik nya aku, ayo mau makan apa terserah aku yang bayar." ucap Anan.


"Aku juga ya Nan, asik." sahut Anita.


Anan mengangguk tersenyum.


"Dih murah banget Nit baru ditraktir makan aja udah baik. Tapi aku makannya nambah ya Nan."


"Huuuu samanya..." Anita menarik rambut Dita.


"Sakit Nit." Dita mengelus kepala nya.


"Tau nih Anita sakit kan tuh cantiknya aku." Anan mengelus kepala Dita dan memberi kecupan di sana.


"Huuu bilang aja modus Nan." ledek Anita


Anan mengedipkan satu matanya ke Anita.


"Ampun deh kelakuan."


"Kita naik busway yuk." ajak Dita .


"Sekarang?" tanya Anan.


"Iya sekarang terus naik MRT juga jalan-jalan ijin aja sama tante Dewi hehehe."


"Ide bagus tuh Ta." sahut Anita.


"Emmm gimana ya?"


"Nit kamu aja yang nemenin aku yuk."


"Eh iya iya aku mau." Anan menahan Dita


Dita dan Anita saling tersenyum puas.


"Tapi makan bakso dulu ya minumnya es campur terus beli cilok juga sama yoghurt strawberry, keripik kentang juga ya Nan sama salad buah."


"Astaga Dita malakin Anan." Anita menutup mulutnya menahan tawa.


"Udah bisa Nit, dia mah kalau makan banyak banget."


"Tenagaku kan habis Nan tadi jadi medianya Andri."


"Iya iya kamu mau satu gerobak bakso juga aku beliin." ucap Anan merangkul Dita sambil berjalan.


"Aaaahhh so sweet...." Anita gemas berjalan di belakang Anan dan Dita.


***


To be continued...

__ADS_1


Happy Reading...😘😘


__ADS_2