Pocong Tampan

Pocong Tampan
Pocong Nia


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


****


"Terus Aminah gak kenapa-kenapa kan Bu?" tanya Yusuf suami Aminah.


"Karena mereka Aminah tak apa, sekarang sedang menyusui anak mu." ucap nenek Sarinah.


"Wah terima kasih banyak ya semuanya, padahal saya sudah melarang Aminah untuk keluar rumah karena baru melahirkan sebulan yang lalu." ujar Yusuf.


"Maaf aku mau tanya nek, sejak kapan kuyang itu muncul di pulau ini, apa memang sudah lama?" tanya Dita pada nenek Sarinah.


"Sejak beberapa bulan yang lalu ya sekitar empat bulan yang lalu beredar kabar tentang keberadaan kuyang di pulau ini dan meneror warga." ucap nenek Amelia.


"Teror macam apa nek apa benar ia memakan bayi?" tanya Dita ingin tahu.


"Ada yang pernah kehilangan bayinya dan ada juga yang pernah melihat ia menghisap darah nifas wanita yang baru melahirkan." ucap nenek Sarinah.


"Wah persis seperti dia melakukannya pada ibu Aminah tadi." sahut Anan.


"Kalau begitu besok Aminah harus dibersihkan oleh juru kunci pulau ini agar aura negatif dari kuyang itu hilang dari tubuhnya." ujar nenek Aminah pada Yusuf.


"Baik bu, besok saya akan panggil Pak Danu." ucap pak Yusuf.


"Mas tolong buatin mereka minum." ucap Aminah yang keluar membawa bayinya.


"Aminah kenapa sih kamu bawa bayi kamu keluar, nanti kalau dia datang gimana?" ucap nenek Sarinah dengan cemas.


"Eh iya maaf nek, mari semuanya pada masuk." ucap Aminah.


"Ih dedek bayinya gemes banget sih." Dita menghampiri bayi tersebut yang tersenyum memandang Dita.


"Ih senyum senyum sama aku duh cantiknya dedek bayi ini." ucap Dita lalu Tasya pun ikut menghampiri bayi tersebut.


"Ih cantiknya hai dedek bayi." sapa Tasya namun tiba-tiba bayi itu menangis.


"Cup cup cup sayang diem ya." ucap Tasya malah makin membuat bayi tersebut menangis.


"Duh muka aku serem banget ya sampai nangis bayinya." Tasya mulai cemas.


Dita, Anan dan Doni menertawakan Tasya.


"Bawa masuk bayinya Aminah." ujar nenek Sarinah yang kemudian Aminah membawanya masuk.


"Mungkin takut sama ini nih." bisik Anan menoleh ke pak Herdi.

__ADS_1


"Ya udah yuk kita pamit balik ke hotel." ajak Dita.


"Eh belum saya buat kan minum, jangan pergi dulu." sahut nenek Aminah.


"Gak usah Bu, gak usah repot-repot, kami buru-buru mau pamit nanti kemalaman." ucap Dita lalu mereka pun pamit dari rumah ibu Aminah.


"Don pocongnya masih ngeliatin kamu tuh." Anan menggoda Doni.


"Aku gak mau lihat gak mau lihat." Tasya menutup matanya sambil menggandeng tangan Dita.


"Duh sama pak Herdi aja deh jangan sama aku kan mereka udah satu golongan." gumam Doni.


"Dia sukanya sama kamu sih Don hihihi." sahut pak Herdi makin menakuti Doni.


Tiba-tiba pocong itu sudah ada di samping Doni. "Hai..." sapa pocong perempuan itu.


"Kyaaaaaa."


BRUG


Doni tak sadarkan diri seketika itu juga.


"Doni...! masih jauh kan menuju mobil dia malah pingsan disini, udah sering ketemu begituan masih aja pingsan." pekik Dita.


"Wah ribet nih urusannya gimana angkatnya coba." Anan menepuk dahinya.


"Sya ini gimana nih?" tanya Dita yang menoleh ke Tasya.


"Sa...sa...saya enggak ngompol kok tapi saya gak bisa bergerak Ta kaki saya gemeter Ta lemes banget nih dengkul." sahut Tasya ketakutan.


"Kamu mau apa disini?" pak Herdi melotot ke arah pocong perempuan itu.


"Lho kalau kamu boleh disini kenapa saya enggak." sahut nya menantang pak Herdi.


"Saya disini karena menjaga perempuan cantik ini, nah kamu ngapain ikut-ikutan kelompok ini?" pak Herdi menunjuk Dita namun Anan buru-buru menghalangi tatapan pak Herdi ke Dita.


"Saya cuma mau kenalan kok sama dia, hai namaku Nia." ucapnya.


"Mbak pocong, eh mbak Nia tapi Doni nya takut gak mau kenalan nih temen saya juga ketakutan." ucap Dita yang berada di samping Tasya.


"Emmm kalau gitu sama yang ini aja deh." Nia mendekat ke Anan.


"Eh gak bisa gak bisa yang ini suami saya hak milih saya sepenuhnya." Dita langsung merentangkan kedua tangannya di hadapan Anan.


"Terus siapa dong yang mau gantiin jadi suami saya?" tanya Nia.


"Lah situ punya suami?" tanya Dita.


Hantu Nia mengangguk.


"Balik sana ke suaminya!" perintah Dita.


"Huhuhuhu saat saya meninggal suami saya sedang pergi berlayar di kapal China hiks hiks." ucapnya sambil menangis.

__ADS_1


"Kapan kamu meninggal? sepertinya kamu baru meninggal ." ucap Pak Herdi.


"Seminggu yang lalu, bayi saya diambil sama kuyang terus darah saya di hisap sama kuyang sampai saya lemas, dua hari kemudian saya mati huaaaaaa." sahut nya makin menangis dengan kencang.


"Yah dia curhat, jadi mbak Nia kangen sama suami gitu?" tanya Dita.


"Iyaaaa huhuhu saya mau ketemu sama suami, kan suami saya wajahnya mirip dia." Nia menunjuk Doni.


"Ah aku telepon om Kevin dulu deh, aku suruh bawa mobilnya kesini." Anan langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi om Kevin.


"Aku ikut kalian ya, aku kesepian, aku minta tolong bawa aku ketemu sama suami." pinta Nia.


"Lah mana kita tahu suami kamu kerja di kapal mana." sahut Dita.


"Anterin aku pulang nanti tanyain sama mama aku, ayo dong tolongin aku." Nia melompat-lompat mengitari Dita dan Tasya yang tak mau membuka matanya sedari tadi.


"Pulang sendiri mbak, masa pulang aja minta dianterin sih." sahut Dita.


"Huhuhu kamu kan bisa menolong ku." ucap Nia.


"Tuh mobil nya datang." tunjuk Anan.


"Doni kenapa?" tanya om Kevin.


"Biasa syok dia lihat hantu, ayo bantuin angkat om." sahut Anan lalu mengangkat tubuh Doni di bantu om Kevin masuk ke dalam mobil.


"Cowok tempe banget sih dikit-dikit pingsan." celetuk Tante Dewi dari dalam mobil.


"Ayo Sya kita masuk." ajak Dita.


"Aku gak bisa gerak kan Ta." ucap Tasya dengan gemetar.


"Hadeh ini sama nya sama Doni." Dita menarik paksa tangan Tasya.


"Ta itu lontong bungkusnya jadi dua ngikutin kita." ucap Tasya menoleh ke belakang sekilas.


"Biarin aja, biar pada lomba lompat - lompatan nyusul kita." ucap Dita sambil tertawa masuk ke dalam mobil bersama Tasya.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.


Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.


Vie Love you

__ADS_1


__ADS_2