Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Kode


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading 😊😊😊


******


"Aduh...!!! sakit cong...!!!" pekik Andri.


"Lagian bini orang di godain aja," Anan melirik tajam pada Andri.


"Aku ke dalam ya sama Anta, nanti aku masakin soto ayam," ucap Dita.


"Soto ayam?" tanya Andri dan Anan yang menyahut berbarengan.


"Iya, semacam sup ayam kuah kuning gitu dengan pelengkap sayuran, tadi aku udah beli bahan-bahannya bareng Anan," ucap Dita.


"Pokoknya masakan bunda paling enak," Anta menyahut sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Iya lah Ta, masakin bunda kamu mah cabe ditumis aja enak hehhee," Andri mencubit pipi Anta dengan gemas.


Andri sudah bersiap memegang tangan Anan sebelum sampai ke kepalanya untuk menjitak.


"Gak kena wleeekkk..." ledek Andri yang berhasil menepis tangan Anan.


"Ta, semua sayuran yang tadi aku beli, aku titip di lemari es kamu ya," ucap Anan.


"Cieeeee gue gak salah denger nih, aku kamu uhuuuyyy," Andri terus meledek Anan.


"Heh Onta sini luh," Anan menarik rambut Andri dan menjepit leher Andri di ketiak Anan.


"Anta ayo ke dalam jangan di liatin," ajak Dita.


"Tapi Anta mau ikut main sama yanda sama om itu bunda," pinta Anta.


"Udah jangan, yuk masuk," ajak Dita.


Tasya sibuk merapihkan barang etalase di dalam toko.


"Ta, sini deh," ucap Tasya.


"Tadi abis subuh, kan saya cek barang ya terus ada yang hilang coklat batangan, eh taunya di embat sama hantu motor itu," Tasya mengadu pada Dita.


"Gak bisa gitu dong, kalau tiap hari apa tiap saat dia habisin makanan di toko, bisa bangkrut dong toko kita," ucap Dita.


"Tapi dia kasih ini di atas meja," Tasya menyerahkan secarik kertas bertuliskan "Y00N4"


"Apaan nih?" gumam Dita.


"Kayak kode tau Ta, terus hantunya kemana?" tanya Dita.


"Pergi, kan dia takut sama Pak Herdi," sahut Tasya.


"Harusnya di tatar dulu tuh sama pak Herdi biar gak serem kalau ketemu kita."


"Di tatar, kamu pikir siswa baru apa yang di ospek sama senior."

__ADS_1


"Lha kan pak Herdi emang senior, hehehe, aku mau masak dulu ya, kamu jaga toko sama Anta," ucap Dita.


"Kan hari ini ada karyawan baru, katanya sih udah di jalan," ucap Tasya.


"Oke nanti kalau orangnya datang, kasih tau aku ya," Dita melangkahkan kakinya menaiki tangga bersama Tasya.


***


"Halo kak, apa betul ini mini market Ananta?" tanya seorang laki-laki berbadan kurus mengenakan stocking warna hijau, celana gemes pendek sepaha serta kaus putih berlengan panjang bertuliskan "Sexy & Hot".


"Lo siapa mas ada perlu apa?" tanya Anan.


"Ya Tuhan ganteng banget sih... Aku tuh jadi gimana gitu liatnya," sahutnya langsung mengeluarkan ponselnya.


"Siapa Nan, astaga cewek apa cowok nih?" tanya Andri.


"Heh gue emang masih cowok ya, tapi sebentar lagi gue bakal buat elo semua bertekuk lutut di hadapan gue pas gue gabung jadi idol terus elo semua teriak-teriak yeriiiiiiii i love youuuuuu..." ucap nya.


"Pantes sama panasnya sama pantat gue Nan," Andri menyentuh dahi pria itu dengan punggung tangannya sekilas.


"Heh sembarangan elo pikir gue gila apa?!" bentaknya.


"Mas Jerry, kok gak masuk?" Tasya menyapa pria itu saat membuka pintu mini market milik Dita.


"Ih mbak Tasya gimana sih, saya kan Yerri jangan panggil jerry dong ah, jauh-jauh saya jadi tekawe kesini biar bisa oplas, masih aja di panggil Jerry," sahutnya kesal.


"Ini orang berdua siapa ya mbak?" tanya Jerry.


"Oh ini pak Bos Anan, dia suaminya Dita pemilik toko ini, yang ini Andri anak buahnya," ucap Tasya.


"Kok bisa-bisanya Anan elu panggil bos sih Sya terus gue anak buah, enak aja kita tuh sepadan lho gak ada bos gak ada anak buah," protes Andri.


"Udah sih gitu aja di bikin ribut, udah sana mbak Jerry masuk ke dalam sana!" perintah Anan.


"Yerry bukan Jerry ya pak Bos ganteng," Jerry mencolek dagu Anan lalu masuk ke dalam toko.


"Hadeh... kudu cari tanah buat bersuci nih gue," gumam Anan.


"Bhuuuaaahhaaaaaa... sukurin luh!" ucap Andri.


Anan yang memegang kuas dan cat kayu, sengaja mengolesi wajah Andri dengan cat kayu tersebut.


"Kampret luh cong!" Andri membalas dengan polesan kuas cat warna lain ke wajah Anan.


Perang cat pun di mulai.


***


"Soto ayam sudah matang, yuk makan di depan kedai Anan aja," ajak Dita sambil membawa panci kuah soto yang panas ke depan toko sementara Anta membawa sayuran dan suiran ayam di tangannya.


"Sini Anta, tante tasya aja yang bawa," ucap Tasya menolong Anta.


"Makasih tante," sahut Anta dengan sopan.


"Cantik banget sih, bisa nih jadi model, kebetulan aku punya kenalan cari model cilik usia lima tahun bu," ucap Jerry.

__ADS_1


"Anta baru dua tahun kok," sahut Dita meletakkan panci panas itu ke meja yang sudah di buat untuk kedai Anan.


"Serius bu Anta umur dua tahun?" tanya Jerry dengan heran.


"Serius, dan jangan panggil saya ibu, panggil aja mbak sama kayak kamu panggil Tasya," ucap Dita.


"Iya deh bu, eh mbak."


"Ih yanda main topeng-topengan kok gak bilang sih, Anta kan mau ikut main?" ucap Anta menegur Andri dan Anan yang wajahnya penuh dengan bekas cat.


"Hehehe, ini om Onta iseng banget sama yanda," sahut Anan.


"Apaan sih, jelas-jelas elu yang rese," Andri menyenggol bahu Anan.


"Astagfirullah... kalian ini, udah sana cuci tangan cuci muka dulu baru ikut makan!" perintah Dita yang langsung di turuti oleh keduanya.


"Lucu ih, persis temen Anta tadi kalau kena setrap ibu guru langsung jalannya nunduk gitu hihihi," Anta meledek Anan dan Andri.


"Sumpah, ini enak banget bu, kenapa gak buka restoran aja bu kayak gini, masakannya enak banget," puji Jerry tak hentinya takjub dengan masakan Dita.


"Kan tadi saya bilang panggil mbak," ucap Dita.


"Eh boleh juga tuh Ta, jualan burger sampingnya soto ayam," Tasya memberi ide.


"Gak nyambung Sya, udah sih biar kan Anan dan Andri memulai usahanya sendiri," ucap Dita.


Anan duduk di samping Dita.


"Gak hilang cat nya nunggu besok kali ya ilangnya," ucap Anan meringis pada Dita.


"Lagian kamu sih bercandanya gitu banget, kayak anak kecil," Dita mencoba mengusap wajah Anan dengan tisu basah milik Anta.


"Duh so sweet banget sih, mau dong di gituin juga," Andri mengambil satu lembar tisu basah dan menyerahkannya ke Tasya sambil menyodorkan pipinya.


"Sama saya aja sini," Jerry langsung meraih tisu basah tersebut dari tangan Andri dan mengusap pipi Andri.


"Ogah ah, Gak usah biar gue aja sendiri, tangan lu pedes tuh bekas pegang sambel," ucap Andri meraih tisu basahnya kembali dan mengusap sendiri pipinya.


Wajah cemberut terpajang di wajah Jerry di sambut dengan tawa semuanya.


"Eh hampir lupa kan, ajak ibu makan kesini Ndri," pinta Dita.


"Oke siap, aku panggil dulu ya," Andri menyeberang menuju apartemen Anan.


*****


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)

__ADS_1


-          Gue Bukan Player


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2