Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Perubahan Shinta


__ADS_3

Tau gak, Vie butuh banget asupan nih buat semangat UP episode baru. Vie minta VOTE kalian dong yang banyak kali aja masuk 20 besar aamiin...


Jangan cuma nagih UP tapi lupa ngeVOTE.


Jangan lupa juga Like dan Komentarnya pasti aku baca buat penyemangatku juga.


Sekedar pemberitahuan Giveaway pulsa 25rb buat 4 orang pemenang masih terus ya berlangsung. Nanti awal bulan aku kasih tau pemenangnya, makanya kumpulin POIN kalian buat VOTE ke Pocong Tampan.


Terima Kasih...


******


Di parkiran rumah sakit, Shinta memesan taxi online dari ponselnya untuk membawanya dan Dita pulang.


"Kita mampir cofee shop bentar ya, aku mau ngobrol sama kamu," ajak Shinta.


"Boleh, aku juga mau beli roti buat Anta," sahut Dita.


Mobil berwarna putih itu datang menghampiri Dita dan Shinta.


"Pak, kita mau mampir ke toko roti yang ada menu kopinya ya," ucap Shinta.


"Aku tahu toko roti yang seperti itu dan rotinya juga enak Anta suka, deket rumah kita kok, gak jauh," sahut Dita.


"Baik bu, nanti kalau sudah sampai toko rotinya tinggal bilang aja ya, Bu," ucap si sopir taxi online tersebut.


"Oke, Pak. Jalan...!" seru Dita.


"Gue, eh aku maksudnya, gak nyangka bisa bareng sama kamu seperti ini," ucap Shinta.


"Iya gak nyangka, kirain kita bakalan cakar-cakaran, jambak-jambakkan gak jelas kaya ibu-ibu komplek lagi berantem," sahut Dita.


"Hahahaha... kamu bisa aja. Maafin aku ya, Ta. Kamu sama Anan tuh orang baik, ya emang aku udah paham sih kalian mah orang baik cuma aku aja yang iri dengki sama kebahagiaan kalian," ucap Shinta.


"Nah itu tau, tenang aja aku maafin kamu kok," ucap Dita seraya tersenyum pada Shinta.


Setelah tiga puluh menit perjalanan, Dita menyerukan pada sang sopir untuk berhenti di sebuah toko roti kesukaan Anta. Lalu keduanya masuk ke sebuah toko roti yang menyediakan minuman kopi sebagai menunya.


"Aduh, si Mbak masih aja ngegantung di sini," gumam Dita seraya menepis kaki wanita yang bolong-bolong dan berongga di permukaan kulitnya. Hantu wanita itu menatap Dita dengan senyum menyeringai dan mata yang membelalak dengan bola mata seperti mau lepas dari sarangnya.


"Kenapa, Ta?" tanya Shinta.


"Enggak, enggak kenapa-kenapa, yuk duduk sini aja agak jauh dari pintu depan!" ajak Dita yang sekilas melirik lagi ke arah hantu wanita yang menggantung itu. Jeratan tali di leher wanita itu terlihat makin menyeramkan.

__ADS_1


"Aku pesen dulu ya, kamu mau apa?" tanya Shinta.


"Mochacino sama red velvet cake aja," jawab Dita.


Setelah Shinta memesan pada pelayan toko itu ia duduk di hadapan Dita.


"Mau ngomong apa?" tanya Dita.


"Aku mau ngomong, mau minta Anan sama kamu apa mau ijin jadi malu kamu, boleh?" tanya Shinta seraya mengerlingkan matanya pada Dita.


"Di lempar vas bunga ini sakit lho kalau sampai ke kepala kamu," ancam Dita yang sudah bersiap memegang vas bunga di atas meja di hadapannya.


"Hehehe bercanda, Ta."


"Lagipula aku sudah menyerah, cinta Anan kan sama kamu besar banget," ucap Shinta.


"Nah, itu tau, cinta aku buat Anan juga lebih besar lagi," sahut Dita.


"Iya tau."


"Jadi, mau ngomong apa?" tanya Dita mulai ketus.


"Biasa aja kali, gak usah jutek banget, kamu bisa nemuin aku sama Lee, gak?" tanya Shinta.


"Hiiisss si Dita, gak peka banget, maksud aku Lee suami aku, bisa gak?" tanya Shinta lagi.


"Oh... Om Item..."


"Kok, kamu manggil dia Om Item sih?" tanya Shinta mulai ketus nada suaranya.


"Kamu udah paham kan kalau Lee itu sebenarnya genderuwo penunggu pohon di parkiran rumah sakit dulu, nah dia tuh item dan gede banget, makanya aku panggil Om Item," jawab Dita.


"Tapi bagiku, dia itu ganteng kaya oppa dalam drama itu, aihhh pokoknya ganteng banget, duh aku kangen banget nih sama Lee," ucap Shinta.


"Hadeh, kalau udah bucin akut mah mau kayak apa juga seremnya tetep di bilang ganteng," sahut Dita menepuk dahinya sendiri.


"Bisa gak Ta, kamu kan deket tuh sama para hantu, kali aja ada koneksi yang bisa buat kamu temuin aku sama Lee, bisa gak?"


"Astaga Shinta, koneksi macam apa coba di dunia perhantuan, lagipula kata Doni bukannya Om Item menghilang gara-gara dukun di kampung kamu?" tanya Dita.


"Iya sih, jadi udah gak bisa ya, Ta?"


"Aku juga gak tau, mungkin kalau kita kembali ke negara kita, dan kita pergi ke pohon besar di parkiran rumah sakit itu siapa tau aja bisa ketemu Om Item lagi," ucap Dita menjentikan jarinya saat memberi saran.

__ADS_1


Tiba-tiba seorang pelayan toko datang membawa pesanan Shinta dan Dita.


"Permisi, ini pesanannya. Oh iya Nona, ini kue coklat buat Nona," ucap pelayan toko itu menyerahkan satu slice kue coklat pada Dita.


"Tapi aku gak pesen, Shinta kali yang pesen," ucap Dita menunjuk Shinta.


"Aku juga gak pesen."


Shinta mengibaskan tangannya ke kanan dan ke kiri mengisyaratkan tidak pada pelayan toko tersebut.


"Oh ini kiriman khusus untuk Nona."


"Saya bukan Nona, saya sudah Nyonya punya anak satu eh hampir dua deng, nih buktinya." Dita menunjukkan cincin pernikahannya pada si pelayan toko.


"Wah, saya tak menyangka lho, Anda masih terlihat sangat muda. Kue ini pemberian dari pria yang duduk di luar sana," ucap si pelayan toko seraya menunjuk ke arah pria yang duduk di halaman toko roti tersebut.


"Siapa ya? oke makasih ya." Dita melongok ke arah luar toko kembali dan betapa terkejutnya Dita saat melihat sosok pria di kursi yang terletak di halaman toko roti.


Pria berkaca mata hitam itu lalu membuka kaca mata hitamnya dan tersenyum ke arah Dita. Senyum manis yang membuat Shinta terbelalak dan terpesona saat melihat wajah tampan milik pria yang melambaikan tangannya pada Dita.


"Astaga... ya ampun ganteng banget..." ucap Shinta dengan wajah sumringah dan mata yang berbinar-binar.


Pria itu kemudian berdiri dan melangkah masuk ke dalam toko roti. Saat ia membuka pintu toko tersebut, aura tampan memancar dari wajahnya. Bagai membawa lampu senter di punggungnya. Bagi Shinta pria gagah itu seperti layaknya matahari pagi yang sinar hangatnya menerpa tubuh Shinta.


Pria gagah itu menghampiri meja Shinta dan Dita. Ia lalu membuka suaranya dan menyapa Dita.


"Hai, Ta!" sapa pria itu.


******


Bersambung...


Mampir juga ke :


- 9 Lives (END)


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Forced To Love


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)

__ADS_1


Vie Love You All... 😘😘


__ADS_2