Pocong Tampan

Pocong Tampan
Om Beno part 3


__ADS_3

"Om.. om maaf ya aku mau ajak om masuk ke rumah Tante Fani eh rumah Om juga sih tapi please... mukanya cakepin dikit ya om."


Dita masih bergidik ngeri memandang wajah pocong dihadapannya itu.


Akhirnya pocong itu mengikutin Dita masuk kerumah Tante Fani.


"Nan, ini Tante nemu fotonya, ini yang namanya Sidik Purnomo, yang ini om Beno."


Tante Fani menunjuk foto para pria memakai baju seragam ABK yang berdiri sejajar di depan sebuah kapal besar.


"Cakep juga yak om Beno tapi.." Dita menoleh ke arah pocong yang berdiri di hadapannya itu.


"Tapi apa Nan?"


"Gak kenapa-napa Tante."


Entah ilusi atau memang keajaiban yang di punyai mereka para hantu, kini pocong om Beno berubah menjadi layaknya dia dulu waktu masih menjadi manusia.


Mar yang terbangun dari tidurnya hendak pipis ke toliet melihat ke arah papanya.


"Papah..." Mar memeluk papanya dengan erat.


Tante Fani yang tak bisa melihat dan merasakan terkejut dan terheran-heran melihat Mar yang memeluk udara dihadapannya.


Tante Fani menoleh ke arah Dita, dan Dita mengangguk menjawab pertanyaan yang ada di wajah Tante Fani.


Om Beno menunjuk kearah kapal yang ada di foto tepat dibelakang para ABK berjajar.


"Tante ada apa yak di kapal ini?"


"Oh ini kan bangkai kapal, cuma buat pajangan yang pada wisata ke pantai ini."


"Jauh gak Tante?"


"Lumayan sih. kenapa Nan?"


Tanya Tante Fani penasaran.

__ADS_1


"Emmm sepertinya ada sesuatu di sini, soalnya om Beno menunjuk ke sini." Dita mencoba memberitahukan petunjuk dari om Beno pada Tante Fani.


Tante Fani memandang ke arah om Beno meski dia tidak melihat namun dia menduga suaminya ada disana.


"Mas kamu kenapa? apa kamu gak tenang mas? Maafin aku ya mas hiks hiks." Tante Fani menangis terisak memeluk Dita.


Om Beno juga menangis menitikkan air matanya, dia melangkah ke arah Tante Fani dan mengusap air mata yang jatuh di pipi Tante Fani.


Tante Fani seperti merasakan ada yang menyentuh pipinya itu membuatnya tambah menangis.


Dita melihat ke arah Anan yang sedang mengelap ingus di bawah hidungnya.


"Kamu kenapa?" ucap hati Dita ke Anan.


"Pilek Ta, aku pilek.


"Halah bohong, nangis kan?"


"Iyak huhuhuhu sedih Ta.... sini peluk aku."


Anan merentangkan kedua tangannya mengharapkan Dita membalas pelukan nya Anan.


Juluran lidah Dita menjawab keinginan Anan.


***


Ke esokan paginya Tante Fani memutuskan untuk menemui teman om Beno yang bernama Sidik Purnomo itu.


"Ayo Tante aku temenin." Dita bersiap dengan tas ranselnya membawa baju ganti dan bekal.


"Kamu gak kerja ?" tanya Tante Fani.


"Enggak Tante tadi aku udah ijin hari ini buat nemenin Tante." jawab Dita.


"Tante jadi gak enak nih ngerepotin kamu."


"Gak papa Tante nanti kan kalo ada om Beno muncul aku jadi tau."

__ADS_1


Mereka akhirnya naik mobil rental yang di sewa Tante Maya untuk pergi ke desa Tanjung xx dekat pantai xx tempat om Beno dulu bekerja.


"Emm maaf nih sejak kapan kamu bisa lihat makhluk lain?"


"Sejak kecelakaan waktu itu Tante."


"Ohhh terus kamu bisa lihat mama kamu sama adik kamu dong?" Tante Fani mulai penasaran dengan kisah Dita.


"Enggak Tante, waktu mereka pamit aku liat, alhamdulillah sekarang mereka udah tenang disana."


"Jadi kamu belum tenang ya Ben." Tante Fani bergumam.


Mar sudah tertidur pulas di pangkuan mama nya karena perjalanan ini lumayan jauh juga diperkirakan mereka akan menempuh lima jam perjalanan.


"Nan, apa kamu bisa melihat semua hantu?"


"Gak sih Tante, cuma yang mau nampakin ke saya aja, biasanya mereka arwah penasaran yang masih punya beban di sini katanya sih gitu." ucap Dita.


"Maaf neng bisa lihat hantu?" ucap pak supir yang dari tadi menyimak pembicaraan Dita dan Tante Fani.


"Emmm saya gak begitu bisa sih pak, mas, bang hehehe maaf."


"Panggil aja saya Akang Jodi, saya sama temen saya suka banget bikin konten pemburu hantu di taro di YouTube."


"Ooh.. trus kenapa kang?"


"Ya kali neng mau join ngeramein vlog saya gitu biar tambah subscriber." ucap akang Jodi dengan logat sundanya.


"Ih si akang bisa aja, saya mah gak mau tenar kaya gitu kang, emangnya enak apa lihat hantu, gak enak tau kang kesiksa batin saya ihhh."


"Saya juga dulu gitu neng tapi sekarang udah biasa." ucap akang Jodi.


"Jadi kamu juga bisa lihat hantu?" tanya Tante Fani.


Akang Jodi mengangguk tersenyum dengan bangga.


***

__ADS_1


To be continued


Happy Reading...


__ADS_2