Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Bertemu Worm


__ADS_3

Spesial Ekstra Up buat kalian...


Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


******


Ular yang menuruni tangga tersebut ternyata berkepala manusia. Rambutnya panjang menutupi bagian depannya. Ia juga memiliki tanduk seperti tanduk rusa yang bercabang.


"Itu penunggu sini ya?" bisik Dita pada Anan.


"Kayanya iya bunda," sahut Anan.


"Kenapa kalian menganggu di kediaman ku ini?" tanya si makhluk ular tersebut.


"Kok dia paham bahasa kita yanda?" bisik Dita.


"Iya jangan-jangan dia ular eksotik turunan dari negara kita terus di import kesini ya bunda," sahut Anan menjawab dengan berbisik juga.


"Heh sembarangan! aku itu bisa semua bahasa yang ku dengar tau!" ucapnya lalu menghampiri Dita dengan merayap menggunakan perutnya.


"Ih aku geli tau liatnya, merinding," ucap Dita.


"Tapi kalau ular aku kamu gak takut kan bunda?" Anan melirik Dita sambil tersenyum nakal.


"Yanda... bukan waktu yang tepat ngomongin kayak gitu, aku tau kamu mau ngomong menjurus kemana, ya kan?"


"Heh anak muda, kalian ini bukannya takut padaku malah membicarakan ku ya, jangan-jangan kalian ke sini mau berbuat mesum ya?" tukasnya dengan lidah menjulur-julur ke arah Dita.


"Idih... geli banget aku sama uler, jauh-jauh mbak!" Dita langsung berlindung di balik tubuh Anan.


"Eh mbak ular! kalau ngomong jangan sembarangan, kami ini sudah menikah tau, dan saya pemilik restoran ini," ucap Anan menegaskan.


"Kalian sudah menikah? dan kalian juga pemilik restoran ini?"

__ADS_1


"Iya... mbak ular kita suami istri, lagian emangnya suka ada pasangan mesum ke sini?" tanya Dita.


"Ya terkadang begitu, makanya aku suka menakuti para pemuda pemudi tersebut," ucapnya.


"Mbak udah lama tinggal di sini?" tanya Dita.


"Namaku Ratu Sanca, aku makhluk pesugihan untuk membuat restorannya ini laris, tapi pemilik aku sebelumnya kalah saing, aku juga tak punya kekuatan untuk mempertahankan karena makhluk saingannya lebih hebat dan lebih besar dariku," ucap Ratu Sanca tersebut.


"Hmmm berarti kekuatan dia kecil, gak guna bunda," bisik Anan.


"Heh aku bisa ya mendengar semuanya, sesungguhnya aku itu kuat tapi pemilikku yang dulu itu sungguh ceroboh, mana dia pemabuk dan tukang judi juga," ucap Ratu Sanca menjelaskan.


"Hmmm... nih ya Ratu Sanca kalau menurutku ya, tak ada kekuatan yang lebih hebat dari kekuatan Tuhan, jadi kalau yang di atas sudah berkehendak mau restoran itu laku atau gak laku tetap urusan yang di atas yang punya kuasa," ucap Dita.


Ratu Sanca mengadahkan kepalanya ke atas, begitu juga dengan Anan tanpa sadar.


"Kalian pada kenapa sih? pada ngeliatin apa?" tanya Dita.


"Kamu bilang kehendak yang di atas kan? aku sedang mencari sosoknya," sahut Ratu Sanca.


"Reflek bunda, jadi ikutan nengok ke atas hehehe," sahut Anan.


"Eh mbak Ratu Sanca, kamu sudah hapal ruangan di sini kan? bisa antar kami berkeliling?" tanya Dita mulai terbiasa menahan jijiknya dan gelinya terhadap ular.


"Kamu benar -benar tidak takut ha denganku?" tanyanya.


"Hmmm masih banyak makhluk serem yang lebih seremnya dari kamu tau, jadi biasa aja tuh!" sahut Dita menggandeng tangan Anan dan hendak menaiki anak tangga.


"Ayolah mbak Ratu Sanca yang cantik, tunjukkan ruangan di atas," ucap Dita.


Ratu Sanca tersebut akhirnya menurut dan menunjukkan beberapa ruangan di gedung tersebut.


Anan mengamati sekeliling sambil merancang ide apa yang dia mau buat untuk merubah tata letak perabotan terdahulu di dalam ruangan tersebut.


"Boleh kah aku ikut kalian dan membantu kalian agar restoran kalian nanti laris manis?" pinta Ratu Sanca.

__ADS_1


"Gak boleh! aku maunya dagang yang jujur tanpa ada penglaris atau semacamnya. Tapi, kamu boleh tetap tinggal di sini, asal jangan mengganggu usaha ku dah suamiku ya," pinta Dita.


"Baiklah, ternyata kalian memang orang-orang yang baik ya," ucap Ratu Ular Sanca itu.


Saat sudah selesai mengamati sekeliling Dita dan Anan pamit pada Ratu Sanca. Mereka akan kembali esok hari untuk menata ulang dan membersihkan restoran tersebut agar kembali cantik, bersih dan rapih untuk dilihat.


Saat berada di halaman gedung restoran milik Anan tersebut sesorang mengejutkan mereka yang datang dari arah belakangnya.


"Halo tuan, kenapa anda bisa masuk ke sana?" tegur seorang pria mengenakan kemeja kotak-kotak warna hijau dan berpadu dengan celana jeans biru terang.


"Oh saya pemilik restoran ini yang rencananya bulan depan akan saya buka," sahut Anan.


"Perkenalkan namaku Worm, aku pemilik restoran pizza yang terkenal di sini, itu restoran ku, jika kalian mau kalian bisa mampir kesana dan ku beri diskon sebagai hadiah perkenalan kita," ucap Worm.


"Hmmm boleh tuh bunda, kita makan siang sekalian," ajak Anan.


"Mari ikut aku!" ajak Worm.


Anan meninggalkan mobilnya di halaman gedung milik Om Kevin tersebut, karena restoran milik Worm dekat jadi mereka memutuskan untuk berjalan kaki ke sana.


******


Masih bersambung ya guys...


Jangan bosen-bosen untuk VOTE dan maaf ya kalau Vie mulai slowres balas komen-komen kalian tapi aku selalu like dan baca lho komen kalian sebagai penyemangat Vie untuk nulis. Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku


(season 1 END, Season 2 - hiatus)


-          9 Lives (END)


-          Gue Bukan Player (END)

__ADS_1


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2