
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
Saat tertidur di dalam mobil Dita bermimpi bertemu dengan sang Ratu Kencana Ungu.
"Pergi dari negeri ini cah ayu, di sini terlalu berbahaya untukmu terlebih untuk Anta, jika iblis Ro itu bangkit, Dia akan mencari Anta untuk dijadikan media sebagai penerus kekuasaan gelapnya," ucap sang Ratu.
"Aku harus pindah lagi ke luar negeri?" tanya Dita.
"Iya, bawa semua anggota keluargamu pergi, jika tidak, cepat atau lambat suku Ro itu akan datang melenyapkan semua yang berhubungan dengan Anta," ucap sang Ratu.
"Tante Dewi, Om Kevin, Doni, Tasya, semuanya bisa mati?" tanya Dita mulai cemas.
"Iya... Aku akan membuat Kevin menerima pekerjaan di negara Sun Rise, kau pindahlah kesana!"
Ratu Kencana Ungu kemudian menghilang, seketika itu juga Dita terbangun.
"Kita pindah yanda!" ucap Dita.
"Hah pindah?" Anan menoleh pada Dita sekilas.
"Iya, nanti aku ceritain semuanya," ucap Dita.
***
Anan sampai di parkiran apartemen keluarga. Betapa mengejutkannya ketika sampai di lobby apartemen, Sahid melihat sosok yang sangat ia tidak sukai. Perempuan bertubuh sintal dengan postur tubuh tinggi semampai bak model.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sahid pada perempuan berkacamata hitam itu.
"Halo abi... apa kabar?" wanita itu melepas kaca mata hitamnya sambil tersenyum sinis pada Sahid.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini Laila," pinta Sahid.
"Hmmm... memang aku hendak pergi dari sini, aku kan datang kesini untuk menjemput Arga," ucapnya.
"Bisakah kau biarkan Arga bersamaku kali ini, aku akan mengurus gak asuhnya, berapapun yang kau minta," ucap Sahid.
Kalau ku berikan Arga padamu, kau hanya akan membayar ku sekali, enak saja, kalau Arga tak bersamaku, dari mana uang yang nanti bisa aku dapat.
__ADS_1
"Laila aku bertanya padamu!" Sahid menyentak Laila dengan mengejutkannya.
"Hmmm... maaf ya, biarkan saja Arga bersamaku, jika aku pergi ke luar negeri untuk bekerja baru ia ku titipkan padamu," ucap Laila.
"Ayo Arga, ikut ummi!" Laila menarik tangan Arga.
"Tapi ummi, Arga masih mau di sini sama abi," ucap Arga merengek dengan menarik tangan umminya.
"Biarkan Arga di sini bersamaku, nanti ku antar ia kepadamu minggu depan," ucap Sahid.
"Tak mau, sia-sia rasanya aku kemari jika tak membawa Arga," ucapnya.
Laila menatap Dita dan Anta secara sinis. Matanya kini tertuju pada Anan. Senyum merekah mulai terlihat saat melihat Anan yang secara sopan menundukkan kepalanya sebentar pada Laila.
Dita langsung merangkul lengan Anan dan menariknya kembali menuju apartemen milik mereka. Dita tahu ada tatapan lain dari Laila yang seolah ingin melahap Anan segera.
***
"Welcome home..." Dita langsung merebahkan dirinya di atas sofa.
"Hai Anta... tante Tasya punya kejutan," Tasya mengeluarkan bingkai emas berukuran sedang yang terdapat cermin dari kamarnya.
"Ayo keluar!" Tasya mengetuk-ngetuk bingkai. Dari dalam cermin kemudian muncullah hantu Maria yang membuat Tasya kegirangan dan berjingkrak-jingkrak.
"Dimana-mana kalau lihat hantu keluar dari cermin mah kita ketakutan ya, eh si Anta malah girang banget," ucap Anan merangkul Dita yang duduk di sofa.
"Tau ya, aku ngidam apa coba punya anak pemberani kayak gitu," ucap Dita sambil tertawa kecil di sana.
Maria memeluk Anta dirinya hendak pamit dari Anta.
"Kenapa Maria pamit? emangnya masalah dia udah selesai?" tanya Dita.
"Ya, pas kalian pergi, aku bantu selesaikan masalah Maria, hebat kan aku."
Tasya memuji dirinya sendiri.
"Memangnya kenapa masalahnya?" tanya Anan.
Tasya menoleh pada Maria yang mengangguk. Lalu Tasya ceritakan bagaimana ia membantu menyelesaikan persoalan yang membuat Maria tidak tenang.
***
__ADS_1
"Hei anak culun! harusnya tuh kamu ngaca kamu tuh gak pantas buat Naruto!" Kania mendorong Maria ke pintu toilet. Punggungnya terasa sakit. Ini bukan kali pertama dia mendapat perlakuan seperti ini.
Sejak Maria pindah ke sekolah Matahari tersebut, ia sering mendapat perlakuan menyakitkan dari Kania dan teman-temannya. Siswi paling cantik dan populer di sekolah.
Bukan hanya Maria banyak murid lain yang mendapat perlakuan sama apalagi jika berdekatan dengan Naruto cowok pintar, tampan, dan kaya di sekolah. Maria sendiri sebenarnya keturunan orang kaya yang tidak di ketahui di sekolah. Ayahnya menjodohkan Maria dengan Naruto sebenarnya oleh karena itu Naruto jadi dekat dengan Maria.
Terlebih jika di rumah, Maria yang terlihat cupu, culun tak lagi nampak jelek jika rambutnya di gerai. Naruto pernah melihat kecantikan gadis itu secara alami saat dia ke rumah Maria bersama keluarganya. Semenjak itu Naruto jatuh cinta pada Maria.
Tapi entah kenapa semenjak hubungan yang ia tutupi dengan Maria tercium oleh Kania, Maria sering di serang dan menjadi korban perundungan para kawanan Kania yang mengaku populer di sekolah.
Hingga suatu hari sikap Naruto berubah pada Maria, ia hanya diam saja jika Maria di sakiti di hadapannya Tatapan Naruto kosong, seolah rasa cintanya pada Maria hilang tergantikan begitu saja dengan rasa cintanya yang dalam pada Kania. Semua yang Kania lakukan serasa benar. Entah apa yang merasuki Naruto sampai di butakan oleh Kania.
Hari itu hari dimana Maria tewas, Kania membawanya ke dalam toilet perempuan. Di sana ia benturkan kepala Maria ke cermin yang langsung retak dan pecah berkeping-keping. Maria tak sadarkan diri. Lalu Kania memerintahkan Naruto untuk mencekik Maria sampai tewas.
Naruto melakukannya tanpa sadar, ia berada di bawah pengaruh Kania. Pecahan cermin tersebut di sayatkan oleh Kania pada pergelangan tangan Maria. Darah mengucur deras keluar dari tangannya. Tubuhnya ditinggalkan begitu saja di kamar mandi perempuan dalam sekolah itu.
Polisi yang memeriksa jasad Maria menyatakan bahwa dia bunuh diri dengan pecahan cermin kamar mandi yang ia pecahkan. Ruh Maria yang masih tak tenang bersemayam di dalam kaca kamar mandi. Sampai petugas kebersihan yang datang membawa cermin berhasil membuat Maria pindah ke cermin yang di bawanya.
Tadinya penjaga kebersihan tersebut mau membantu Maria membalaskan dendam gadis itu, tapi sayangnya ia harus meninggal di apartemennya karena serangan jantung. Apartemen yang terletak di sebrang rumah toko Dita yang sekarang di tempati Andri dan ibunya.
Tasya membantu Maria untuk menyadarkan Naruto, membuatnya terlepas dari pengaruh jahat Kania berkat bantuan Jerry yang memiliki teman cenayang. Tadinya Maria tetap takut dan tak ingin bertemu dengan Kania terlebih dia juga masih sangat mencintai Naruto. Dia tak ingin membuat Naruto sedih dan mendekam di penjara. Namun akhirnya, Tasya berhasil meyakinkan Maria agar tenang menuju ke alamnya.
Rekaman cctv yang merekam depan pintu kamar mandi pun akhirnya ditemukan. Dalam rekaman tersebut terlihat jelas Kania dan Naruto masuk ke dalam kamar mandi bersama Maria. Lima belas menit kemudian mereka pergi tanpa Maria. Selama ini rekaman cctv tersebut di sembunyikan di dalam rumah Naruto.
Naruto menangis sejadi-jadinya saat ia sadar ialah yang membunuh Maria bersama Kania. Naruto menyerahkan diri ke kantor polisi berikut rekaman cctv untuk mengakui perbuatannya. Polisi lalu menangkap Kania dan membawanya ke dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
******
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1