
Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...
Happy Reading... 🥰😊
******
Operasi Doni dinyatakan lancar dan kondisi pria itu dinyatakan stabil. Lalu, tubuh Doni dipindahkan ke ruang rawat inap VIP dalam rumah sakit tersebut.
"Mendingan kalian pulang aja deh!" seru Mitha menatap tajam ke arah Tasya.
Gadis itu memilih bersembunyi di balik Dita. Tatapan mata Mitha cukup membuatnya tak ingin cari masalah.
"Kita pulang yuk, Ta." Tasya berbisik di telinga Dita.
"Ya udah, besok kita ke sini lagi," ucap Dita.
"Jangan! mendingan besok kalian gak usah ke sini lagi!" hardik Mitha.
"Biarkan, Mit. Besok juga paling pas Doni sadar cari mereka," sahut Shinta.
"Kakak itu kenapa, sih? kenapa sekarang kakak malah luluh sama mereka," ucap Mitha dengan nada kesal.
"Kamu jagain Doni yang bener ya, jangan sampai terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Doni," pinta Shinta.
"Kakak mau kemana?" tanya Mitha.
"Saya mau pulang, kasian Lee kalau di rumah sakit gini," ucap Shinta.
"Baik, kami permisi dulu," ucap Dita dan Tasya, sementara Anan sudah dari tadi menunggu di mobil untuk menghindari Shinta.
"Dita, boleh saya ikut menumpang mobil kamu?" tanya Shinta.
Dita dan Tasya saling menatap satu sama lain dan karena tak tega melihat Lee yang sudah tertidur pulas, Dita mengiyakan. Sekali lagi sebelum Shinta pulang, dia mengancam Mitha agar menjaga Doni dengan benar.
***
Di parkiran rumah sakit, Shinta menceritakan perihal kejadian yang ia lihat tempo hari di rumahnya. Saat pertemuan Ratu Masako dengan makhluk jadi-jadian anak buahnya itu.
"Berarti bener apa kata si Tom, Doni harus waspada sama Mitha dan Ratu Masako," sahut Dita.
"Gimana kalau kita suruh Pak Herdi jagain Doni?" tanya Tasya memberi usul.
"Boleh, tuh."
Dita menoleh ke arah Pak Herdi.
"Saya? jagain Doni? Hmmm... baiklah kalau begitu, saya kembali ke ruangannya deh kalau gitu. Oh iya nanti kalau saya mau menghubungi kalian bagaimana?" tanya Pak Herdi.
"Oh iya, Pak Herdi kan gak bawa hape, terus bagaimana caranya menghubungi kita?"
Tanya Tasya menoleh ke arah Dita sekarang.
__ADS_1
"Gelang kamu, kalau terjadi sesuatu sama Pak Herdi, biasanya gelang itu akan bersinar, dan kamu cukup panggil dia pulang," ucap Dita.
"Oke kalau gitu, ya udah Pak Herdi jagain Doni ya, aku mohon... jangan sampai terjadi sesuatu sama dia, makasih ya Pak Herdi sebelumnya."
Tasya menggenggam kedua tangan Pak Herdi saat berterima kasih.
Hmmm... tega kamu, Sya. Terpaksa saya jagain jodoh kamu, kan gak mungkin juga saya berharap bisa jadi jodoh kamu, setelah saya tak berjodoh dengan Dita.
"Oke, kalian tenang aja, saya bakal jagain Doni," ucap Pak Herdi lalu melompat ke arah rumah sakit dan kemudian ia menghilang.
"Kalian bicara sama siapa, sih?" tanya Shinta.
"Ada deh, nanti dia bakal jagain Doni." ucap Dita.
"Terima kasih ya, saya gak tau lagi mau minta tolong sama siapa, setelah perbuatan yang saya lakukan ke kamu dan Anan, saya jadi malu sendiri," ucap Shinta.
"Ini, serius Shinta ikut kita?" tanya Anan saat melihat Shinta dan anaknya masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang bersama Tasya.
"Iya bener, udah nanti aku ceritain di jalan kenapa Shinta sampai ikut kita," ucap Dita.
Lalu Anan menyalakan mesin mobilnya dan melaju pulang.
***
"Ummm... boleh saya tidur di rumah kamu, Ta? Saya takut sama makhluk Jepang itu," pinta Shinta.
"Gimana ya..." Sekali lagi Dita tak tega karena melihat Lee.
"Samantha?" tanya Shinta.
"Iya, asal kamu tahu aja kak, kalau di rumah kamu ada si makhluk Jepang sama Ratu Masako, di rumah sini ada hantu perempuan namanya Samanta, terus ada hantu setengah perempuan namanya Lily sama Jerry, tapi mereka baik," sahut Tasya.
"Hadeh... ternyata memang kamu cocok banget sama Doni, seringnya ngomongin hantu. Tapi, hantu rumah ini beneran baik kan?" tanya Shinta memastikan lagi.
"Bener... Baik..."
Anan, Dita, dan Tasya kompak menyahut bersamaan.
Malam itu Shinta menginap di rumah Tante Dewi akhirnya.
***
Pagi itu Shinta sudah membantu Tante Dewi menyiapkan makanan, saat Dita dan Anan baru saja terbangun. Setelah mandi dan merapihkan diri, Dita dan Anan menuruni tangga menuju ruang makan. Begitu juga dengan Tasya yang bersama Anta menuruni tangga menuju ruang makan.
"Ini cobain, telur mata sapi sama oseng ayam kecap," ucap Shinta.
Ia mengambilkan piring untuk Anan dan menyendokkan nasi untuk Anan.
"Gak usah, ini buat Tasya aja, saya maunya Dita yang ambilin saya nasinya," ucap Anan.
Dita sudah menatap Shinta dengan tatapan tajam dan menggeram pelan.
__ADS_1
"Aduh maaf saya lupa hehehe habisnya kalau liat Pak Manan bawaannya langsung klepek-klepek gitu," ucap Shinta.
"Anan, nama saya Anan, Manan itu kan kembaran saya," ucap Anan.
"Iya, jangan sembarangan nih ya coba-coba deketin Anan," ucap Dita yang masih berdiri dan melingkarkan kedua tangannya di leher Anan.
"Asal kamu tau ya, dia tuh udah milik saya selamanya. Nih tanda cap kayak gini banyak di badan dia dari saya, di badan aku juga banyak cap dari Anan," Dita menunjukkan bekas tanda kepemilikan di leher Anan dan juga dirinya.
"Astagfirullah... Anta gak boleh lihat!" ucap Tasya langsung menutup mata Anta.
"Emang kenapa, sih? leher Bunda sama Yanda pada kenapa?" tanya Anta.
"Pada gatel kegatelan! udah makan aja sarapannya!" seru Tante Dewi yang langsung menatap Dita dan Anan tajam.
"Hehehe... khilaf, lupa kalau ada Anta," sahut Dita.
"Jadi gimana keadaan Doni?" tanya Tante Dewi.
"Udah stabil Bu, nanti saya mau jenguk ke sana, tapi bisakah saya titip Lee sama ibu, soalnya pihak rumah sakit melarang anak di bawah usia dua belas tahun untuk masuk ke dalam," pinta Shinta.
"Boleh aja, kebetulan hari ini Anta libur sekolah, biar main bareng nemenin Lee, bukan begitu Anta?"
"Bukan... eh maaf Tante, iya... hehehee."
Anta menunjukkan deretan gigi kariesnya saat meringis ke arah Tante Dewi.
"Aku mau ke kantor polisi nih, aku mau kasih laporan soal Mark, dia kan udah menganiaya Doni semalam," ucap Anan.
"Ide bagus, Tante juga gemes tuh sama Mark, mau Tante ulek pake cobek ini," ucap Tante Dewi.
"Tasya mau ikut saya ke rumah sakit, menjenguk Doni?" tanya Shinta.
"Aku? Ummm sama Dita ya, boleh kan?" tanya Tasya.
"Iya tentu boleh, sekali lagi makasih ya atas perhatian kalian sama adik saya," ucap Shinta.
*******
Bersambung...
Mampir juga ke :
- 9 Lives (END)
- Diculik Cinta (On Going)
- With Ghost (END)
- Forced To Love
- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)
__ADS_1
Vie Love You All... 😘😘😘