Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Dita di Rumah Sakit


__ADS_3

Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...


Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊


******


Anan menangis tatkala melihat tubuh istrinya bersimbah darah. Tangan kanan Dita yang penuh darah setelah memegang perutnya itu menyentuh pipi Anan. Sambil tersenyum ia menyeka air mata Anan. Lalu tangan Dita jatuh seiring ia tak sadarkan diri.


Hyena yang melihat kejadian itu tersenyum puas. Kemudian wanita jahat itu langsung masuk ke dalam mobil dan langsung memerintahkan sang supir untuk melajukan mobilnya pergi dari tempat kejadian.


"Bawa Dita ke rumah sakit sekarang Nan!" perintah Pak Herdi menyadarkan Anan dari tangisannya.


"Pak ayo bawa ibu ke rumah sakit," ucap sang supir taxi menghampiri Anan. Lalu Anan membopong tubuh Dita masuk ke dalam mobilnya.


"Bunda kamu kuat, kamu harus kuat demi aku demi Anta, bunda sayangku jangan tinggalin aku," anan terus menciumi tangan Dita dan kening Dita.


Sementara Pak Herdi menekan luka Dita agar tak mengeluarkan darah lebih banyak.


***


Sesampainya di rumah sakit Dita langsung di larikan ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Anan lalu menghubungi tante Dewi menceritakan kejadian yang menimpa Dita. Tante Dewi bergegas menuju rumah sakit bersama Om Kevin tanpa membangunkan Tasya dan Anta.


"Dengan suami ibu Anandita?" tanya seorang suster yang keluar dari ruang pemeriksaan Dita menghampiri Anan.


"Iya saya sendiri," sahut Anan.


"Pak, bisa ikut saya ke dalam," ucap Suster mempersilahkan Anan masuk.


"Dengan bapak...?"


"Anan, nama saya Ananta suaminya Dita," Anan mengulurkan tangannya pada dokter pria tersebut.


"Begini pak, ibu Anandita harus segera di operasi, namun kamu kekurangan stok darah untuk yang bergolongan O resus positif, jadi apakah ada kerabat lain yang mempunyai golongan darah yang sama?" tanya Dokter tersebut.


"Aduh, siapa ya kalau darahku sama tante Dewi kan semuanya A, tapi si Anta darahnya apa ya? nanti saya tanya keluarga saya dulu dokter, tapi saya harap segera bawa istri saya ke ruang operasi saya akan usahakan mengenai donor darahnya," ucap Anan lalu bergegas keluar untuk menghubungi tante Dewi dan Andri mencari golongan darah yang sama dengan Dita.


***


Di apartemen tante Dewi saat hendak mengunci pintunya, ponselnya berbunyi. Anan menghubunginya untuk mencari tahu golongan darah Tasya dan Anta.


"Ya udah tante bangunin deh, bentar nih tante ke rumahnya," ucap Tante Dewi lalu menarik om Kevin menuju kamar apartemen Dita setelah menutup ponselnya.

__ADS_1


"Hoam... Kenapa bu malam-malam gini mau namu?" tanya Tasya sembari meregangkan tangannya saat mengulet.


Tante Dewi menceritakan kejadian yang menimpa Dita. Tasya langsung panik dan menangis.


"Aku mau nyusul Dita ke rumah sakit, aku mau ikut ke sana," pinta Tasya merengek dengan tangisannya.


"Sya, kasian Anta kamu jagain Anta aja di rumah, tante cuma mau tanya golongan darah kamu apa?" ucap Tante Dewi.


"Golongan darahku B, terus si Anta setau aku dia golongan darahnya sama dengan Anan kata Dita tempo hari waktu Anta lahir," ucap Tasya sambil menyeka air matanya.


"Ya udah kamu jagain Anta aja di rumah, nanti aku kabari perkembangan Dita, aku juga mau ke bank darah deh kalau Anan belum nemuin juga donor darahnya," ucap Tante Dewi.


"Bener ya tante kabari saya gimana perkembangan Dita," ucap Tasya.


Tante Dewi dan Om Kevin lalu pamit dan segera pergi ke rumah sakit. Tasya menutup pintu apartemennya dan menoleh ke arah Lili yang rambutnya sudah di potong oleh Anta sebahu bak seorang pramugari pesawat terbang seperti model barbie mainan milik Anta.


"Apa liat-liat?" tanya Lili menegur Tasya, dirinya sedang meratapi potongan rambutnya yang ia genggam dari tadi.


"Tambah cantik kok kayak model cleopatra," ucap Tasya.


"Oh masa sih? hmmm ya udah kalau gitu bagus ya berarti aku tambah cantik hihihi, udah sana kamu tidur biar aku jagain rumah buat kalian," ucap Lili yang wajahnya berubah tadinya kesal jadi tersenyum senang.


***


"Saya golongan darahnya O Nan, saya bisa dong mendonorkan darahnya sama Dita?" ucap Pak Herdi yang berada di samping Anan.


"Ya ampun nih bungkus permen, lupa kali ya sama dirinya yang udah jadi hantu, mana ada darahnya yang bisa di ambil, masa aku harus gali kuburan bapak buat ambil darahnya," ucap Anan mulai sewot.


"Oh iya lupa ya maafin ya Nan," ucap Pak Herdi.


"Anan?" seorang pria menegur Anan.


"Sadewa? kamu udah sehat?" tanya Anan.


"Iya sudah, nih saya kesini habis minta surat keterangan sehat buat persyaratan gabung di perusahaan entertainment yang waktu itu saya cerita, " ucap Dewa.


"Kamu sendiri ngapain Nan, mana Dita?" tanya Dewa.


"Dita tertembak Wa, dia butuh banyak bantuan darah sedangkan stok darah untuknya di rumah sakit ini kosong," Jawab Anan dengan wajah sangat cemas.


"Golongan darah Dita apa?"

__ADS_1


"O, golongan darahnya O."


"Golongan darah ku O, aku aja yang jadi pendonor buat Dita," ucap Dewa.


Anan langsung berlutut dan sangat berterima kasih pada Dewa yang telah membuatnya merasa lega. Kini istrinya bisa di selamatkan.


"Makasih banyak Wa, makasih banyak, berkat kamu aku gak tau lagi mau berbuat apa," ucap Anan memeluk Dewa.


"Ini balas budi aku kok, kan kamu sama Dita juga nolongin aku pas aku kecelakaan sampai koma kemarin, yuk kita temui dokter!" ajak Dewa.


***


Operasi Dita berjalan dengan baik butuh waktu satu jam untuk mengeluarkan peluru dan menjahit luka di perutnya. Lalu Dita dipindahkan ke ruang perawatannya.


"Kamu harus seret Hyena ke penjara Nan," ucap Om Kevin di koridor depan ruang perawatan Dita.


"Iya om pasti, tadi juga supir taxi sudah membantu aku, dia menyerahkan kaset rekaman video mengenai pengakuan Hyena yang membakar ruko milik Dita dan penembakan ke Dita. Semua video itu terekam di dashboard mobilnya, dia sudah serahkan pada polisi Erik, besok polisi Erik dan pasukannya akan menangkap Hyena," sahut Anan.


"Ya, om akan kawal pastinya agar si Hyena itu benar-benar di penjara," ucap Om Kevin.


"Ya aku juga mau banget lihat si perempuan ular itu lumutan di penjara," ucap Tante Dewi menimpali dengan geram.


"Betul, yang penting polisi jangan sampai kalah sama kekuatan yang Hyena dan Tuan Ming punya," ucap Om Kevin.


"Menyan, kamu harus segera tolong Dewa!" Pak Herdi datang di hadapan Anan mengejutkannya.


"Ada apa dengan Dewa, dia pingsan gitu apa darahnya gak berhenti?" tanya Anan.


"Bukan itu, pokoknya ayo cepetan ke ruang Dewa sebelum sesuatu yang merugikan menimpanya," ucap Pak Herdi menambah kecemasan.


******


Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...


Jangan lupa main ya ke cerita ku lainny


- WITH GHOST (UP)


-          Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)


-          9 Lives (END)

__ADS_1


-          Gue Bukan Player (END)


Vie Love You All 😘😘😘


__ADS_2