
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Ratu tunggu, ibu ratu tunggu aku belum selesai ngomong, ibu ratu...!" pekik Dita.
"Bunda sayangku bangun bunda kamu tuh ngigo apa sih?" Anan menepuk pipi Dita pelan membangunkannya.
"Tadi itu barusan..."
"Kamu mimpi ya?" tanya Anan.
Dita langsung memeluk Anan dengan erat saat itu juga.
"Ibu ratu siapa yang kamu temui?" tanya Anan masih dalam pelukan Dita.
"Ratu yang waktu di pulau tadi dia datang bentaran trus mau kasih petunjuk eh pas mau kasih petunjuk dia pergi, mungkin karena kamu keburu dateng kali Yanda." sahut Dita mencoba menutupi pertemuannya dengan Ratu Masako dan Ratu Kencana Ungu.
Dita masih ingin menyembunyikan hal tersebut dari Anan terlebih soal maminya Anan dan ratu Masako yang menginginkan putrinya. Apalagi pilihan dari Ratu Kencana Ungu tentang memilih putrinya atau Anan. menurut Dita belum saat ia ceritakan pada Anan.
"Petunjuk apa yang mau dikasih sama ratu?" tanya Anan penasaran.
"Gak tau petunjuk apa, jangan-jangan nomor togel apa lotre hehehe." sahut Dita asal.
"Dita.... aku serius nih nanya." sahut Anan kesal.
"Aku bercanda kok ngomongnya gak tau tiba-tiba tuh ibu ratu dateng aja gak tau mau ngomong apaan, oh iya ini kenapa pelukannya gak dilepas-lepas sih?" tanya Dita masih dalam pelukan Anan.
"Kan tadi kamu yang peluk aku duluan." sahut Anan tak mau melepaskan pelukan Dita.
"Ya tapi kok aku gak bisa lepas pelukannya ya?" tanya Dita.
"Tau nih kayak ada lemnya gak mau lepas maunya nempel peluk kamu terus." ucap Anan menggoda Dita.
"Anan jangan lupa nanti... hmmmm gak di rumah gak di kantor gak di mana-mana mesra-mesraan mulu gak ada bosennya." ucap Tante Dewi yang memergoki Anan dan Dita saling berpelukan.
"Tau nih Tante aku gak bisa lepasin pelukan Dita." sahut Anan dengan ucapan manjanya ke Dita.
"Hmmmm modus itu mah, hapal banget Tante sama watak kamu Nan." sahut Tante Dewi.
__ADS_1
"Lepas Yanda engap nih." pinta Dita dan akhirnya Anan melepas pelukan Dita.
"Makanya kalau kamu peluk-peluk aku tanggung sendiri akibatnya bakalan susah lepas lho." ucap Anan dengan wajah manjanya yang menggemaskan bagi Dita.
"I love you Yanda sayang." ucap Dita memberikan finger heart pada Anan.
"I love you too bunda sayang." Anan membalas Dita dan berniat menciumnya namun Tante Dewi melerai seketika itu juga.
"Stop...! tante mau ngomong, jangan lupa kamu ketemu sama supplier obat yang baru di Cafe Panda nanti malam jam setengah delapan ya." pinta Tante Dewi pada Anan.
"Dita ikut ya, aku kan gak mau jauh-jauh dari Anan ini ngidamnya dedek bayi lho gak mau jauh dari ayahnya." pinta Dita melingkarkan lengannya di lengan Anan.
"Hadeh terserah deh yang penting rapih jangan pakai jeans sama kaos gini ya Ta kamunya." ucap Tante Dewi menunjuk Dita lalu mengambil dokumen dari lacinya dan membawa laptop dari meja kerja Tante Dewi.
"Lah Tante mau kemana lagi itu?" tanya Anan.
"Mau cek laporan keuangan bareng sama Kevin." sahutnya.
"Cie yang bentar lagi nikah uhuy." Dita menggoda Tante Dewi nya itu.
"Ih sirik aja, eh awas ya kalian kalau melakukan hal-hal yang diinginkan di ruangan ini, awas aja ya nanti berceceran!" ancam Tante Dewi.
"Apanya Tante yang berceceran?" tanya Anan.
"Keringet kalian yang berceceran! awas aja!" Tante Dewi menutup pintu ruang kerjanya.
"Eits gak boleh kata Tante Dewi gak boleh ya." Dita menggoyangkan jari telunjuknya ke arah Anan.
"Yah..." sahut Anan.
"Tapi kalau di rumah mah boleh kok." Dita menoleh ke Anan saat membuka pintu ruang kerja Tante Dewi.
"Yesss...!" sahut Anan segera mengikuti Dita keluar dari ruangan.
"Mau kemana pak bos?" tanya Doni yang melihat Anan pergi dari ruang kerjanya.
"Mau pulang, mau nengok dedek bayi." sahut Anan dari kejauhan sambil merangkul bahu Dita.
"Nengok dedek bayi? emangnya kak Dita udah lahiran apa?" tanya Doni ke Tasya sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Mana saya tahu, mungkin maksudnya nengok dedek bayi temennya Dita kali apa bos Anan baru lahiran." sahut Tasya.
"Emang Dita punya temen? kayaknya bos Anan juga gak punya temen deh, siapa ya yang habis lahiran hmmm?" Doni mengetuk-ngetuk dagunya dengan pulpen yang ia pegang.
Udah jam makan siang, ke kantin yuk Don." ajak Tasya.
"Yuk laper juga aku." sahut Doni lalu membereskan meja kerjanya.
__ADS_1
"Jo titip ya, kalau ada yang mau maling kamu takut-takutin aja ya." pinta Doni pada Jojo yang hanya menatapnya dengan datar.
Doni dan Tasya pergi menuju kantin rumah sakit di lantai basement.
***
Setibanya Doni dan Tasya di kantin rumah sakit, mereka memesan bakmi ayam dan nasi goreng serta es teh manis untuk keduanya.
"Eh tau gak suster Cindi kan akhirnya meninggal tadi pagi gue denger dark nyokap gue tadi nelpon gue." ucap salah satu suster yang berbincang dengan suster lainnya di samping Tasya.
"Iya ya kasian juga gue denger-denger juga dia ke sambet apa ke santet gitu ya habis pergi hiking tempo hari sama anak-anak alumni kampusnya." sahut kawan suster yang lainnya.
"Iya bener udah dua Minggu dia gak bisa gerak kedua kakinya sampai busuk katanya pas di amputasi malah meninggal ih serem ya." ucap suster yang tadi duduk samping Tasya.
"Eh bentar maaf mau nanya Suster Intan lagi ngomongin Suster Cindi, ummm itu suster Cindi yang suka jaga di lantai tiga bukan?" tanya Doni.
"Iya bener, elo kenal Don?" tanya suster Intan pada Doni.
"Kenal lah, emang dia kenapa?" tanya Doni.
"Dia meninggal Don, tadi pagi jam sembilan nih gue baru dapet kabar dari nyokap gue yang tadi pagi telpon kasih tau gue." sahut suster Intan.
"Innalilahi wa innailaihi rojiun." sahut Doni dan Tasya bersamaan.
"Kenapa gara-garanya?" tanya Doni.
"Dia sakit Don tapi ada yang bilang dia ke sambet apa ke santet, kakinya gak bisa gerak gitu aja pada busuk sampai amputasi malah." ucap suster Intan.
"Mungkin dia diabetes kali?" sahut Tasya.
"Ih bukan gak ada riwayat sakit apa-apa katanya pokoknya aneh deh." sahut suster Intan.
"Oke deh makasih ya infonya, Sya kita habisin dulu makan siang kita terus aku mau telpon pak bos dan kak Dita mau kasih tau soal Cindi." ucap Doni.
"Iya Don." Tasya mengangguk dan menyantap bakmie ayamnya.
***
To be continued
Jangan lupa mampir ke novel ku lainnya ya guys...
- Kakakku Cinta Pertamaku
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
Ku tunggu like dan komen kalian disana dan Vie mau ngadain Giveaway lho di novel Kakakku Cinta Pertamaku jangan lupa ikutan ya pembaca tersayang ku 😘😘😘