Pocong Tampan

Pocong Tampan
Rencana Lagi


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


***


Dita menceritakan kejadian yang terjadi di rumah besar milik kakek Harja pada Tasya saat menuju perjalanan mengantar Andi ke sekolah.


"Tuh kan ada yang mencurigakan Ta, pantes aja ih gak sabar mau tau apa di gerebek polisi hihihi." ucap Tasya.


"Udah diem-diem aja ini masih rahasia Sya." ucap Dita.


"Kak, Andi takut kesekolah." ucap Andi dari kursi belakang.


"Waduh iya nanti kalau dia di ganggu Kunti peyot lagi, gimana Ta?" tanya Anan sambil fokus menyetir.


"Iya yak nanti gimana Sya?" Dita menoleh pada Tasya di kursi belakang samping Andi.


"Tenang Tasya udah berani nih, hmmm dikit sih beraninya tapi kalau dia berani muncul ke hadapan aku dan gangguin Andi nanti aku tarik mukanya yang banyak kerutan itu biar kulitnya copot." ucap Tasya dengan polosnya.


"Idih kok aku bayangin nya malah serem ya kalau kulitnya copot terus dagingnya keliatan sama tengkoraknya idih jangan sampe Sya." sahut Dita.


"Huaaaaaaa Andi takut kak." pekik Andi yang hampir menangis.


"Hayo loh Dita... hayo loh Dita... nih Andi mau nangis gara-gara kamu." Tasya menunjuk ke arah Dita.


"Dih kan kamu yang bilang mau tarik kulit keriput tuh Kunti peyot, hayo loh Tasya hayo loh Tasya."


Gantian Dita menunjuk Tasya.


"Huaaaa aku takut kak." pekik Andi menutup wajahnya.


"Hahahaha ini pada kenapa sih main tunjuk - tunjukkan gini?" Anan menahan tawanya.


"Tau nih si Anita eh Tasya duh aku jadi inget kan sama Anita." Dita tiba - tiba menangis tak terasa meneteskan air matanya sesenggukan dengan aliran di hidungnya yang langsung ia seka dengan mengambil selembar tisu di depan dashboard mobil yang dikendarai Anan.


"Eh jangan nangis dong Ta, nanti Anita sedih kalau kita tangisin." sahut Anan sambil mengelus pipi Dita menyeka air mata dari pipi Dita.


"Kok jadi kakak Dita yang nangis?" tanya Andi menoleh pada Tasya.


"Nahlo Andi... nahlo Andi... hayo loh kakak Dita di bikin nangis, bapaknya panjang... hap..."


Dita melempar tisu bekas yang sudah dia gunakan untuk menyeka ingusnya ke arah Tasya dan tepat sasaran masuk ke dalam mulut Tasya menghentikan ucapan Tasya segera.


"Hahahhaa..."


Anan dan Andi tertawa berbarengan.


"Ih Dita mah ini tisu bekas apaan sih ada asin - asinnya gini?" Tasya menggenggam tisu bekas Dita tadi terasa berlendir di tangan.


"Dita jorok ih ini bekas ingus yak?" pekik Tasya sambil melempar tisu itu kembali pada Dita.


"Hahahaha lagian kamu nakutin nyalahin Andi nanti dia nangis aja." sahut Dita yang sekarang sudah tertawa kecil tersungging dari wajahnya.


"Udah udah ah aku jadi sakit perut nih ketawa mulu." Anan menghentikan laju mobilnya karena sampai di halaman sekolah Andi.


"Andi takut kak gimana ini?" tanya Andi agak ketakutan hendak turun dari mobil Anan.


"Bismillah yuk kakak Tasya udah berani nih, dikit sih tapi tenang kakak Tasya bakal jagain Andi yuk." ucap Tasya menarik Andi pelan agar turun dari mobil.


"Iya Ndi, nih kakak Dita turun dari mobil, bilangin ya kalau ketemu sama Kunti peyot jangan cuma beraninya sama anak kecil tapi hadapi mama papanya gitu." ucap Dita.


"Lah kirain mau ngomong bilangin ke Kunti peyot jangan cuma berani nya sama anak kecil tapi hadapi aku gitu taunya suruh hadapi mama papanya huuu." ledek Tasya.


"Lah masa hadapi aku ya hadapi mama papanya dulu, kalau dia macam-macam sama Andi baru hadapi aku gitu hehehe."

__ADS_1


"Huuu dasar, yuk ah Ndi masuk yuk, salim dulu sama papi Anan sama mami Dita." ucap Tasya memerintahkan Andi untuk mencium tangan Dita dan Anan.


"Iya kakak, Andi sekolah dulu ya." Andi mencium punggung tangan Anan dan Dita bergantian.


"Iya Andi sayang... kamu belajar yang rajin ya, lalu ... hormati guru mu sayangi teman, itulah tandanya kau murid budiman."


ucap Dita sambil bernyanyi tersenyum pada Andi.


"Sumpah ih Dita garing ih dari semalam." sahut Anan.


"Kamu tuh juga lemot dari semalem." Dita memukul bahu Anan dengan kencang.


"Aduh si bunda sayang ku tenaganya kuat banget ih, sakit tau perih." Anan mengeluh sambil mengelus bahu yang di pukul Dita.


"Lagian... udah sana Andi masuk ke dalam, nanti Tasya kalau udah pulang langsung telepon aku ya, terus kita ke rumah sakit soalnya mama Andi mau pulang." ucap Dita.


"Mama aku mau pulang kak?" tanya Andi.


"Iya sayang, mama udah boleh pulang." sahut Dita.


"Asik, hore mama pulang mama pulang." Andi berjingkrak - jingkrak sambil bertepuk tangan.


"Ya udah yuk Ta, ke rumah sakit." ajak Anan masuk ke dalam mobilnya.


"Oke, dadah semuanya, nanti kalau ada apa-apa kamu langsung telepon ke aku ya Sya." ucap Dita masuk ke dalam mobil Anan.


"Siap...!" sahut Tasya lalu menggandeng tangan Andi masuk ke dalam sekolahnya.


"Nan stop...!" Dita mengejutkan Anan yang langsung menghentikan mobilnya tiba-tiba.


"Kamu kenapa sih bunda sayangku?" tanya Anan penasaran.


"Tuh lihat di pojokan si Kunti peyot lagi nemplok di dinding tuh ngobrol sama siapa tuh." ucap Dita menunjuk ke sudut ruangan tepat di sisi samping gedung sekolah Andi.


"Dih iya ya, kok kayanya sama pemilik sekolah deh." ucap Anan.


"Sama ibu Amelia? masa sih?" Dita memicingkan kedua matanya melihatnya dengan seksama.


"Eh iya itu ibu kepala sekolah, wah aku jadi curiga nih jangan-jangan tuh kunti peyot makhluk peliharaan si ibu kepsek lagi ckckckckc." ucap Dita.


"Ayo Yanda cabut takut ketahuan kita ngintip." Dita menepuk bahu Anan.


"Oke oke kita pergi." Anan menancap gas mobil nya melaju menuju rumah sakit keluarga milik Anan.


"Kita harus segera tuh Ta menyelidiki si kunti peyot." ucap Anan sambil fokus menyetir.


"Bener Nan, tapi nanti dulu ah kalau mau main ala detektif aku mau kelarin urusan si kakek Harja sama nenek siapa deh namanya..."


"Nenek Atika."


"Iya bener terus mau gali kuburan si potem buka ikatan dia biar gak kelayapan mulu." ucap Dita.


"Jadi kapan tuh kapten Jihan mau menggerebek rumah si kakek Harja?"


"Tunggu aba-aba dari aku nanti aku hubungi kapten Jihan terus dia bawa anak buahnya buat tangkap tangan ke rumah kakek Harja." ucap Dita.


"Iya ya ide bagus itu, kamu bangunin aku dong kalau pas bangun jam tiga pagi seperti semalam." pinta Anan.


"Kamu mah pules banget kalau tidur belum kalau tidurnya mangap dengan suara dengkuran khas kamu yang gemesin itu, aku kan gak tega bangunin kamu."


"Masa sih aku ngorok?" tanya Anan tak percaya.


"Bener, nanti aku rekam ya pas kamu ngorok hehehhe."


"Pokoknya bangunin aku, aku gak mau kalau kamu minta tolong pak Herdi tanpa ada aku, aku gak mau kamu makin deket sama dia ya."


"Ya ampun masih cemburu aja sih, aku tuh seutuhnya milik kamu Ananta Prayoga aku cuma milik kamu Yandaku sayangku cintaku my honey bunny sweety baby ku yang paling tampan."


Dita mengedip - ngedip kan kedua matanya manja menggoda Anan.


"Jangan gitu deh bundaku sayang aku jadi kepengen bawa kamu pulang nih bukannya ngantor ke rumah sakit."

__ADS_1


Anan menggoda Dita.


"Yah jangan deh repot kalau urusan gitu mah fokus aja bawa mobilnya ke rumah sakit." sahut Dita.


***


Sesampainya di parkiran rumah sakit keluarga milik Anan.


"Kamu mau kemana Ta?" tanya Anan.


pada Dita.


"Kamu duluan aja gih, aku ada urusan sama om item, kemarin Pak Herdi payah masa gak bisa nakutin Shinta, hantu yang di kamar mayat juga gak bisa bikin takut Shinta loh." jawab Dita.


"Masa sih, segitu kuatnya Shinta apa hantu pada takut sama dia hahahaha." ucap Anan sambil tertawa.


"Dia gak peka tau, sama sekali gak bisa lihat hantu dan sepertinya mental dia kuat juga tahan banting sama godaan para hantu."


"Hmmmm berarti emang dia lebih menakutkan dari hantu hahhahaha udah ah aku duluan ya ke dalam nanti Tante Dewi nyariin lagi." ucap Anan.


"Oke sayangku nanti aku menyusulmu yak." Dita melangkahkan kakinya ke pohon besar tempat tinggal om item.


"Om item om item sini main yuk." bisik Dita di bawah pohon besar rumah si genderuwo besar penunggu parkiran rumah sakit keluarga milik Anan.


"Hmmmm tumben kamu cari saya ada apa Ta?"


kepala om item muncul dari balik dedaunan di atas kepala Dita.


"Turun om Dita mau ngobrol." ucap Dita.


"Tidak bisa Ta, saya gak kuat sama matahari saya ngumpet aja disini, kamu ada perlu apa cerita saja." sahutnya.


"Jiah macam vampir aja takut sinar matahari hihihihi." Dita menengadahkan kepalanya ke atas pohon.


"Ya begini lah saya, coba katakan apa gerangan yang membawamu ke sini sepagi ini, mana kamu tak membawa makanan untukku." rengek om item pada Dita.


"Oh iya aku lupa, nanti aku bawain deh, om item mau makan apa?" Dita menawarkan makanan pada si hantu genderuwo itu.


"Aku mau kambing guling boleh Ta?" pintanya.


"Astaga gede banget om, kambing guling dibawa kesini nanti orang-orang pada curiga buat apa kambingnya."


"Tapi aku mau itu Ta."


"Oke deh tapi gak utuh ya, kambingnya di potong-potong nanti aku umpetin disini samping pohon."


"Boleh yang penting kambing guling, nah sekarang apa yang kamu ingin katakan padaku, apa kamu ingin minta sesuatu?"


"Ting yak anda benar sekali." ucap Dita.


"Tapi jangan minta harta padaku kan aku bukan om jin hahhahaha."


"Ini kenapa sih kata hantu kalau manusia mau minta sesuatu mikirnya harta terus."


"Kan memang manusia suka dengan harta, mereka pasti selalu berpikir harta yang mereka punya tak pernah cukup untuk memenuhi nafsu mereka."


"Bener juga sih banyak yang kaya gitu, tapi aku gak minta harta om, aku kan udah punya harta hehehe, apalagi harta yang paling berharga adalah keluarga." ucap Dita sambil bernyanyi nada lagu film favoritnya.


"Non ngapain disitu?"


seorang satpam yang melintas di area parkiran menegur Dita


****


To be continued...


alias bersambung mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan ini spesial crazy up untuk mengisi waktu luang kalian di waktu ke gabutan selama lockdown. Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak.


Dan jangan lupa Vie udah bela-belain crazy up ayo dong crazy vote kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan nangkring di 20 besar apalagi 10 besar vote meski ngarep hehehe.

__ADS_1


Makasih buat yang selalu setia membacanya.


Love you all 😘😘😘


__ADS_2