
Dear readers tersayang... Jangan lupa sebelum membaca di Like and komentar di babnya. Kalau sudah habis membaca jangan lupa juga buat Vote pakai poin kalian buat dapetin Giveaway dari Vie.
Terima kasih and Happy Reading. 😘😊
*******
Aneka makanan lezat nan mewah dihidangkan di atas meja makan untuk menyambut kedatangan Dita dan lainnya.
"Silahkan duduk, kita cicipi masakan koki terbaik yang kupunya seraya kita berbincang-bincang," ucap Miss Suzuki mempersilahkan.
Tanpa kecurigaan sedikitpun, Tante Dewi, Dita dan Anan duduk dan mencicipi makanan tersebut dengan santainya. Apalagi Miss Suzuki juga ikut menyantap hidangan makan malam tersebut.
"Ibu Dewi, jika saya ingin memperkerjakan Anda kembali di rumah sakit itu bagaimana?" tanya Miss Suzuki.
"Wah kebetulan, saya juga ingin sekali kembali bekerja di rumah sakit itu," ucap Tante Dewi dengan penuh antusias.
"Bagus, kalau begitu besok silahkan datang ke rumah sakit, kita tanda tangani perjanjian kontrak kerja Anda."
"Terima kasih." Tante Dewi membalas senyum hangat Aiko.
"Nah, bagaimana jika Tuan Anan dan Nyonya Dita ikut bekerja di sana?" Miss Suzuki menckba menawarkan pekerjaan pada Anan dan Dita.
"Maaf sebelumnya, kalau saya pribadi karena istri saya sedang hamil, saya tak ingin dia bekerja, tapi kalau saya sendiri mungkin bisa menerima tawaran pekerjaan dari Anda," sahut Anan.
"Yanda, yakin?" bisik Dita.
Anan menoleh padanya sambil tersenyum dan mengangguk pelan.
"Oke, baiklah. Kebetulan saya akan membuat bangunan rumah sakit yang baru dan saya butuh manager untuk mengelola gedung baru tersebut, terima kasih sebelumnya Anda sekalian mau menerima tawaran dari saya," ucap Miss Suzuki.
Dita melihat Pia sedang menatapnya dari kejauhan. Raut wajahnya tampak cemas, seperti ingin memberi tahu sesuatu, tapi wanita itu tampak takut untuk memberitahukannya pada Dita.
Tak lama kemudian, terdengar suara tawa yang lirih dari arah Miss Suzuki.
"Apa kalian sudah merasa pusing?" tanyanya.
"Maksud Anda?" Anan menoleh pada Miss Suzuki yang sudah mengubah wajahnya menjadi sosok wanita yang mereka kenal.
Brak!
"RATU MASAKO!"
Anan bangkit dari duduknya dan memukul meja makan dengan kesal. Anan tersentak saat Tante Dewi menjatuhkan kepalanya ke atas meja karena tak sadarkan diri.
"Yanda, aku pu...sing."
Dita menyusul kemudian, ia juga tak sadarkan diri.
"Bunda...!" pekik Anan yang berusaha mengguncang bahu Dita.
"Hahahaha... kalian memang bodoh, sebegitu mudahnya aku dapat mengundang kalian ke mari dengan sosok Suzuki ini, dan tanpa curiga sedikit pun kalian dengan mudahnya menyantap makanan tersebut."
Pandangan Anan mulai kabur, sosok enam orang pelayan yang berada di sekitar meja makan menghilang, kecuali Pia.
"Di mana si Pia?" lirih Anan.
__ADS_1
Anan berusaha untuk bangkit saat ia mulai kehilangan kendali atas tubuhnya dan hampir jatuh. Namun, obat bius yang dicampur sang Ratu Masako pada makanan yang mereka santap tadi cukup kuat. Perlahan dengan pasti Anan tumbang juga, ia jatuh ke lantai.
Tiba-tiba sosok Pak Herdi muncul seraya memanggil Dita.
"Dita, saya sudah ketemu di mana tempat...."
Bola matanya berkeliling melihat keadaan yang membuatnya sangat terkejut.
"Ah... kau hadir juga rupanya, pocong?" sapa Ratu Masako.
"Apa yang kau lakukan pada mereka?"
"Hmmm... aku akan memakai Dita untuk menjadi mediaku, toh sebentar lagi tubuh ini sudah tak akan kuat menjadi mediaku," ucap Ratu Masako.
Kalung di leher Dita berpendar. Lalu ia tiba-tiba tersadar dan mengangkat wajahnya.
"Herdi, waktuku tak akan lama untuk bisa mengendalikan Dita, aku akan mengorbankan segalanya untuk mengalahkan Ratu Masako," ucap Dita.
"Siapa kau?" tanya Pak Herdi.
"Aku Ratu Kencana Ungu, dengan kekuatanku, aku akan membuatmu masuk ke dalam tubuh Anan. Lalu, hancurkan tempat pemujaan itu!"
"Ratu Kencana Ungu?"
"Cepatlah, Herdi! waktu kita tak banyak!"
Pak Herdi langsung berbaring di atas tubuh Anan dan berhasil masuk ke dalam tubuhnya. Ia segera berlari menuju ruang bawah tanah tempat ia menemukan meja pemujaan Ratu Masako.
"Jangan lari!" seru Ratu Masako seraya memancarkan sinar berwarna hitam ke arah tubuh Anan namun ditepis oleh Ratu Kencana Ungu yang memakai tubuh Dita.
"Pia...! hentikan pria itu!" seru Ratu Masako memberi perintah pada Pia yang langsung berlari menyusul Pak Herdi.
***
Di Apartemen Doni dan Tasya.
"Don, bagus ya foto pernikahan yang tadi aku cetak, dapat bingkainya lagi," ucap Tasya menunjukkan foto pernikahan mereka.
"Ya, bagus. Eh sekarang panggil aku Papi dong, aku panggil kamu mami, gimana?" tanya Doni.
"Gak ayah bunda aja?"
"Gak ah, itu kan Pak Bos sama Kak Dita, aku maunya Papi dan Mami," ucap Doni bersikeras.
"Oke deh, ih yang ini manis banget ya, taruh di sini aja deh, biar aku selalu lihat foto pernikahan kita yang diapit sama Dita dan Anan."
Tasya memasang bingkai foto tersebut di dinding di hadapannya.
"Eh, Anta mana ya?" Tasya menoleh dan kedua matanya berkeliling mencari sosok Anta.
"Tadi kayaknya main sama Ratu Sanca, Antaaaaa...." panggil Doni.
Karena tak ada sahutan dari Anta, Tasya dan Doni bergegas mencari anak tersebut di sekeliling rumah.
Prang!
__ADS_1
Bingkai foto yang tadi Tasya pasang tiba-tiba jatuh begitu saja dan menyebabkan pecahan kaca yang berantakan.
Deg...
Tasya menoleh ke arah bingkai tersebut.
"Perasaan aku gak enak, Don..." ucap Tasya.
"Cuma perasaan kamu aja kali, kamu cari Anta gih, aku bersihin pecahan kaca itu, besok bingkainya aku ganti aku beliin yang baru," sahut Doni.
Tasya akhirnya mencari Anta dan menemukannya menangis di sudut dekat pintu depan memeluk Ratu Sanca.
"Anta kenapa?" tanya Tasya.
"Anta gak tau, Tante. Pokoknya Anta mau nangis."
"Ratu Sanca, Anta kenapa?" tanya Tasya yang tiba-tiba juga menitikkan air mata.
"Aku juga tak tahu, tiba-tiba ia memelukku dan menangis."
"Anta mau ketemu Yanda sama Bunda, Anta mohon..." rengek Anta.
"Tapi, Tante Tasya juga gak tau Bunda pergi ke mana tadi," sahut Tasya.
"Ada apa ini?" Doni yang mendengar rengekan Anta langsung menghampiri Tasya dan Anta.
"Dia nangis, Don. Terus Anta mau ketemu Bunda sama Yanda, perasaan aku kok makin gak enak ya, Don...."
"Kok aku makin gak ngerti ya...?" tanya Doni.
"Anta pokoknya mau ketemu Bunda sama Yanda, anterin Anta, Om..." rengek Anta.
"Tapi ke mana, tadi emangnya Dita bilang mau ke mana?" Doni menoleh pada Tasya.
"Setau aku, dia mau ketemu Miss Suzuki pemilik rumah sakit milik Tante Dewi dan kakaknya dulu, nah kita ke sana aja, gimana?" Tasya memberikan ide pada Doni.
"Oke, kalau gitu kita siap-siap dulu, terus kamu cari taxi online ya." Doni menepuk bahu Tasya.
Mereka bersiap mencari Dita dan lainnya.
*******
Bersambung...
Stay safe, stay health buat semuanya. Jangan lupa selalu cuci tangan dan pakai masker kalau ke luar rumah.
Mampir juga ke :
- 9 Lives
- Diculik Cinta
- With Ghost
- Forced To Love
__ADS_1
- Kakakku Cinta Pertamaku
Vie Love You All... 😘😘