
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
*****
Malam itu bukan hanya sepuluh menit yang Anan dapat dari Dita karena Anta ternyata tidur bersama Tasya di kamar sebelah. Sementara itu, Jerry tidur di lantai samping kasur Tasya beralaskan sleeping bag yang milik Mark yang suka ia kenakan saat ia pergi berkemah.
Saat Mark pulang malam itu sebenarnya Jerry ingin sekali tidur bersama di kamar Mark, akan tetapi Mark sudah terlanjur takut dengan perilaku Jerry. Ia malah meminjamkan kantung kasur miliknya pada Jerry.
***
Pagi ini saat terbangun dari tidurnya dan sudah bergegas untuk mandi dan merapihkan temoat tidurnya, Dita meminta Anan untuk mengantarnya ke kantor polisi. Dita ingin menemui nyonya Kate.
"Oke, tapi habis itu kita ke kantor om Rick lagi ya, rancangan gambar mengenai restoran kita sudah jadi," ucap Anan.
"Oke yanda," Sahut Dita lalu meraih tangan Anan menuju kamar Anta.
Di meja makan yang hanya ada enam kursi itu tak lagi dapat menampung Dita dan Anan.
"Ta sarapan roti nih, soalnya kamu kesiangan sih, gak ada yang masuk deh," ucap Tante Dewi.
"Ya maaf deh, kita gak usah ikut sarapan ya, buru-buru, tolong ambilkan kotak bekal makan Anta, Sya," pinta Dita.
"Oh iya Ta, tante mau antar Leona ke departemen sosial dan anak, menurut kamu kalau tante adopsi dia gimana?" tanya Tante Dewi.
Dita menatap Anan yang ternyata juga menatapnya.
"Ummm... baiknya tante aja," ucap Dita meraih kotak makan yang Tasya ambilkan.
"Itu anak, nanti tidur mana?" tanya Anan spontan begitu saja.
"Nanti kamar yang di samping kolam renang itu om buat tingkat dua, buat jadi kamar dia," sahut om Kevin.
"Terserah deh, atau kami pindah dari sini juga gak apa-apa om," ucap Anan.
"Kok kamu ngomongnya gitu sih Nan?" tanya Tante Dewi.
"Ya Anan kan tau diri daripada buat sumpek di rumah ini, mending saya sekeluarga cari rumah baru, siapa tau Anta punya adik nanti," ucap Anan.
"Anan ada benarnya Wi, mereka punya keluarga sendiri," ucap Om Kevin.
"Aku gak mau ya jauh dari mereka, kalau mereka masih bisa di sini, ya di sini aja!" Yang Dewi menancapkan pisau di atas piring rotinya lebih keras.
Anan tau Tante Dewi akan lebih marah jika ia melanjutkan lagi ucapannya. Anan segera pamit membawa Dita dan Anta pergi dari rumah itu untuk mengantar Anta ke sekolah.
__ADS_1
"Anta beli roti sandwich aja ya di toko roti depan sana!" ucap Dita di dalam mobil.
"Anta mau tiga ya bunda, sama susu cokelat dua," ucap Anta menunjukkan lima jarinya.
"Itu lima Anta, bukan dua," Dita menepuk dahinya sendiri.
"Hihihihi..." Anta menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Anan menepikan mobilnya di depan toko roti bertuliskan "Warrior Bakery".
"Lucu amat nama tokonya, apa bentuk rotinya pejuang semua, atau jangan-jangan yang makan rotinya para pejuang ya bunda?" ucap Anan tertawa sendiri dengan lelucon yang ia buat sendiri.
"Ih... yanda garing!" sahut Anta.
Dita tertawa mendengar celetukan Anta lalu turun menuju toko roti tersebut.
"Bunda, kue keju sama kopi karamel ya buat aku!" seru Anan dari dalam mobilnya.
"Yanda lihat deh, masa gantungan tokonya lucu sih ada kaki gitu," Anta menunjuk sosok kaki yang menggelantung di dalam toko roti tersebut.
"Astagfirullah..." Dita mengusap Dadanya yang terkejut dengan sepasang kaki yang ia tabrak menyentuh wajahnya.
"Masih pagi lho, udah nampakin diri aja," gumam Dita lalu memberanikan diri menoleh ke atas.
Tiba-tiba kepalanya bergerak menoleh ke bawah ke arah Dita sambil tertawa menyeringai mengejutkan Dita.
"Enggak kaget wlek... udah biasa," ucap Dita menjulurkan lidahnya ke hantu wanita yang menggantung tersebut.
"Excuse me mam, may I help you?"
(Permisi bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan pria yang mengenakan pakaian seragam seperti pejuang.
"Eh iya, sorry, I want to buy that sandwich, tiga ya eh three maksudnya," ucap Dita menunjukkan tiga jari di hadapan pelayan tersebut.
"Then that cheese cake mau satu ya, terus chocholate cake mau two, then cup of coffee, two choco milk, and vanila milk," ucap Dita dengan bahasa yang belum ia mengerti benar.
"Oh I see, okay just a minute," ucap pelayan tersebut.
Semua pesanan Dita telah selesai di bayar, lalu ia melangkah kembali ke mobil Anan.
"Ih ganggu banget sih makanya kalau mau ngegantung jangan pas depan pintu dong, ganggu nih!" Dita menggerutu seraya menepis kaki si hantu wanita menggantung tersebut. Sementara si pelayan kebingungan mendapati Dita berbicara sendiri. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal dengan wajah bingung.
"Bunda lihat gantungan kaki itu kan?" tanya Anta saat bundanya masuk ke dalam mobil.
"Iya terus?" tanya Dita sembari menyerahkan kopi dan roti keju yang Anan minta.
__ADS_1
"Anta mau dong bunda gantungan kaki seperti itu," ucap Anta sambil meringis menunjukkan gigi susunya yang bersih dan putih.
"Idih si Anta, itu mah hantu tau masa mau di gantung, kan udah punya Lily, udah itu aja buat mainan kamu," ucap Dita.
"Hei aku bukan boneka ya, aku hantu berpengalaman, sebut saja saya Lily si penjaga anak ajaib, hihihi..." Sahut Lily tertawa cekikikan di samping Anta.
"Anak ajaib?" gumam Anan yang kini fokus menyetir menuju sekolah Anta.
"Iya lah anak kalian ini kan anak ajaib, sama hantu gak takut, kelakuannya cepet dewasa di banding anak seumurnya, apa gak ajaib tuh," Lily melirik Anta yang sibuk dengan sandwich-nya.
"Jangan di makan semua Anta, sisa in buat di taruh dalam bekal," ucap Dita mencegah Anta melahap semua rotinya.
"Oh iya lupa hehehe habis enak sih bunda," sahut Anta lalu merapikan dia roti isinya lagi ke dalam kotak makan miliknya.
Sesampainya di sekolah Anta, Dita melepas Anta pada miss Lucy yang selalu saja memandangi Anan tak henti-hentinya.
"Miss... ini titip anak saya!" ucap Dita mengejutkan lamunan Miss Lucy.
"Eh iya bunda, maaf sampai lupa konsentrasi," ucap Miss Lucy tersenyum manis pada Dita lalu ia meraih tangan Anta dan membawanya masuk ke dalam kelas.
"Dah bunda dah yanda I love you..." ucap Anta sambil melambaikan tangannya pada Anan dan Dita.
"I love you too...!!!" seru Anan dan Dita bersamaan.
"Yuk yanda kita ke kantor polisi dulu," ucap Dita saat masuk ke dalam mobil Anan.
Anan melakukan mobil yang di kendarainya menuju kantor polisi.
******
Masih bersambung ya guys...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1