
Jangan lupa di Vote... sebelum membaca😊
****
"Alhamdulillah sampe juga makasih ya pak." ucap Dita saat tiba di depan wahana kolam renang milik Pak Herdi.
"Iya neng untung tadi kita selamet ya bisa keluar." ucap Pak Saidi lalu dia dan Joko melambaikan tangannya pamit.
"Kok sepi Don, emang gak buka yak?" tanya Anita yang merasa aneh dengan gerbang tertutup.
"Apa belum buka karena kalian belum dateng?"
Tanya Doni mengguncang pagar gerbang yang masih di kunci.
"Masa sih Don, ini udah jam sebelas loh kita aja telat kan, coba aku telpon Pak Herdi." ucap Dita mengeluarkan ponselnya.
"Gue juga coba telpon kang Ujang yak." ucap Doni seraya mengeluarkan ponselnya menghubungi kang Ujang.
"Gimana Don?" tanya Anita.
"Telpon nya gak aktif."
"Aku juga nelpon pak Herdi gak aktif pada kemana yak?" sahut Dita.
"Aduh bodoh gue kan punya kunci cadangan gerbang, bentar gue cari."
Doni merogoh tasnya mengeluarkan semua isi tasnya ke bawah.
"Beresin Nit tolong." ucap Doni.
"Dasar tinggal nyari kunci aja dituang semua isi tas kamu huh." jawab Anita dengan nada kesal.
"Udah beresin aja." sahut Dita.
"Nih ketemu juga."
Doni membuka gembok gerbangnya namun Dita melihat bayangan hitam sekelebat dari arah kolam menuju ruang belakang.
"Perasaanku kok gak enak ya Don." ucap Dita.
"Hooh kok aku juga berasa gimana gitu tumben sepi banget para pekerja juga gak ada lho, apa kita gak tau ya kalo hari ini libur." ucap Anita melingkar kan tangannya ke lengan Dita.
"Ah iya kali libur kitanya gak tau, coba gue cari Kang Ujang di mess belakang."
Doni melangkahkan kakinya ke mess belakang mencari Kang Ujang.
"Aku mau pipis Ta, temenin yuk." ajak Anita.
__ADS_1
"Oke kita keruangan kita, dikunci gak yak kira-kira?"
Dita dan Anita melangkahkan kakinya menuju ruangan tempat mereka biasa bekerja menuju toilet disamping pantry.
Cekrek...
"Gak dikunci Ta, yuk masuk."
"Aku tungguin kamu depan pintu yak."
Ada perasaan aneh di hati Dita karena Doni tak kunjung datang, Dita berusaha menggoyangkan gelangnya mencari Anan namun tak juga muncul begitu juga dengan Andri.
"Ini pada kemana sih kok gak nongol juga." gumam Dita.
"Nit buruan...!!"
"Bentar Ta, tanggung aku mules." sahut Anita dari dalam kamar mandi.
"Astagfirullah, aku baru inget Aden udah tenang terus bayangan hitam yang aku lihat tadi, duh jangan-jangan Doni dalam bahaya ini, Anita buruan...!!" Dita menggedor pintu kamar mandi.
Seseorang masuk keruangan Dita dan tersenyum melihat Dita.
"Bu Devi, Pagi Bu... maaf Bu kita telat, terus ini pada libur ya bu kok sepi ya wahana?"
Bug....
"Nih aku udah kelar Ta, bentar ya pake celana dulu."
ucap Anita dari dalam lalu
Anita keluar dari kamar mandi dan betapa terkejut nya ia melihat Dita tak sadarkan diri di lantai.
"Ta, bangun... bangun Ta... kamu kenapa kok bisa pingsan."
Anita berusaha membopong tubuh Dita namun dibelakangnya sudah tampak Bu Devi membawa pisau dan menusuk punggung Anita.
Jleb... Jleb...
Anita terbaring di lantai tak sadarkan diri dengan dua tusukan di punggungnya.
***
Dita terbangun dari pingsannya samar-samar dia melihat sekeliling nya, hari sudah mulai gelap rupanya. Dita berada di suatu ruangan pengap yang dia tak pernah tau tentang ruangan itu sebelumnya. Tangan dan kakinya terikat, dahinya memar karena pukulan tongkat tadi.
Di hadapannya ada Doni yang bernasib sama Dita berusaha memanggil Doni dengan berbisik namun tak juga sadarkan diri.
Dita berusaha menggeser bokongnya menuju Doni.
__ADS_1
"Don bangun... bangun Don." bisik Dita mengguncang tubuh Doni dengan kakinya yang terikat.
"Arghhh Dita... elo gak papa? Anita mana?"
ucap Doni akhirnya sadar dari pingsannya.
"Aku juga gak tau Don, aku dipukul Bu Devi sampe pingsan terus Anita masih dikamar mandi, aku gak tau nasibnya." Dita menitikkan air matanya.
"Aku juga di pukul tapi gak tau sama siapa, aku cuma sekilas liat muka Kang Ujang sebelum pingsan."
"Maksud kamu, Kang Ujang sama Bu Devi yang ngelakuin ini?"
"Aku gak tau Ta, kepala aku pusing banget ini."
"Kalo Bu Devi mungkin aku curiga, tapi Kang Ujang aku gak nyangka Don, gimana juga sekarang nasib pak Herdi yak?"
Sosok perempuan berjalan di hadapan Dita menembus dari dinding luar.
"Tania, itu kamu kan Tania, tolong lepasin aku."
Dita melihat sosok Tania yang sudah berdiri disudut ruangan.
"Ta, elo ngomong sama siapa?" tanya Doni yang tak melihat siapapun di sudut ruangan.
"Itu Tania Don, hantu perempuan penunggu mess aku, yang katamu suka nangis itu."
"Jangan bikin gue makin takut deh Ta, jangan becanda, lagi kaya gini juga."
"Aku gak becanda Don, Tania please tolong bukain ikatan aku."
Dita berusaha berdiri dan melompat kearah Tania dengan susah payah. Akhirnya Tania mau juga membukakan ikatan Dita.
Doni terbelalak matanya melihat ikatan tangan Dita yang terbuka dengan sendirinya. Dita membuka ikatan di kakinya lalu menghampiri Doni mencoba membuka ikatannya namun terdengar langkah kaki dari arah luar.
"Don kamu pura-pura pingsan lagi yak."
Doni mengangguk dan menutup matanya berpura-pura pingsan.
Dita mencoba berpindah kembali ke tempat nya semula menaruh tali di kakinya seolah-olah masih terikat dan tangan yang dia silangkan ke belakang tubuhnya.
Dita memejamkan matanya saat pintu ruangan itu terbuka.
Cekreeekkk.......
***
To be continued
__ADS_1
Happy Reading...