
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Maaf nih pak, mau tanya memangnya bapak rumahnya dimana, takutnya malah merepotkan nganterin kita ke hotel?" tanya Dita pada Iwan yang fokus menyetir.
"Oh deket kok neng dari hotel nanti lewat deh saya kasih tau rumah saya." sahutnya
"Oh... oke kalau gitu berati gak jauh ya dari hotel." ucap Dita.
Gedung hotel tempat Dita menginap sudah terlihat dari mobil yang mereka kendarai.
"Nah tuh rumah saya masuk gang situ." tunjuk Iwan.
"Oh... iya deket sama hotel tempat saya menginap ya pak." ucap Dita sambil diam-diam mengambil foto wajah pak Iwan untuk menunjukkan nya pada Nia nanti.
"Saya antar sampai depan lobby ya." ucap pak Iwan.
"Iya makasih banyak pak." sahut Tasya.
"Jangan panggil saya bapak emang saya tua banget ya hehehe, nama saya Iwan." Iwan mengulurkan tangannya ke arah Tasya saat sudah sampai di depan lobby hotel.
"Oh mau kenalan ya, saya Tasya." Tasya menjabat tangan Iwan.
"Neng namanya siapa?" tanya Iwan.
"Nama saya Dita pak." sahut Dita.
"Kan saya bilang jangan panggil bapak, panggil mas boleh Abang juga boleh." ucap nya.
"Oh iya mas, kita turun dulu ya, makasih banyak sebelumya." ucap Dita lalu turun dari mobil bersama Tasya.
"Eh iya neng, kalau butuh tumpangan saya siap nih buat nganter-nganter mumpung saya libur gak ada kerjaan." Iwan mencoba menawari jasa nya.
Dita dan Tasya saling melihat satu sama lain.
"Ya udah nanti kalau saya butuh tumpangan saya hubungi bapak, eh mas." sahut Tasya.
"Iya ini nomor telepon saya di catat dulu." pak Iwan menyerahkan ponselnya menunjukkan nomor telepon yang tertera pada layar ponselnya.
"Kamu aja yang simpan nomernya Sya." ucap Dita
"Hmmmm ya udah deh." Tasya mengeluarkan ponselnya dan menyimpan nomor yang tertera ke dalam ponselnya.
__ADS_1
"Dah tuh." ucap Tasya.
Lalu pak Iwan pergi dari hotel tersebut.
"Kita ke kamarku ya Sya terus panggil pak Herdi siapa tau si pocong Nia masih ngikutin pak Herdi." ucap Dita menepuk bahu Tasya.
***
Di kamar hotel Dita Tasya mengeluarkan sesuatu dari tas nya yang membuat Dita sangat terkejut.
"Taaraaaa, kejutaaaannn!" ucap Tasya menunjukkan sebuah botol dari dalam tas nya.
"Astaga itu kan, bagaimana kamu bisa mengambilnya Sya?" tanya Dita sangat terkejut dan heran.
"Hehehe tadi saya ambil diem-diem hebat kan, gak ketahuan sama pak kuncen." ucap Tasya sambil tertawa.
"Ketahuan Sya nanti dia pasti cari botolnya kemana." sahut Dita masih takjub.
"Bodo amat lah yang penting si Susi ini bisa pergi dengan tenang gak tersesat di hutan sana, salah-salah setahu saya ya hantu yang tersesat di hutan itu sering di jadikan media untuk pesugihan Ta, kan kasihan si Susi kalau jadi budak pesugihan." ucap Tasya menjelaskan.
"Ah Tasya, kamu tuh so sweet banget sih, coba sekarang keluarin si Susi nya." pinta Dita.
"Bentar aku isengin dulu." Tasya mengguncang botol di tangan nya sampai puas.
"Tasya, kasihan kan si Susi." ucap Dita.
"Oke oke." Tasya membuka tutup botolnya dan Susi langsung keluar dari dalamnya dengan kulit pipi mengelupas yang sudah terjatuh di tangannya.
"Kok aku disini ya?" tanya Susi heran.
"Iya Susi, kamu di bebasin sama Tasya." sahut Dita.
"Serius aku bebas sekarang gak ketangkep sama si kuncen sial itu?" tanya nya penuh takjub.
"Iya serius, Tasya yang bebasin kamu." sahut Dita.
"Tasya nya mana, aku mau peluk." Susi menoleh ke kanan kiri mencari sosok Tasya.
"Saya disini." sahut Tasya mengintip dari balik ranjang kamar Dita.
"Ah Tasya makasih banyak ya." Susi langsung menghampiri Tasya hendak memeluknya.
"Jauh jauh jauh, jangan deket dulu, itu kulit pipinya di tempel dulu." pinta Tasya sambil menutup wajahnya.
"Tunggu aku berubah dulu ya, dah Tasyaaaaaa." Susi langsung memeluk Tasya dengan eratnya.
"Lepas lepas udah sesek nih." pinta Tasya.
"Kenapa kamu bebasin aku?" tanya Susi.
"Hmmm sebenarnya sih kebawa aja tadi botolnya gak sengaja eh taunya tuh botol isinya kamu." ucap Tasya mencoba berbohong.
__ADS_1
"Bohong ah kamu pasti kangen kan sama aku kesepian kan kalau gak ada aku, iya kan?" Susi menatap Tasya sambil tersenyum menyeringai.
"Biasa aja kaleeee senyum kamu tuh nakutin." sahut Tasya menepuk pipi Susi.
"Idih lupa saya untung bukan nepuk pipi yang satu bisa nempel tuh kulit hiiiyy..." ucap Tasya.
Dita hanya bisa tertawa memperhatikan Tasya dan Susi.
"Sus, si Tasya tuh kangen sama kamu, dia bela-belain lho buat curi botol kamu dari pak kuncen." ucap Dita menggoda Tasya.
"Ih pake ember tuh mulut makin ge er aja nanti dia." ucap Tasya kesal.
"Tuh kan bener kamu sepi kan tanpa aku, gak ada yang nyaingin kamu rebutan Jeff, iya kan?" tanya Susi.
"Iya iya iya, kasian saya sama kamu kalau sampai di buang ke hutan sana, bisa jadi piaraan manusia serakah nanti kamu gak akan pernah bisa pulang nanti." sahut Tasya.
"Pokoknya makasih banget Tasya." Susi memeluk Tasya kembali dengan eratnya.
***
Anan kembali dari pertemuan bisnisnya dan masuk ke kamar hotelnya. Di dapatinya sang istri tercinta tidur terlelap di atas ranjang yang sangat empuk.
"Sedikit demi sedikit waktu aku buat kamu akan berkurang Ta, apa aku sanggup nanti ninggalin kamu dan apa kamu juga sanggup jika aku tinggalkan." gumam Anan sambil mengamati dan mengelus pipi Dita dengan lembut.
"Kamu adalah hidupku, keajaiban buat aku, sampai Tuhan mengembalikan ku ke dunia melalui tubuh Manan, seandainya saja aku tahu cara untuk bertahan lebih lama agar aku bisa menua bersama mu menjalani hidup ini, ah andaikan saja." Anan masih memperhatikan Dita yang masih terlelap.
"I love you Anandita Mikhaela ku tersayang..." ucap Anan.
"Hoaaaaammm...." Dita terbangun sambil menguap dan merenggang kan tubuhnya.
"Itu bibir mangapnya lebar banget hadeh." ucap Anan.
"Eh Yandaku sayangku tercinta, udah pulang, gimana hasilnya deal gak?" tanya Dita penuh antusias.
"Deal dong, besok ketemu lagi buat tanda tangan berkas-berkas terus bulan depan akan di mulai proses pembangunannya." sahut Anan.
"Eh iya aku punya sesuatu buat kamu..."
ucap Dita.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
__ADS_1
Vie Love you