
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Ta..." ucap Anan di depan pintu.
"Kenapa sih?"
"I am so proud of you, I love you Ta." ucap Anan.
"Ahhhh Yandaku, sayangku, cintaku, I love you too." sahut Dita memeluk Anan dengan mesra.
Keduanya lalu menjemput om Kevin dan Doni di kamar perawatannya.
"Apa Tante mu tidak menjemput ku?" tanya om Kevin pada Anan.
"Sibuk om lagi di kamar bedah, nanti juga ketemu di rumah." sahut Anan mendorong kursi roda om Kevin.
"Saya mau pamit sama kak Shinta." ucap Doni
"Jangan..! nanti dia tanya kamu tinggal dimana, sama siapa terus kalau dia tahu kamu tinggal sama Anan nanti dia makin heboh bisa tiap hari nengokin kamu ke rumah." sahut Dita dengan ucapannya yang bertubi-tubi.
"Hmmm ya udah deh, ini bocah ikut kita?" tanya Doni.
"Iya, kan mamanya lagi dirawat jadi untuk sementara Andi ikut kita pulang." ucap Dita mengacak - acak rambut Andi dengan gemas.
"Anita eh Tasya kamu dorong kursi aku dong." pinta Doni.
"Masih bisa muterin roda pakai tangan kan? jalanin aja sendiri." Tasya menggandeng tangan Andi menuju lift sambil tersenyum.
"Sabar Don, emang enak kemaren Anita yang kejar kamu sekarang rasakan pembalasan Anita, kejar dah tuh si Tasya." Dita mendorong kursi Doni menolongnya.
"Iya lihat aja nanti kak, dalam waktu seminggu saya bisa dapatkan Tasya, kalau enggak..."
"Kalau enggak kenapa?" tanya Dita.
"Kalau enggak seminggu ya waktunya nambah gitu hehehe."
"Huuuu." Dita menoyor kepala Doni begitu juga Anan yang ikut menoyor.
"Aduh ampun... keroyokan nih mainnya." sahut Doni.
__ADS_1
****
Bu Mey dan beberapa pelayan sudah menyambut kedatangan Dita dan yang lainnya.
"Bawa siapa lagi non?" bisik Bu Mey.
"Ini anak asuh aku sama Anan, mamanya lagi dirawat di rumah sakit, sementara tinggal disini dulu, biar dia sekamar sama Doni ya Bu." pinta Dita sambil berbisik.
"Ibu sih seneng non, dulu rumah ini gede doang tapi sepi kayak kuburan eh sekarang jadi rame banyak penghuninya, kalau ada tuan Arjuna bisa marah-marah kali ya?" bisik Bu Mey.
"Gak bakal tahu, udah tenang aja hehehe, tolong siapin ya Bu kamarnya." pinta Dita.
"Don kamu tidur satu kamar sama Andi ya, muatlah satu kasur berdua." pinta Dita.
"Satu kamar sama Tasya sekalian juga saya mau kak hehhehehe." sahut Doni.
"Hu.... enak aja emangnya saya istri kamu apa tidur sekamar." Tasya mendorong bahu Doni.
"Tau lu modus." Anan menoyor kepala Doni.
"Sana huh Don, bawa Andi ke kamar kamu biar dia tidur siang." ucap Dita.
"Makasih ya kak." Andi memeluk Dita.
"Sama-sama, kamu jangan nakal ya, besok kita daftar sekolah buat Andi yak." ucap Dita membalas pelukan Andi.
Lalu Tasya menggandeng tangan Andi menuju ke kamar, Doni mengikuti mereka di belakangnya.
"Eh bentar-bentar Tante Dewi, kok om manggilnya Tante Dewi, bukan Lisa lagi?" tanya Dita mulai curiga kalau om Kevin sudah ingat jati dirinya.
"Emmmm... saya masih boleh kan tinggal disini? bayar uang sewa juga gak apa-apa siapa tau saya bisa pendekatan dengan Tante kamu." ucap om Kevin sambil meringis.
"Jiaaahhh si om sejak kapan sadarnya?" tanya Dita.
"Sejak kamu menikah Ta sama Anan, saya bingung kalau kembali kerumah saya curiga pembantu saya sekongkol sama Eva, makanya pas kemarin Eva ngajak ketemuan saya coba ikutin aturan main dia ternyata bener kan dia kerja sama dengan Anwar." om Kevin menjelaskan dengan seksama.
"Sebenernya sih saya mau marah om, tapi kalau saya pikir-pikir om cocok juga sama Tante Dewi." ucap Anan.
"Nah bener tuh, kita setuju kalo om Kevin sama Tante Dewi." sahut Dita.
"Tetapi sepertinya Dewi itu susah sekali di dekati, hatinya terlalu jauh saya jangkau, susah gitu."
"Pelan-pelan om, gini deh untuk sementara waktu kita rahasiain kalau om sudah sadar, karena takutnya nanti om disuruh pulang sama Tante Dewi lagi kalau tau om udah sadar, terus om penjajakan gitu aja biar makin klik hatinya." Dita mencoba memberi saran.
"Jadi ini rahasia kita bertiga gitu?" tanya om Kevin.
"Iya om." sahut Dita.
"Tapi... kalau sampai om nyakitin hati Tante aku secuil aja nih, lihat aja bakalan aku geprek nanti seluruh tubuh om." ancam Anan.
__ADS_1
"Weitsss tenang Nan, om janji bakal jagain Tante kamu dan gak akan nyakitin hatinya, yang om takutin hati om yang disakitin." om Kevin menyentuh bagian dadanya dan meremasnya sambil meringis berpura-pura sakit.
"Ih apaan sih gak jelas sih om, aduh aku lupa kan Nan." ucap Dita menarik Anan meninggalkan om Kevin di tempatnya.
"Apaan bunda?"
"Darah buat nyai, kan aku mau kepoin dia pas kemarin dia mau cerita soal hubungan dia sama papi kamu." ucap Dita.
"Ya udah besok aja kepoin nya, mending kepoin aku dulu nih." Anan menggoda Dita dengan lirikan mautnya.
"Hadeh...." Dita menghela nafas panjang.
***
"Eh eh malem - malem mau kemana itu?" Dita menegur Tasya yang menarik lengan Doni menuju halaman belakang.
"Rese nih Ta dari tadi gangguin aku mulu, jadi aku mau kenalin sama yang kemarin minta bukain tali." sahut Tasya.
"Lah Doni udah kenalan Sya, nanti yang ada kalian pingsan bareng terus pada ngompol lagi." Dita mengejar Tasya yang makin menjauh menuju halaman belakang.
"Bismillah Tasya udah kuat, gak boleh takut." ucap Tasya mendorong Doni keluar duluan.
"Ini maksudnya apa sih?" Doni ketakutan dengan lutut nya yang gemetar.
"Bilangin jangan nongol di jendela kamar aku kan aku takut." ucap Tasya berlindung di belakang tubuh Doni.
"Ya mana aku berani bilanginnya, di...di...dia aja huaaaaa." jerit Doni menutup wajahnya.
"Kalian pada ngapain sih? uji nyali?" Dita menggoda Tasya dan Doni sambil tertawa.
"Nah Sya dulu yang akrab sama dia tuh Anita kali aja nih om pocong ke jendela kamar kamu mau cari kamu soalnya kamu mirip Anita." Dita menepuk Tasya yang tiba-tiba menjerit.
"Aaaaaa.... gak mau pokoknya gak mau, bilangin dong jauhin aku Ta." pinta Tasya.
Sementara hantu pocong berwajah hitam itu sudah berada di hadapan wajah Doni yang masih tak mau membuka matanya. Doni merasakan hawa panas di hadapan wajahnya dengan bau anyir yang menusuk hidungnya.
"Tolong buka ikatan ku." ucap pocong itu saat Doni membuka mata.
"Aaaaaaaaa..."
Brak...!!!
****
To be continued...
Happy Reading...
Jaga kesehatan yak...😘😘😘
__ADS_1
Selamat menjalankan ibadah puasa 😘😘😘