Pocong Tampan

Pocong Tampan
Rencana Makan Malam (Part 1)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


***


"Oh iya nanti berhenti depan rumah seberang ya Nan, aku mau undang si kakek dan nenek itu kerumah." ucap Dita.


"Kamu yakin Ta, masih mau ngejalanin rencana kamu?" Anan menoleh pada Dita sekilas


"Iya habisnya aku kepo lagi pula biar kenal sama tetangga, Tasya nanti temenin aku ya ke rumah itu." pinta Dita ke Tasya.


"Oke siap Ta." sahut Tasya.


Sesampainya di depan gerbang rumah seberang itu Dita dan Tasya turun menghampiri gerbangnya. Sementara Anan melajukan mobilnya masuk ke dalam rumah besarnya.


Dita mengintip gerbang rumah tersebut sekilas ia melihat seorang perempuan masuk ke dalam ruangan yang pernah di bilang gudang itu. Perempuan itu masih cukup muda seperti berusia lima belas tahun yang dipaksa masuk oleh penjaga lalu ruangan itu di kunci dari luar.


"Kamu liat gak Sya, itu barusan ada cewek ABG masuk ke ruangan gudang itu." bisik Dita.


"Masa sih, kenapa dikurung di situ ya kenapa gak dibawa masuk ke rumah coba tuh?" bisik Tasya ke Dita.


"Ehm ehm kalian pada ngapain?" penjaga yang berbadan besar berkulit gelas dengan rambut keriting itu tiba-tiba muncul di hadapan Dita .


"Eh om, pak, bang hehehe maaf saya mau cari tuan rumahnya." ucap Dita mencoba tenang.


"Ada perlu apa cari tuan Harja?"


oh namanya tuan Harja.


"Eh saya mah undang pak Harja sama istrinya buat makan malam kerumah nanti malam." ucap Dita.


"Gak perlu tuan Harja nya sibuk." ucap penjahat itu ketus.


"Tapi bisa saya ketemu gak buat undang mereka siapa tau aja mereka mau datang." Dita masih mencoba berusaha.


"Maaf tuan saya gak pernah terima tamu." penjahat itu menutup gerbangnya lalu pergi ke dalam.


"Sombong banget sih sama tetangga aja gak mau kenal." celetuk Tasya


"Hmmm susah juga ternyata, eh beli eskrim yuk tuh jalan ke mini market sana." ajak Dita.


"Ayok."


Saat Dita dan Tasya menuju mini market, Dita melihat nenek yang tinggal di rumah besar seberang itu sedang berbelanja bersama salah satu penjaganya. Tiba-tiba dari arah berlawanan dua orang pengendara satu motor menghampiri si nenek dan menarik kalung emas di lehernya serta meraih tas jinjing si nenek lalu pergi dengan motornya si penjaga itu langsung reflek mengejar dengan susah payah meninggalkan nenek itu terjatuh.

__ADS_1


"Nenek gak apa-apa?" tanya Dita mencoba membantu nenek itu karena kesulitan berdiri.


"Aduh kaki nenek sakit gak bisa berdiri." ucap nya.


Dita dan Tasya langsung memapah nenek itu ke kursi depan mini market agar duduk disana.


"Duduk sini dulu nek, duh lututnya berdarah tuh, Tasya beliin obat merah sama kapas sama plester di dalam, nih uangnya." pinta Dita dan langsung Tasya memenuhi perintah Dita.


"Makasih ya neng." ucap sang nenek.


"Penjaga tadi beneran ngejar tuh motor yak?" Dita celingukan mencari sosok penjahat tadi.


"Sepertinya begitu demi kalung saya dan tas saya."


"Mana kuat nek ngejar motor?"


"Hmm... " nenek itu hanya ber dehem.


Tasya kembali dengan obat merah, Dita langsung membersihkan luka nenek dan mengobatinya.


"Makasih ya." ucap si nenek.


"Sama-sama nek, mari saya antar pulang." ucap Dita


"Memangnya kamu tahu rumah saya?" tanya si nenek ingin tahu.


"Tahu lah nek kita kan tetangga, rumah saya di seberang rumah nenek."


"Iya, tadi saya kerumah nenek lho mau ngundang nenek saya kan baru menikah jadi saya mau buat acara makan malam syukuran gitu sama tetangga sekitar." ucap Dita.


"Nanti malam?"


"Iya nek, nanti datang ya nek sama kakek juga."


"Hmmmmm nanti saya tanya suami saya dulu ya."


Dita sampai di gerbang rumah nenek itu.


"Jangan lupa ya nek datang nanti malam." pinta Dita.


Nenek itu mengangguk sambil tersenyum lalu masuk ke dalam rumahnya.


"Parah tuh penjaganya gak balik-balik ngejar tuh motor tadi, jangan-jangan gak berani pulang sebelum dapat barang nenek tadi Ta." bisik Tasya.


"Bisa jadi Sya, tuh nenek gak peduli tadi sama keadaan penjaganya gimana yang penting barang dia balik aja mungkin gitu pikirannya." jawab Dita sambil jalan menuju rumah besar Anan.


"Kan tadi mau beli eskrim Ta."


"Ya ampun Tasya, aku lupa kan, hadeh balik lagu deh ke mini market tadi." Dita menepuk jidatnya kaku menarik Tasya ikut berjalan menuju mini market yang tadi.


"Capek deh..." ucap Tasya.

__ADS_1


****


"Kamu yakin mereka bakal datang?" tanya Anan.


"Ya kalau datang syukur enggak ya udah makanannya buat kita-kita aja yang penting aku udah minta tolong sama Bu Mey buat masak beberapa makanan yang enak buat tamu." sahut Dita menyandarkan dirinya di dada Anan sore itu.


"Bunda kita bulan madu yuk, ke Jepang sekalian tengok mami."


"Ah kamu mah udah dibilang sama aja bunuh diri kalau nanti ketemu papi." sahut Dita


"Hmmm iya sih, tapi rencana bulan madu aku serius lho."


"Ya udah yang deket-deket aja gimana kalau kita ke Pulau XX?" pinta Dita


"Ya udah boleh, besok kita kesana ya aku pesen tiket nih sama booking hotel." Anan mengeluarkan ponsel pintarnya mencari aplikasi pemesanan tiket pesawat dan hotel


"Siapa aja nih yang kita ajak, Tante Dewi sama om Kevin, si Tasya sama Doni juga boleh, terus bu Mey terus..."


"Terus sekalian aja satu rumah Ta semua pelayan ikut sekalian, ini mah family gathering namanya bukan bulan madu." celetuk Anan agak kesal.


"Biar seru Nan kan kalau rame-rame seru nanti jalan-jalan di sananya." sahut Dita.


"Terus bulan madunya gimana kalau intinya kamu mau jalan-jalan?"


"Emang kamu maunya bulan madu gimana sih, ya namanya ke Pulau XX kan jalan- jalan."


"Ya jalan-jalan tetep tapi kan kita butuh ketenangan berduaan di kamar, makan malam romantis terus buat Dede bayi semalaman." sahut Anan menggoda Dita dengan kecupan mautnya di pipi Dita.


"Hmmm timbang buat dede bayi doang ngapain bulan madu, sekarang aja bisa." sahut Dita


"Tapi kan lebih romantis kalau bulan madu sayangku."


"Iya deh atur aja lah aku ikut aja sama permintaan kamu." ucap Dita lalu berdiri hendak menuju dapur.


"Mau kemana Ta?"


"Mau ke dapur tanya Bu Mey persiapan nanti malam."


Anan menepuk sisi kasur di sampingnya.


"Mau ngapain?" tanya Dita.


"Tadi katanya mau buat dede bayi, sini lanjut." pinta Anan.


"Hadeh... urusan kayak gitu cepet banget dah ah si suami."


***


To be continued...


Selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2