
Attention Please... Aku baru tahu kalau Vote itu hilang tiap minggu datanya padahal tulisannya per 2 minggu hiks maafkan... Aku harus lebih konsentrasi buat ambil 1 pemenang tiap minggu, Jadi dapat 4 pemenang tiap satu bulan.
Selama Pocong Tampan masih Up akan ada 4 pemenang tiap bulan. Hadiahnya pulsa @25k buat 4 pemenang yeaayyyy... Jangan bosen kumpulin Poin kalian buat Pocong Tampan ya 😘😘
Ini 2 pemenang Vie ambil pas pertengahan Juli, yang 2 jumlah Vote paling banyak buat Pocong Tampan... Aaahhh Vie sayang kalian semua. Terima kasih Votenya... Jangan bosen buat vote...😘😘😘
Note : Pemenang hubungi Vie via Instagram ya di DM atau nanti di chat, harus follow akun Vie ya 😁😁😁
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
*****
Anan dan Dita menjemput Anta di sekolah.
"Hallo bunda, cantiknya sama ya seperti Anta, apalagi ayahnya tampan sekali," puji Miss Lucy saat bertemu Dita menjemput Anta.
"Hehehe miss bisa aja, tapi emang yandanya tampan sama bundanya cantik, tak bisa di pungkiri hihihi," ucap Dita.
Miss Lucy tak pernah jemu memandang wajah Anan. Pria tampan nan cool itu berdiri di samping pintu mobil di halaman sekolah.
"Pulang dulu ya miss, miss... miss...!" Dita menepuk kedua tangannya di hadapan wajah Miss Lucy.
"Eh iya kenapa?" tanya Miss Lucy yang tersentak dengan tepukan tangan Dita.
"Kita mau pamit miss," ucap Dita.
"Oh iya silahkan, dah Anta..."
Tak ada balasan dari Anta yang langsung pergi menuju yanda Anan yang langsung menyambutnya dengan pelukan dan gendongan.
"Kenapa bunda, mau digendong juga?" Anan melirik genit ke arah Dita.
"Ih si yanda mah, ya jelas mau lah tapi gak di sini hahaha," ucap Dita seraya masuk ke dalam mobil.
"Nanti pas bunda sama yanda main gendong-gendongan Anta ikut ya," celetuk Anta yang du sambut tawa Anan dan Dita. Ketiganya melaju menuju ke kantor temannya Om Kevin untuk mendesain restoran baru milik mereka nanti.
***
"Bener yanda ini alamatnya?" tanya Dita.
"Harusnya bener, tuh nama plangnya Rick Harrison!" tunjuk Anan.
"Bunda itu kasian banget tantenya gak punya kaki masa jalannya pake tangan terus perutnya nyeret gitu," Anta menunjuk ke sosok hantu di gang sempit samping gedung milik Rick Harrison. Hantu perempuan itu bertumpu pada kedua tangannya. Ia mengangkat tubuhnya yang hanya setengah badan itu ke arah Anta.
"Kalau di Jepang, mami pernah cerita ini kalau ketemu hantu semacam itu namanya Teke Teke," ucap Anan.
"Masuk aja yuk buruan, sepertinya dia mengincar Anta," Dita buru-buru menggendong Anta.
"Tapi Anta mau main bunda sama dia," rengek Anta.
"Anta, bunda kan udah pernah ngomong kalau gak semua hantu itu baik tau!" ucap Dita menegaskan.
__ADS_1
"Mbak itu ada apa ya di belakangnya?" Anan menunjuk ke belakang hantu perempuan setengah badan tersebut. Hantu itu menoleh ke belakangnya, tak ia jumpai apapun di sana. Saat ia menoleh kembali ke Anan, rupanya mereka telah hilang. Anan berhasil mengelabui hantu itu.
"Memangnya enak aku kerjain, hihihi..." ucap Anan. Dita juga tak henti-hentinya tertawa melihat Anan berhasil mengerjai hantu tersebut.
"Selamat datang di kantor saya," sapa tuan Rick menyambut Anan dan Dita.
"Halo tuan Rick, terima kasih telah bersedia menerima kunjungan kami," ucap Anan menjabat tangan Tuan Rick begitu juga dengan Dita dan Anta.
"Silahkan duduk, baiklah ceritakan restoran seperti apa yang kalian inginkan, nanti akan saya catat dan buat sketsa biasa dulu, jika kalian suka baru akan saya buat versi 3D nya, jika anda sangat menyukainya langsung segera saya renovasi, oh iya siapa yang keponakan dari Kevin?" tanya Tuan Rick setelah menjelaskan.
"Kami bukan keponakan Om Kevin, tapi saya keponakan istrinya," sahut Anan.
"Oh begitu, baiklah mari silahkan jelaskan restoran macam apa yang kalian inginkan."
***
"Setelah dua jam membicarakan design restoran yang Anan inginkan, sampai Dita dan Anta tertidur pulas di sofa kantor Tuan Rick. Anan memutuskan untuk pulang dan menyudahi pertemuan mereka tersebut.
"Bunda, bangun lah, kita pulang yuk!" Anan menepuk pipi Dita pelan.
"Hmmm... lima menit lagi yanda," gumam Dita.
"Haishhh si bunda ngigo, emangnya ini di rumah apa ya?" Anan menepuk pipi Dita lagi.
Tuan Rick yang tak mengerti bahasa Anan dan Dita hanya tersenyum menatap keduanya.
"Bunda...!" Anan mulai kesal, dia berbisik dan mengigit ujung daun telinga Dita pelan.
"Awww... si yanda ih gak malu apa nanti kalau ada Anta dateng, kunci pintu dulu lah kalah mau ngajak begituan," ucap Dita masih dengan mata tertutup.
"Hah... apa kenapa gimana yanda?" Dita tersentak dan terbangun karena terkejut dengan teriakan Anan.
"Bangun... udah selesai nih, malah ngigo di kamar," Anan menusuk dahi Dita dengan ujung telunjuknya.
"Oh iya hehehe... maaf deh..." sahut Dita sambil tersenyum kecil.
"Awas aku mau gendong Anta," ucap Anan.
Ketiganya pamit dari hadapan Tuan Rick.
"Inget ya, jangan tengok ke gang, nanti si teke teke itu ngikutin kita lagi," ucap Anan mengingatkan.
"Oke Yanda, ayo langsung masuk ke mobil dari pada tuh hantu dibawa pulang buat di ajak main sama Anta," ucap Dita.
Mereka melaju menuju rumah mereka kemudian.
***
Sesampainya di halaman rumah milik Om kevin terjadi kerumunan di depan halaman rumah Tuan Jhon.
"Ada apa ya yanda?" gumam Dita.
"Aku juga gak tau, coba kamu cari tahu dulu, aku mau taruh Anta di kamarnya," ucap Anan lalu menggendong Anta menuju ke dalam rumah.
"Ada apa sih tante rame banget?" tanya Dita pada tante Dewi yang sedari tadi menyimak.
__ADS_1
"Itu masa katanya si anak Tuan Jhon meracuni anak-anak di kelasnya dengan obat anti serangga, terus itu orang tuanya pada nuntut ke rumah," ucap Tante Dewi menjelaskan.
"Maksudnya Leona?"
"Gak tau namanya siapa, pokoknya anaknya Tuan Jhon yang tante dengar," sahut Tante Dewi.
Mobil polisi kemudian datang, dua opsir polisi turun dari mobilnya untuk mengamankan wilayah dan membubarkan para orang tua yang sedari tadi marah-marah menuntut Tuan Jhon.
Dita melihat Leona di jendela kamarnya di lantai atas. Aura hitam itu muncul di sekeliling Leona. Dan yang lebih membuat Dita terkejut, di tangan Leona terdapat daging mentah yang sedang ia kunyah. Leona menatap Dita, ia melihatnya saat dirinya diperhatikan oleh Dita.
Dita langsung menunduk dan mengalihkan pandangannya dari Leona. Tadinya Dita ingin menemui nyonya Kate dan menanyakan perihal kejadian pastinya, namun Anan melarangnya.
"Masuk Bun! lagipula masih ada polisi di sana," ucap Anan.
"Iya, Anan benar Ta, oh iya bantuin tante masak yuk!" ucap Tante Dewi menarik tangan Dita.
"Memangnya Tante belum bekerja?" tanya Dita.
"Belum, masih seminggu lagi di training dulu," sahutnya.
"Gak nyangka ya, dulu tante kepala rumah sakit besar, dokter terkenal, sekarang malah harus melalui masa training dulu sebelum berkerja," ucap Dita seraya mengiris bawang.
"Hmm... takdir itu unik, kita gak tau takdir bisa bawa kita kemana, kadang kita di atas, kadang kita di bawah, iya kan?" Tante Dewi mencacah daging sapi di hadapannya.
"Hai Ta, kamu tahu gak, tadi kan ada kehebohan di tetangga depan," ucap Tasya yang masuk begitu saja dari luar.
"Aku tahu, barusan aku lihat," sahut Dita.
"Ih aku punya cerita lengkapnya, jadi..."
"Sya, rok kamu tuh ada ta* anj*ngnya gitu, masa gak berasa, bau banget nih..." Anan menegur Tasya lalu ia pergi menuju lantai dua hendak merebahkan dirinya.
"Astaga, saking semangatnya aku dari taman mau cerita ke kamu sampai lupa aku dudukin pup jaing," ucap Tasya tersenyum malu menutupi wajahnya yang merah.
"Astaga Tasya... mana ke dapur lagi ih bau banget deh," Tante Dewi bergegas mencari semprotan pembersih ruangan dari bau dan kuman.
"Udah sana mandi dulu, nanti baru cerita," ucap Dita.
"Ya deh, maaf ya..."
*****
Masih bersambung ya guys...
Jangan bosen-bosen untuk VOTE dan maaf ya kalau Vie mulai slowres balas komen-komen kalian tapi aku selalu like dan baca lho komen kalian sebagai penyemangat Vie untuk nulis. Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
- Kakakku Cinta Pertamaku
(season 1 END, Season 2 - hiatus)
- 9 Lives (END)
- Gue Bukan Player (END)
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘