Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Mitha Hamil


__ADS_3

Happy Reading...


******


Siang itu, para peserta berkemah dari Red Flower School berkumpul di aula untuk dibagikan nasi kotak yang berisi menu sehat untuk disantap.


"Duh, Anta mana kenyang makan kayak gini," keluh Anta seraya melihat nasi kotaknya.


Tiba-tiba Logan hadir di sisi samping kiri Anta dan memberikan nasi kotak miliknya.


"Mau?" tanya Logan.


Tanpa basa-basi Anta langsung mengangguk dan melahap nasi kotak yang di berikan Logan.


Tasya melihat penampakan Ayah Minnie yang sedari tadi berada di belakang anaknya itu.


"Kamu lihat apa, sih?" tanya Logan pada Tasya.


"Oh, enggak kok, aku cuma lagi lihat Minnie, dia cantik banget, ya, apalagi mamanya," sahut Tasya mencari alasan palsu.


"Hmmm, aku bilang sih cantik kamu, Sya."


Logan masih melahap nasi kotaknya bersama Anta.


"Aduh, apaan tuh ya barusan?" Logan menoleh ke belakang tubuhnya.


Pak Herdi yang mendengar Logan menggoda Tasya, langsung berbuat jail kepada Logan dengan menoyor kepala belakangnya. Tasya langsung menatap Pak Herdi dengan tatapan tajam.


"Kok, perasaan aku ada yang menyenggol kepala belakang aku ya?" gumam Logan.


"Anta, udah kenyang alhamdulilah..." Anta mengusap perut kecilnya itu sambil tersenyum.


"Oke semuanya, setelah acara makan siang, kalian boleh beristirahat selama satu jam, setelah itu akan ada kegiatan untuk para murid dan wali murid sekalian tentang pengenalan jenis tumbuhan di sekitar penginapan," ucap Miss Lucy.


"Yes, Mam!" sorak semua peserta berbarengan.


"Tante, Anta mau tidur dulu, ya," pinta Anta.


"Oke."


"Mau aku gendong?" tanya Logan pada Anta.


"Enggak mau, ah! gendong Tante Tasya aja nih," sahut Anta dengan isengnya menunjuk ke arah Tasya lalu pergi begitu saja.


Logan langsung tertawa kecil menggaruk kepala belakangnya meskipun tak gatal. Perkataan Anta barusan membuatnya salah tingkah di hadapan Tasya. Pak Herdi yang melompat di belakang Anta dengan sengaja menyenggol Logan sampai hilang keseimbangan.


Miss Lucy yang melihat Logan terjatuh langsung berteriak dan buru-buru menolong pria itu.


"Kamu kenapa, Logan? kamu gak apa-apa, kan?" tanya Miss Lucy pada Logan.


"Aku gak apa-apa kok," sahut Logan. Ia kehilangan Tasya yang tak jadi menolongnya. Gadis itu sudah melangkah menjauh menyusul Anta karena tak enak jika harus mengganggu Logan dan Miss Lucy.


Miss Lucy langsung menanyakan kegiatan terkait acara yang nanti akan di selenggarakan. Tapi, tak ada jawaban dari Logam karena terus memandang Tasya yang menjauh pergi.


"Logan? apa kau tak mendengarku?" tanya Miss Lucy.

__ADS_1


"Oh iya aku dengar, eh tadi kau bilang apa?"


"Itu namanya kau tak mendengarkanku," ucap Miss Lucy.


***


Sementara itu di rumah sakit, Anan berada di sebuah restoran seberang rumah sakit untuk membeli makanan. Tak sengaja ia bertemu Doni yang juga mengantar Mitha ke rumah sakit yang sama.


"Apa yang kau lakukan di sini, Don?" tanya Anan.


"Eh Pak Bos, kebetulan saya mau bertanya," ucap Doni menarik lengan Anan menuju ke meja yang sama dengannya.


"Panggil saya Anan aja, kan aku sudah bukan bos kamu lagi," pinta Anan.


"Hmmm agak gak enak juga saya kalau panggil tanpa Pak Bos, baiklah Pak Anan..."


"Anan, Don. Cukup kau panggil aku Anan," pinta Anan lagi.


"Oke, Anan, saya mau ngomong tentang Mitha," ucap Doni.


"Mitha? memangnya ada apa dengan Mitha?" tanya Anan.


"Dia hamil, Nan!" Dini menutup wajahnya dengan Kedua tangannya seraya mengeluh.


"Wah bagus dong, selamat ya, eh tapi kata kamu, kan cinta kamu cuma buat Tasya, tapi kok si Mitha kamu hamilin juga, wah wah parah kamu," cibir Anan.


"Justru itu masalahnya, saya gak pernah merasa sekalipun menyentuh dia, tidur bareng aja saya gak pernah, masa bisa-bisanya dia hamil anak saya," ucap Doni.


"Kamu yakin? kali aja kamu khilaf gitu hehehe..."


"Lalu, Mitha hamil sama siapa?"


"Itu dia masalahnya, Nan, saya juga bingung gak tau," sahut Doni.


***


Sementara itu di depan ruang periksa Dokter Nicky, Mitha yang sudah selesai berkonsultasi dengan dokter tersebut terlihat celingukan mencari Doni.


"Kebiasaan nih, kalau pergi gak bilang mau kemana," ucap Mitha lalu ia duduk di kursi tunggu pasien.


"Gak sia-sia juga hasil Ratu Masako, bisa juga dia membuat diriku hamil anak Doni," gumam Mitha seraya mengusap perutnya.


Lalu ia keluarkan ponselnya dan menghubungi Doni agar segera menghampirinya. Doni memberi tahu Mitha kalau dia ingin mengunjungi Tante Dewi yang di rawat di Rumah Sakit Happy tersebut. Akhirnya Mitha menyetujuinya dan bertemu di ruang perawatan Tante Dewi di lantai lima.


"Halo, Tante Dewi, halo Dita," sapa Mitha yang mengetuk pintu ruang perawatan Tante Dewi lalu masuk ke dalamnya.


"Eh, Mitha. Kamu sama siapa ke sini?" tanya Dita.


"Sama Doni, nanti dia menyusul sama Anan."


"Oh begitu, kamu sakit, apa Doni yang sakit?" tanya Dita.


"Gak ada yang sakit, ini aku lagi periksa kandungan ternyata kata dokter aku hamil 6 minggu," sahut Mitha.


Dita yang baru saja hendak meminum segelas air langsung tersedak mendengar berita kehamilan Mitha. Bisa-bisanya si Doni yang selalu bilang cinta mati sama Tasya, tapi bisa juga menghamili Mitha. Rasa geram dan kemarahan muncul di hati Dita dengan dongkolnya saat membayangi wajah Doni. Untung saja si Tasya sedang bersama Anta di perkemahan.

__ADS_1


Doni masuk ke dalam ruangan bersama Anan. Tatapan mata Dita bagai bola api yang siap menyambarnya dengan ledakan amarah. Doni paham pasti Mitha sudah menceritakan perihal kehamilannya pada Dita.


"Selamat ya, Don. Aku tak menyangka, kamu bisa juga jadi ayah," ucap Dita dengan nada mencibir di sana.


"Ummm... sebenarnya, anu, kak, aku..."


"Eh Ayah sayang, lihat deh foto bayi kita lucu banget ya," Mitha menyerahkan foto hasil USG itu pada Doni.


"Emang kelihatan mukanya? kan cuma bayangan hitam doang, cakep sama lucunya di mana?" celetuk Anan.


"Ih nanti yang ada di foto ini bakalan ada bayi yang mukanya sama kayak aku sama Doni," ucap Mitha dengan bangganya.


"Eh siapa tau kita bisa melahirkan bersamaan," ucap Mitha yang menoleh pada Dita dan Tante Dewi dengan bangganya.


"Ya, saya duluan pastinya kan usia kandungannya lebih tua saya," sahut Tante Dewi.


"Oh iya ya, eh aku mau ke kamar mandi dulu, ya," ucap Mitha.


Doni langsung menghampiri Dita yang duduk di samping ranjang Tante Dewi.


"Aku bisa jelasin, kak..."


Dita menunjukkan telapak tangan kanannya menghadang Doni.


"Gak perlu! ternyata semua pria sama aja," ucap Dita.


"Iya, Tante juga gak nyangka kalau kamu bisa juga seperti Om Kevin, ngakunya cinta mati, setia tapi kalah juga lihat perempuan bening dikit," sahut Tante Dewi yang menghakimi Doni dengan cibiran dan tatapan tajamnya.


"Eh, gak semua cowok ya, aku selalu setia sama Dita, pas aku hilang ingatan pun aku masih setia lho, iya Bun?" Anan langsung merangkul Dita.


"Duh, tolong percaya sama aku, sama sekali aku gak pernah sentuh Mitha, aku juga gak ngerti kenapa dia bisa hamil," ucap Doni dengan nada berbisik.


"Terus dia hamil sama siapa? sama cowok lain, gitu?" tanya Dita.


"Aku juga masih bingung, tapi aku akan cari tahu, siapa yang menghamili Mitha, aku akan cari bukti buat kalian, buat Tasya, kalau aku gak pernah sentuh Mitha sedikit pun," ucap Doni dengan yakinnya.


******


Bersambung...


Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.


Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.


Mampir juga ke :


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Gue Bukan Player (END)


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)


Vie Love You All... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2