
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
Sesampainya di halaman rumah besar keluarga Arjuna, betapa indahnya halaman tersebut di hiasi penuh bunga warna-warni yang dihias sepanjang jalanan menuju pintu utama.
"Cantik banget, siapa yang hias ini?" Tanya Dita penuh takjub.
"Cantik ya Ta, siapa dulu dong yang buat." Ucap Tante Dewi dengan nada sombong.
"Wah jadi Tante yang buat, keren banget."
"Cantik kan kayak Tante."
"Iya deh cantik banget kaya Tante, makasih ya Tante." Ucap Dita dengan senyum sumringah.
"Jangan makasih dulu Ta, masih ada kejutan lainnya lho." Ucap Tante Dewi sambil melirik mami Aiko penuh senyum.
"Duh gak sabar nih." Ucap Dita.
Di hadapannya para pelayan yang dipimpin ibu Mey telah berdiri siap sambil membentangkan spanduk besar bertuliskan
"**Happy Wedding**"
dengan foto - foto Anan dan Dita yang di kolase kan sedemikian rupa cantiknya.
"Keren banget wuidih siapa yang buat nih?" Ucap Anan takjub.
"Coba lihat sini Nan." Ucap Tante Dewi menepuk bahu Anan.
"Jadi Tante yang buat, wuaaa makasih Tante." Anan memeluk Tante Dewi diikuti Dita yang ikut memeluknya.
Ibu Mey menembakkan confetti ke arah Anan dan Dita sambil bersorak "Happy Wedding" bersamaan dengan para pelayan lainnya.
"Makasih Bu, makasih semuanya."
Ucap Dita dan Anan berbarengan. Mereka menjabat tangan para pelayan satu-satu. Lalu para pelayan membawa Dita dan Anan menuju taman belakang yang di hias dengan dekorasi banyak bunga layaknya pesta kebun. Di tiga meja prasmanan terdapat aneka makanan yang lezat serta kue dan minuman untuk mereka berpesta disana.
"Musik guys...!" Sahut Doni sambil menyalakan musik asik untuk berdansa.
"May I?"
Ucap Pak Kevin meraih tangan Dita dari Anan.
"Sure." Ucap Anan.
__ADS_1
Mereka saling bergantian berdansa dan bertukar pasangan dansa saling tertawa bahagia. Bahkan Doni tanpa sadar berdansa dengan Anita dan menjadi tontonan para pelayan.
"Saking jomblonya sampai terbiasa dansa sendirian itu orang halu banget yak." Bisik para pelayan melihat Doni.
"Doni kayaknya kita pindah deh, dilihatin sama semuanya." Bisik Anita.
"Ah bodo amat biar aja aku dibilang kaya orang gila." Sahut Doni tak peduli.
"Pindah aja yuk Don." Ajak Anita yang menggandeng tangan Doni menjauh.
Anita membawa Doni ke dekat kolam renang di rumah besar Anan.
"Nit, ini beneran terakhir kita ketemu?" Tanya Doni tampak sedih.
"Hmmm sepertinya iya Don." Ucap Anita sedih menahan air matanya jatuh menetes.
"Jangan pergi Nit." Doni memeluk Anita dari belakang.
"Kamu kenapa sih jadi melow gini, biasanya juga sebel banget kalau ada aku ketakutan."
"Aku sekarang gak mau kamu pergi, please Nit jangan pergi hu hu hu." Doni tak dapat menahan tangisnya.
"Aku ngerasa bangga banget lho ini di tangisin cowok kaya kamu Don, padahal biasanya kamu takut hehehe." Anita mencoba menepis kesedihannya.
"Jangan pergi Nit, jangan pergi..." Rengek Doni.
"Kalau memang nyatanya aku harus pergi ya aku harus pergi Don, aku sedang menunggu cahaya itu, mungkin nanti malam, aku juga bingung, bagaimana ya caranya mengucap perpisahan sama Dita."
Ucap Anita masih mencoba tertawa meski ia ingin menangis sejadi-jadinya.
"Makanya jangan pergi Nit, nanti yang nemenin aku siapa yang suka buat aku benjol siapa, yang bantuin aku kalau dijahilin hantu siapa, jangan pergi Nit hiks hiks hiks."
"Lah aku juga hantu Don sama aja bisa gangguin kamu hehehe."
"Kamu beda buat aku, kamu tuh udah beda buat aku." Sahut Doni.
Anita berbalik badan menghadap Doni. Anita kini memegang wajah Doni sambil merapikan rambut Doni dengan kedua tangannya.
"Don, aku boleh gak minta sesuatu?" Tanya Anita.
"Boleh Nit, minta apa aja aku kasih." Sahut Doni.
Cup...
Anita lalu memberi kecupan pada bibir Doni secepat kilat.
"Dah cuma mau minta ngelakuin itu kok."
Sahut Anita tersipu malu berusaha untuk pergi menjauh dari Doni namun Doni menarik tangan Anita.
"Kalau cuma itu ngapain sebentar."
Ucap Doni lalu menarik Anita kehadapannya dan memberi sentuhan pada bibir Anita yang kemudian mereka saling berpagut mesra.
Dita dan Anan melihat kejadian tersebut sambil tersenyum.
"Bisa gak sih Nan, mereka menikah kayak kita?" Ucap Dita lirih.
__ADS_1
"Cuma keajaiban yang bakal bawa Anita balik Ta, seperti keajaiban yang bawa roh aku masuk ke tubuh Manan."
Sahut Anan merangkul Dita dan memberi kecupan di kepala Dita.
"Oi... Potong kue pengantin yuk!" Ajak Tante Dewi memanggil Anan dan Dita.
"Iya Tante sebentar." Sahut Anan.
"Yuk Ta, biarin Anita dan Doni, gak usah di ganggu, nanti gantian aku yang gangguin kamu." Ucap Anan dengan nada genit nan menggoda.
"Mau dong di gangguin."
Dita balas menggoda Anan.
Mereka menuju pesta kebun di hadapannya lalu memotong kue pengantin yang sudah di siapkan Tante Dewi.
"Eits tunggu, ganti baju dong pakai gaun pengantin yang kamu beli waktu itu." Pinta Tante Dewi.
"Yuk mami rapihin riasan kamu lagi." Ucap mami Aiko lalu membawa Dita ke kamarnya untuk berganti gaun pengantin. Sementara Anan mengikuti Tante Dewi untuk berganti jas senada dengan gaun yang Dita pakai nanti.
"Wah mami bagus banget siapa yang dekorasi kamar?" Tanya Dita saat memasuki kamarnya yang sudah disulap menjadi kamar pengantin.
"Mami sama Tante Dewi." Sahut mami.
"Makasih banyak ya mi, ini impian Dita banget bisa menikah semewah ini." Ucap Dita penuh kebahagiaan.
"Ini terlalu sederhana sayang, jauh dari kata mewah."
"Ini udah mewah banget mi buat Dita beneran deh aku seneeeeeeeng banget." Dita memeluk Aiko.
Ketulusan dan kehangat cinta dari Dita menghinggapi Aiko membuat Aiko terperanjat saat Dita memeluknya.
Anak ini, kenapa dia seperti ini, kenapa terasa menyenangkan sekali saat memeluknya.
Aiko tersadar dan langsung melepas pelukan Dita dia tak mau terlena lebih dalam dengan perasaannya yang makin lama makin menyukai kehadiran Dita.
"Sudah sana ganti bajunya." Ucap Aiko.
"Iya mi." Dita langsung meraih gaunnya dan berganti pakaian.
Aiko merubah riasan Dita menjadi lebih flawless senada dengan warna gaunnya. Rambut Dita yang tadi disanggul kini teurai dengan indahnya. Mahkota mutiara kecil disematkan di atas kepalanya sehingga mempercantik tatanan rambutnya.
"Ini serius aku mi? Persis artis KPop ya mi?" Ucap Dita merasa bangga di depan cermin.
"Haha kamu ini, memang ini kamu kok cantik, cantik banget malah." Ucap Aiko lalu memberi polesan lipstik di bibir Dita sebagai sentuhan terakhir.
"Nah, selesai deh, yuk turun." Ajak mami Aiko.
Makasih yaa Allah, Kau berikan aku mertua sebaik mami Aiko.
Dita memandang Aiko dengan senyuman terhangatnya.
****
To be continued...
Happy Reading...
__ADS_1
Mampir ke 9 lives juga ya guys 😘*
ke 9 lives juga ya guys 😘