
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
***
Bu Eva berhasil meloloskan diri dengan ajudannya si besar Ken. Ponsel Bu Eva berbunyi.
"Halo bos, brangkas nya ketemu nih." ucap suara wanita tua di sebrang sana.
"Bagus, kerja yang pintar, saya segera kesana." ucap Bu Eva lalu menutup sambungan teleponnya.
"Ken kita kerumah Kevin, kamu hubungi temen kamu yang bisa bongkar brangkas." ucap bu Eva pada Ken.
"Siap bos." sahut Ken.
***
Sesampainya di kantor polisi Dita dan Anan masuk ke dalam ruangan untuk memberikan kesaksian nya terhadap kejadian hari ini.
"Boy, jadi kamu paham ya, aku mau kamu lakukan pengejaran juga sama pelaku yang bernama Eva Ariana ini, kamu cari alamatnya, lokasi terakhir yang selalu ia kunjungi di kota ini, sebarkan fotonya sebagai DPO." ucap kapten Jihan pada bawahannya.
"Baik Kapt segera saya laksanakan." Boy dan kapten Jihan saling memberi hormat, lalu Boy pergi.
"Jadi apa kami sudah boleh pulang Kapten?" tanya Anan.
"Tentu silahkan, apakah mau di antar dengan mobil polisi karena tadi anda meninggalkan kendaraan di kantor Pak Kevin?" tanya Kapten Jihan.
"Mau gak Ta?" tanya Anan menoleh pada Dita.
"Naik taxi online aja aku malu di kira penjahat entar hehehe." sahut Dita.
"Hahaha kalian ini bisa saja." kapten Jihan tertawa.
"Oke kapten kita pamit ya." Anan dan Dita menjabat tangan kapten Jihan lalu pamit dari kantor polisi.
"Nan bentar, ketemu pak Anwar dulu ya mau ninggalin jejak pak Herdi hehehe." bisik Dita.
"Ide bagus." sahut Anan.
"Kapten, boleh ketemu si Anwar gak?" tanya Anan.
"Kenapa, kalian penasaran ya?" tanya kapten Jihan
__ADS_1
"Ada yang mau aku tunjukin ke dia Kapten." ucap Dita.
"Baiklah mari ikut saya, rencana besok akan ada pemindahan tahanan dari sini untuk persidangan mereka." ucap kapten Jihan.
Kapten Jihan membawa Anan dan Dita masuk ke ruang investigasi untuk tahanan.
"Bawa tahanan nomor 32150 kesini!" perintah kapten Jihan pada dua orang anak buahnya.
"Siap kapten!" jawab keduanya bersamaan.
"Aku panggil pak Herdi dulu ya bisa gak sampai sini." bisik Dita lalu menggoyangkan gelang ditangannya.
"Kenapa Ta, saya baru aja mau jagain Doni setelah Kevin stabil?" tanya Pak Herdi.
"Mau ketemu Anwar gak, kita takut - takutin dikit hehehe." bisik Dita.
"Kok ada yang aneh ya? hmmm ada penampakan ya Ta?" tanya kapten Jihan.
"Hehehe iya Kapt." sahut Dita.
"Di rumah aja si Nana yang suka bawa penampakan eh begitu ketemu kamu sama aja kayak Nana." kapten Jihan menepuk dahinya.
"Makanya coba kapten lebih dekat sama Nana siapa tau bisa lihat penampakan juga hehehe."
"Idih maaf Ta, saya mending ketemu penjahat daripada hantu, saya tinggal ya pantau di luar." kapten Jihan buru-buru keluar.
"Beuh padahal aku salut itu sama kapten Jihan, perempuan pemberani jagoan, jadi kapten pula eh takut setan hahahhaha." ucap Anan yang di balas tawa oleh Dita.
"Kalian? apa yang mau kalian lakukan disini?" ucap Anwar ada nada kesal terdengar di wajahnya.
"Oh jadi ini bos Anwar yang di bela - bela sama James." ucap Anan.
"Kenapa? apa kau mau menawarkan wanita mu ini kepadaku seperti James hahaha?" ucap Anwar sambil tertawa.
PLAK...!!! Anan menampar wajah Anwar dengan penuh kemarahan.
"Jaga ucapan anda atau saya bisa habisi kamu disini!" ancam Anan menunjuk ke arah wajah Anwar.
"Ta pinjem ya." ucap pak Herdi lalu menampakan dirinya di depan Anwar yang langsung mundur mengangkat kursinya kebelakang.
"Ka...ka...kamu... mau apa kamu?" ucap Anwar terbata-bata ketakutan.
"Ka... ka... kamu, hahhaha yah cemen baru lihat pocong aja takut." Dita meledek Anwar.
"Mau apa kamu?" bentak Anwar ke pak Herdi.
"Bagaimana kamu bisa membunuh Maya? dia itu keponakanmu om!" pak Herdi ganti membentak Anwar.
"Keponakan yang bodoh! sama seperti mamanya yang gampang ku bodohi hahaha." ucap Anwar tertawa seperti orang yang kehilangan kewarasannya.
__ADS_1
"Karena perbuatan mu itulah Tante Eva membunuhku, dia pikir aku menyekap Maya menjadikan nya tumbal." Pak Herdi memegang kerah Anwar.
"Aduh kalau mau pindah tempat bilang dong pak, Dita kan jadi ribet nih ngikutin bapaknya." ucap Dita.
"Tau nih si tofu basi bikin keder bini gue aja." sahut Anan.
"Lepaskan aku lepas." pinta Anwar kala melihat pak Herdi dengan mode seramnya, matanya mengeluarkan darah yang terus mengalir dengan belatung yang menyembur dari mulutnya ke wajah Anwar.
"Ih mana belum makan siang lagi aku Nan." Dita tak mau menatap pak Herdi.
"Udah sih buruan, mau diapain tuh orang sikat aja udah." sahut Anan.
"Jelaskan padaku bagaimana kau bisa menjebak Maya dan ibunya!" bentak pak Herdi makin menyemburkan darah dan belatung menjijikan ke wajah Anwar.
"Oke-oke lepaskan saya, nanti saya jelaskan." kengerian di wajahnya sudah tersirat dan menunduk saat hendak menjelaskan kejadian waktu itu.
****
#Flashback#
"Rapikan baju-baju mu Maya, om Anwar akan mengantarmu ke Hongkong." ucap Bu Devi.
"Kenapa sih Bu, Maya tuh enggak mau ikut on gendut itu." sahut Maya kesal.
"Kamu tahu hanya ini jalan satu-satunya agar ibu bisa menata kembali keuangan kita yang terpuruk gara-gara keluarga Winata sialan itu." ucap Bu Devi kesal.
"Tapi Bu... "
"Sudah tak ada tapi - tapian kamu pergi sama om Anwar, bawa semua aset Winata di Hongkong atas namamu dan om Anwar." perintah Bu Devi pada anaknya Maya.
Maya akhirnya menurut dan mengikuti Anwar masuk ke dalam mobilnya.
"Aku titip Maya ya, jaga dia baik - baik." ucap Bu Devi.
"Baik mbak, akan saya jaga Maya seperti anakku sendiri." sahut Anwar dengan wajah liciknya itu lalu pergi membawa Maya pergi dari hadapan ibunya.
Beberapa hari di ibukota, Maya di inapkan di sebuah hotel oleh pamannya si Anwar itu.
"Kapan Maya akan pergi ke Hongkong om?" tanya Maya.
"Nanti tunggu saja, hari ini pemilik perusahaan yang memiliki saham perusahaan dengan Winata akan datang, kau pakai baju yang cantik, nanti malam ikut om ke Club' House." ucap Anwar sambil tersenyum menyeringai menghirup sebatang cerutunya.
Setelah itu Anwar pergi keluar dari hotel yang ditempati Maya.
"Kenapa perasaan ku tak enak yak." gumam Maya sambil memandang langit biru berawan dari jendela kamar hotelnya.
****
To be continued....
__ADS_1
Bersambung ya... Happy Reading buat semuanya...
Jangan lupa votenya buat novel ini 😘😘😘