
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍😊
****
###Flashback 10 tahun lalu###
"Mamiiiii..." Manan kecil memeluk maminya di taman belakang rumah besarnya.
"Uhuk uhuk..."
"Tuh kan mami bilang jangan capek-capek bulan depan kamu harus operasi nak." Mami Aiko menepuk pelan punggung Manan.
"Kalau udah operasi aku akan sembuh kan Mi?"
"Iya dong sayang."
"Mi aku mau berangkat yak." sahut Anan yang datang menghampiri maminya.
"Kamu sama Tante Dewi yak, mami mau ngurusin Manan dulu." Mami Aiko mencium kepala Anan.
"Oke." jawab Anan datar ada guratan kecewa yang terlintas di wajahnya lalu ia melangkah menuju mobil Tante Dewi yang menunggunya dari tadi.
"Duh cemberut aja sih gantengnya tante baru putus cinta yak?"
"Sejak kapan aku punya pacar, ngarang aja tante." Anan menutup pintunya dan memasang seat belt nya.
"Masa ketua OSIS paling ganteng satu SMP Bhakti gak punya pacar sih?
Terus kenapa mukanya ditekuk?"
tanya Tante Dewi sambil fokus menyetir.
"Aku iri sama Manan, mami selalu ada buat dia tapi enggak buat aku." Anan memandang mobil-mobil yang berlalu lalang dari jendela mobilnya.
"Nan, kamu ngerti dong kondisi adik kamu kan sakit."
"Cuma itu yang harus aku ngerti yak, tau begini aku mau deh gantiin Manan sakit."
"Husss gak boleh ngomong gitu, harusnya kamu bersyukur di beri kesehatan, lagi pula kan masih ada Tante yang akan selalu ada buat Anan si tampan."
"Ya."
"Kok cuma ngomong iya sih?"
"Terus harus ngomong apa?"
"Hmmmm." Helaan nafas panjang terdengar dari mulut Tante Dewi dilirik nya Anan sekali - sekali sambil menyetir yang hanya memandang pemandangan lalu lintas dari kaca jendela nya.
****
"Kenapa kamu mondar-mandir gak jelas kaya gitu?" tanya Manan pada Anan.
"Gue bingung Nan, gue harus ikut lomba renang di sekolah, dan elo tau kan gue gak bisa renang."
"Ya tinggal bilang aja dong kalau kamu gak bisa renang, beres kan?"
"Gak segampang itu lah, malu tau kalo sampai gue di ketawain sama temen-temen."
"Gimana kalau aku aja yang gantiin?" pinta Manan.
"Ah gila elo, nanti mami bisa marah-marah kalau elo capek dan kenapa-kenapa."
"Mami gak akan tau kok, kita jaga rahasia kita." Manan merangkul bahu Anan.
"Makasih ya Bek, emang bakat banget elo jadi bebek, jago renang sih." ledek Anan.
__ADS_1
"Daripada kamu jagoan kaya macan tapi takut air hahahaha." ledek Manan membalas saudara kembarnya itu.
****
"Selamat ya Nan kamu sudah menjuarain pertandingan renang ini,, Keren banget sih kamu Nan." teman perempuan Anan dikelasnya datang memeluk Manan.
"Eh iya makasih yak."
"Cie Raya peluk - peluk Anan." goda teman-temannya Raya.
"Emangnya kenapa, bentar lagi kita jadian kok." ucap Raya melingkarkan tangannya di lengan Manan.
"Hah jadian?" tanya Manan heran.
"Iya, mau kan kamu jadi pacar aku?" tanya Raya.
"I-i-iya deh mau." sahut Manan.
Nih cewek cakep kok, Anan pasti suka juga sama dia, bakal seneng nih udah dapet medali emas eh dapet cewek cakep juga hihihi.
"Maaf aku harus pergi ya, uhuk uhuk..." Manan merasa dadanya sesak lalu ia keruang ganti dan mencari inhaeler dalam tasnya.
"Aku udah selesai." ucap Manan di ponselnya.
Diluar ruang ganti gerombolan anak laki-laki sudah menunggunya.
"Gue gak nyangka ya Nan, elo nikung gue?" tanya salah satu anak yang sedang menarik kerahnya.
"Aku gak tau maksud kamu?"
"Kamu? gue Jojo bukan kamu, asal elo tau ya Raya itu punya gue."
"Oh Raya, maaf nih bisa lepasin gak?"
"Hahahaha kesambet nih anak biasanya juga main dorong aja eh ini minta maaf." ucap Jojo.
"Tolong lepasin aku, mana aku tau Raya pacar kamu tadi dia kok yang minta aku jadi pacarnya."
"Aku? wah Elo ngajak ribut nih ngeledek gue."
"Ayo maju biasanya elo langsung bales kalo di ajak berantem."
"Maaf aku gak suka berantem."
"Ini anak nyolot banget hari ini."
Bug... Jojo menendang perut Manan.
"Awwww..." rintih Manan.
"Jo, kabur Jo ada pak Ridwan." ucap salah satu temen Jojo lalu mereka kabur meninggalkan Manan.
Ponsel Manan berbunyi.
"Bek, buruan dimana elo?" tanya Anan dari sebrang sana.
"I-iya ya bentar." sahut Manan mencoba berdiri.
Sebuah mobil sedan hitam sudah menunggu Manan di luar gerbang SMP Bhakti tempat Anan sekolah.
"Nih." Manan memberikan medali emas nya pada Anan dan duduk di sampingnya dalam mobil.
"Yoi bek makasih banyak nih, eh muka elo kenapa?"
"Gak papa kok, tadi cuma jatuh."
"Elo gak bisa bohong dari gue bek?"
"Aku gak papa can, uhuk uhuk."
"Bek jangan bikin gue khawatir nih."
Manan tiba-tiba pingsan di pangkuan Anan, tanpa pikir panjang Anan memerintahkan supir untuk membawanya kerumah sakit dan langsung menghubungi Tante Dewi nya.
__ADS_1
****
"Udah lah aku gak papa kok, jangan nangis." Manan menepuk bahu Anan yang menangis di pangkuannya di ranjang rumah sakit.
"Maafin gue bek, maafin gue yak?" ucap Anan sambil menyeka air matanya.
"Aku gak papa kok, oh iya aku hampir lupa cerita, selamat ya sekarang kamu punya pacar."
"Maksud elo?"
"Tadi Raya nembak aku terus aku bilang iya hehehe."
"Wah parah elo bek, dia kan gebetannya Jojo."
"Pantesan tadi Jojo marah terus mukul aku." sahut Manan keceplosan.
"Apa? apa elo bilang barusan elo dipukul Jojo?"
"Eng enggak kok kamu salah de.... nger." terlambat Anan sudah berlalu meninggalkan Manan di ruangannya karena berniat mencari Jojo untuk menuntut balas.
"Macan kaya gue masa kalah sama kebo, elo liat aja Jo habis elo malam ini sama gue." ucap Anan lirih sambil memukul kepalan tangannya sendiri.
***
#Kembali ke masa sekarang.#
"Oh jadi gitu si Macan ini jagoan rupanya hahaha." ledek Dita pada Anan.
"Ya mana aku tau Ta, aku kan gak inget."
"Lah itu kamu tau manggil si Manan bebek."
"Spontan aja Ta, aku juga gak tau tiba-tiba bisa manggil gitu, kamu mau minum gak?"
"Aku? kamu? hahahah sejak kapan macan ini ngomong aku kamu kecuali sama mami papi dan Tante Dewi?" tanya Manan.
"Ya gak tau lah bek." sahut Anan.
"Oh... aku tahu jadi kamu sama Dita ?"
Anan mengangguk lalu menghampiri Dita merapatkan dirinya duduk merangkul Dita.
"Gimana cocok kan?" tanya Anan.
"Ih apaan sih lebay banget ih." Dita mencoba melepaskan rangkulan Anan dari pundaknya.
"Oke juga." sahut Manan.
"Eh bentar-bentar terus Anan dan raya beneran jadian gak waktu itu?" tanya Dita.
"Aku gak tau tanya deh Anan." sahut Manan.
"Yeee mana gue inget, gue kan insomnia tau."
sahut Anan sambil menunjuk kepalanya.
"Amnesia Anan." sahut Dita.
"Ya itu lah namanya."
"Hahahaha... jadi kamu gak inget apa-apa?"
"Tapi kalo mami, papi, Tante Dewi aku inget, apalagi cewek satu ini." Anan mencolek dagu Dita.
"Idih colek colek emang aku sabun apa." Dita mengelap bekas sentuhan Anan tadi.
"Colek dikit aja ngomel, giliran colek banyak diem aja huuu.." goda Anan.
Dita memukul bahu Anan bertubi-tubi dengan bantal sofa, membuat Manan tertawa geli melihat tingkah kakaknya yang dulu cuek terhadap perempuan ternyata bisa juga jatuh cinta pada seorang Dita.
****
To be continued...
__ADS_1
Happy Reading 😘😘😘