Pocong Tampan

Pocong Tampan
Pukul Tiga Pagi


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


***


Alarm jam weker di kamar Dita berbunyi membangunkan Dita dari pembaringannya tepat pukul tiga pagi dini hari.


"Duh bangunin Anan apa gak ya, pules banget lagi nih gak tega banguninnya." gumam Dita sambil memperhatikan Anan yang sedang terlelap pulas.


"Panggil pak Herdi aja lah."


Dita mengguncang kan gelang ditangannya memanggil pak Herdi seketika saat itu juga.


"Ciluk ba..." pak Herdi menggoda Dita dengan mengejutkan nya dari belakang.


"Idih sumpah garing banget huuu gak jelas!" sahut Dita menepuk bahu pak Herdi dengan keras.


"Duh sakit Ta pukulan kamu pedes banget tau gak." pak Herdi mengusap bekas pukulan Dita di bahunya.


"Lagian garing banget ih si bapak."


"Kamu mau ngapain manggil saya nanti berantem lagi saya sama si menyan?" tanya Pak Herdi.


"Dia pules banget tuh gak bakal bangun dia sampai mangap gitu." tunjuk Dita ke sosok Anan yang sedang tertidur pulas.


"Terus ini mau ngapain kita?" tanya pak Herdi.


"Tolong liatin rumah seberang ada mobil box yang ngangkut manusia lagi gak?" tanya Dita.


"Tapi si item gak keliatan Ta coba dah tengok." ucap Pak Herdi.


"Hmmm iya sih, tapi coba sana gih liatin rumah seberang kalau terjadi transaksi seperti kemarin nah aku mau menghubungi kapten Jihan sekarang." pinta Dita.


"Ya udah nih aku kesana ya." pak Herdi segera keluar menembus jendela kamar Dita namun terjadi insiden kain kafan pak Herdi tersangkut kaki Dita sebelum dia menembus jendela kamar Dita.


"Astagfirullah maafin Dita pak, haduh bisa jatuh gitu mau ketawa pasti dosa ngetawain bos sendiri tapi gak ketawa lucu banget ini liat pocong nyusruk." Dita mencoba menahan tawanya melihat pak Herdi jatuh terjerembab kepala menghadap lantai di hadapan Dita meski tak tahan juga untuk tertawa.


Pak Herdi memandang ke arah Dita dengan tatapan sebal.

__ADS_1


"Kamu mah Ta, untung saya gak keterusan jatuh ke bawah sana." ucap pak Herdi agak kesal.


"Ya kalau jatuh juga udah gak apa-apa kan pak, udah gak sakit kan? hehehhee maafin aku ya maaf banget gak sengaja tadi ke injek." ucap Dita penuh penyesalan.


"Tetep aja Ta harga diri saya jadi jatuh terjun bebas sebagai bos dan sebagai pocong teraniaya sama kamu." sahut Pak Herdi.


"Duh ganteng, jangan manyun gitu pak nanti gantengnya hilang loh." Dita mencoba membuat pak Herdi tersenyum.


"Ya udah saya mau kesana dulu ya mau mantau nih." ucap pak Herdi lalu menghilang menuju rumah besar di seberang.


"Oke aku tunggu ya disini, cepetan pak jangan lama-lama dingin nih udaranya." ucap Dita.


Tak berapa lama kemudian pak Herdi datang membawa potem di sampingnya.


"Tolong buka kan ikatan kepala ku." ucap potem di hadapan Dita.


"Ih si om potem ya kayaknya emang gak bisa ngomong bahasa Indonesia nih dari kemarin itu terus yang ditanyain ih." ucap Dita mencoba menghindari pocong berwajah hitam itu dari hadapannya.


"Gak ada apa-apa Ta, sepi gak ada kegiatan apapun cuma ya itu beberapa orang di kunci dalam ruangan." ucap pak Herdi memberi laporan pada Dita.


"Terus mereka gimana dalam keadaan baik gak?" tanya Dita.


"Mereka sehat sih di kasih makan cuma ya itu karena bareng-bareng dalam ruangan agak engap ada tiga ruangan sih buat nampung para manusia itu."


"Hmmm tidurnya gimana? masa rumah besar gitu di sekap satu ruangan kasian kan sempit pak." sahut Dita


Bruk...


tiba-tiba Anan terjatuh dari ranjangnya ke lantai menggulung dengan selimut tebal di tubuh nya dan masih tertidur pulas.


"Apaan tuh ya?" Dita menengok ke dalam kamarnya.


"Hahahhaa lontong bungkus tuh Ta saking pelornya gak bangun." sahut pak Herdi.


"Ampun deh si Anan saking tebel nya tuh selimut pantas aja gak bangun ke gulung gitu padahal." Dita menepuk jidatnya.


"Saya pergi ya Ta nanti si menyan ngamuk lagi liat saya." ucap pak Herdi.


"Pak tunggu hari ini aku mau ke pulau xx nanti kalau aku butuh panggil bapak jangan keder ya?" pinta Dita.


"Lah iya saya bisa keder Ta, nanti kalau kamu mau berangkat panggil saya ya biar saya ikut aja sekalian." ucap pak Herdi.


"Hmmm ok deh kalau gitu."


"Ya sudah aku pergi ya." pak Herdi langsung menghilang seketika.

__ADS_1


"Hmmmm baru aku aja kali ya manusia aneh mau bulan madu aja bawa penjaga pocong hihihi." gumam Dita mencoba mengangkat Anan namun tak bisa.


"Duh Yandaku sayangku cintaku kasihku my baby bala-bala bangun dong, berat nih." Dita mencoba mengangkat Anan kembali.


"Yanda bangun dong." Dita mencubit kedua pipi Anan.


"Kebakaran, kebakaran, kebakaran..."


teriak Anan mencoba berdiri tapi terjatuh karena tergulung selimut nya.


"Ups Yanda kamu tuh ya."


Dita segera menolong Anan untuk berdiri.


"Aku kenapa sih ni kok kaya kepompong gini Ta?" tanya Anan.


"Kamu jatuh dari kasur ke gulung selimut tau tapi masih pules bingung aku mau bangunin kamu eh gak sadar-sadar." jawab Dita.


"Tadi itu serius loh Ta kebakaran eh taunya aku mimpi hehehe." sahut Anan.


"Dih Yanda mah ya udah lanjut tidur lagi baru setengah empat soalnya." sahut Dita.


"Hooh deh masuk ngantuk juga nih akunya." Anan segera merebahkan dirinya ke atas ranjangnya langsung terlelap kembali.


"Hadeh ***** banget suami aku ini gampang banget tidurnya."


Dita menyusul Anan tertidur disamping Anan segera terlelap.


Hantu Briana masuk ke kamar Dita memandanginya dan Anan. Dia menyentuh kalung di leher Dita yang berkilauan namun terpental karena batu permata yang ada di kalungnya terasa panas.


****


To be continued...


alias bersambung ya...


mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan


Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.


Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...


ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.


Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.

__ADS_1


Vie Love you all 😘


__ADS_2