
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Kok ketawa sih?" tanya Susi.
"Mereka tuh suami istri, saya aja gak berani ganggu dan lihat pertempuran mereka kamu malah nanyain emangnya mau lihat?" ucap pak Herdi berbalik tanya pada Susi.
"Kan justru seru dong berantem kayak kalian tadi." sahut Susi.
"Bukan pertempuran kayak tadi woi." pak Herdi mulai kesal dengan Susi.
Dita membuka pintu kamar mandi dan sudah berganti pakaian hanya saja handuknya masih menggulung menutup rambutnya yang basah.
"Tuh masuk, nanti baju kamu aku siapin yak, couple-an kaya baju yang aku pakai ini." ucap Dita pada Anan.
"Iya terserah kamu aja sayangku, apapun akan ku lakukan untuk mu." Anan mencium bibir Dita lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Tuh kayak gitu pertempuran nya bahkan lebih mesra lagi." ujar pak Herdi pada Susi.
"Oh... iya aku paham deh paham." ucap Susi sambil tertawa.
"Hei, hayo pada ngomongin aku ya?" tanya Dita.
"Dikit Ta, oh iya kamu kenapa sih manggil saya?" tanya pak Herdi.
"Aku mau bapak ajarin dia tuh berubah mode cantik." sahut Dita.
"Kalau aslinya gak cantik mah susah Ta mau berubah kaya apapun tetep aja gak cantik." pak Herdi melirik Susi di sampingnya.
"Huaaaaaa jahat kamu jahat." pekik Susi sambil memukul bahu kanan pak herdi berkali-kali.
"Hahahaha, sekarang pak Herdi ngomongnya rada nyakitin ya, dalem mak jleb." ucap Dita menahan tawanya.
"Bawaan Ta udah jadi hantu agak jahat dikit hehehe." sahut pak Herdi.
"Terus aku gimana masa mau ketemu Jeff muka ku kayak gini?" Susi menunjuk daging pipi kanan nya yang sobek.
"Tuh pak ajarin dong, kan bapak udah jadi hantu senior." ujat Dita.
__ADS_1
"Ah susah dah, tapi terpaksa deh kalau kamu yang nyuruh mah gak akan bisa saya tolak." ucap pak Herdi.
"Ya udah nanti kalau si Susi udah cantik balik ya ke Dita, kan dia mau di ketemuin sama Jeff kan?" tanya Dita.
"Iya bener aku mau ketemu Jeff minimal sekali aja ngedate biar aku tenang gitu gak penasaran lagi sama dia." sahut hantu Susi itu.
"Hmmm bener-bener dah ada hantu penasaran kaga tenang cuma buat ngedate sama yang dia demenin ckckckck kecentilan ini namanya." gumam Dita.
"Okeh sekarang ayo kamu ikut saya." pak Herdi mengajak Susi untuk pergi menghilang dari pandangan Dita.
"Pada kemana Ta?" tanya Anan yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di pinggangnya.
"Susi mau belajar merubah diri nyari ilmu dia sama hantu senior hehehe." sahut Dita.
"Mana baju aku?" tanya Anan.
"Duh kalau posenya kayak gitu mah nantangin banget Nan jadi pengen gigit roti sobeknya." gumam Dita yang terdengar Anan.
Anan merebahkan dirinya di atas kasur lalu membuka handuknya.
"Silahkan aja sih aku mah gak keberatan." tantang Anan.
Dita makin tersenyum nakal mendekati Anan.
Tok Tok Tok
"Siapa sih ganggu aja?" Anan menggerutu sebal.
"Aku buka ya." Dita menuju pintu utama kamar hotelnya dan mengintip dari lubang pintu.
"Oh Tasya." Dita membuka pintu kamar hotelnya.
"Kenapa Sya?" tanya Dita.
"Tante Dewi ngajak makan sekarang." ucap Tasya.
"Bukannya telepon aja malah nyamperin ke kamar hotel hehehe." ucap Dita.
"Eh iya ya, inget nya di rumah bawaanya pengen ketok kamar kamu." sahut Tasya.
"Oh gak apa-apa sih, oh iya aku mau kamau sama Tante Dewi pakai baju jnj ya." pinta Dita menyerahkan bungkusan pakaian untuk Tasya dan Tante Dewi.
"Oke deh makasih ya." ucap Tasya lalu kembali menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
"Sayang kamu ke tempat om Kevin sama Doni ya tolong serahin bungkusan ini, aku mau siap-siap dulu ya." ujar Dita ke Anan.
"Oke, aku ke tempat mereka dulu." sahut Anan membawa bungkusan kaus ke kamar om Kevin.
__ADS_1
Dita fokus mengoleskan wajahnya dengan cream dan bedak. Menyisir rambutnya dan hendak memulas bibir dengan lipstik ternama sampai sesuatu mengejutkan nya.
"Kak Dita." Susi menyapa Dita dengan wajah nya yang sudah berubah seperti sedia kala.
"Astagfirullah ini gara-gara kamu aku pakai lipstik sampai ke pipi nih." Dita mengusap bekas lipstik di pipinya dengan tissue.
"Hehehe maaf ya, tapi aku udah cantik kan?" Susi memperlihatkan sisi kanan dan kirinya.
"Iya udah cantik, Pak Herdi mana?" tanya Dita merapikan lipstik nya kembali.
"Tadi ada sih katanya mau lihat pantai dulu, kangen sama Tan.. Tan.. siapa ya aku lupa hehehe." ucap Susi.
"Tania? oh dia istri pak Herdi."
"Oh udah punya istri? wah padahal cakep lho pak Herdi lumayan buat jadi gebetan aku kalau aku gak dapet Jeff hehehe." sahut Susi.
"Tania itu udah meninggal, ya kamu bisa sih deketin pak Herdi, ketimbang Jeff nanti dia malah syok di deketin hantu kayak kamu." ucap Dita sambil menyisir rambutnya.
"Hantu kayak aku? emang aku jelek banget ya?" raut wajah Susi mulai berubah seperti mau menangis.
"Stop deh, jangan selalu bilang kamu jelek, setiap perempuan itu cantik tinggal mereka bisa merawat diri dan memoles wajahnya lebih cantik apa enggak. Maksud aku Jeff bakal syok karena kamu hantu, lagian kamu juga punya saingan." sahut Dita menyimpangkan tas rajut ke bahunya.
"Aku punya saingan? hmmmm gak bisa di diemin nih." sahut Susi.
"Udah ah aku mau makan malam dulu." Dita emmbawa dua tas rajut untuk Tante Dewi dan Tasya.
"Aku ikut yak." Susi bergegas mengikuti Dita.
"Gak usah pakai ijin juga dimana-mana hantu datang tiba-tiba pergi tiba-tiba juga, kaga pakai ijin." sahut Dita mengunci pintu kamar hotelnya.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Jangan lupa main ke 9 lives ya...
__ADS_1
Vie Love you