Pocong Tampan

Pocong Tampan
Sekolah Baru untuk Andi (Part 1)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍


***


"Opor ayam siap di santap." ucap Dita di meja makan pagi itu.


"Mantap banget deh, mas mau di ambilin?" tanya Tante Dewi kepada om Kevin.


"Tentu saja." ucapnya menyodorkan piring ke arah Tante Dewi dengan tersenyum.


"Ehm ehm makin enak ini pastinya." Dita menggoda Tante Dewi.


"Jangan mulai Ta, gak jadi aku makan nih." ancam Tante Dewi.


"Hmmm ngambek... masih banyak tuh yang mau makan masakan Dita kok Tante." sebelum selesai berucap juga Tante Dewi sudah melahap masakan Dita dengan sangat cepat.


"Hari ini kita jadi daftar sekolah si Andi di taman kanak-kanak xx kan Nan?" tanya Dita.


"Jadi dong." sahut Anan.


"Nanti Tasya siapin Andi ya tunggu aku sama Anan di halaman depan." ucap Dita.


"Siap bos." sahut Tasya dengan senyum merekah menoleh ke Andi yang makan dengan lahap.


"Oh iya ada perbedaan pendapat nih sama pemilih tanah belakang rumah sakit katanya kita ambil lahan dia." ucap Tante Dewi.


"Kok bisa Tante?" tanya Anan.


"Tau tuh tiba-tiba ada yang bawa surat pemberitahuan tentang lahan terus kita harus ganti rugi gitu."


"Selidik dulu dong, tuh ada om Kevin siapa tau bisa ngurusin soal perebutan lahan rumah sakit." Anan menunjuk Kevin yang ikut menyimak pembicaraan Tante Dewi.


"Oh dengan senang hati, saya pasti akan membantu." sahut om Kevin.


Iya ya daripada bayar pengacara lagi mending manfaatin aja tenaga yang ada hehehe.


batin Tante Dewi sambil menoleh ke om Kevin.


"Ya udah nanti ikut aku ke rumah sakit, Doni kamu udah baikan belum kalau bawa mobil?" tanya Tante Dewi.


"Masih nyeri Bu, tapi tenang aja Doni mah kuat." ucap Doni bangga.


***


Mobil Tante Dewi melaju lebih dulu dari mobil Anan di halaman depan rumah besar.

__ADS_1


"Andi kenapa?" tanya Dita pada Andi yang sedari tadi diam saja.


"Aku takut kak, aku takut gak punya temen." sahut Andi.


"Namanya anak baru, nanti juga banyak yang mau temenan sama Andi, Tasya oi Tasya..." panggil Dita.


"Iya bentar, aku bawa bekel dulu sama minum buat Andi, tapi kayak ada yang kurang, tas sama alat tulisnya mana Ta?" tanya Tasya.


"Oh tenang nanti beli aja pas pulang dari daftar sekolah, yuk masuk ke mobil Anan udah nunggu dari tadi." ajak Dita.


Saat mobil Anan keluar gerbang mereka berpapasan dengan mobil box yang keluar dari rumah seberang.


"Kira-kira mereka produksi apa ya, apa gitu yang mereka bawa di dalam sana." gumam Dita.


"Udah gak usah kepo." sahut Anan.


Saat berada di lampu merah Dita seperti mendengar sesuatu menggedor dari pintu mobil box itu tetapi samar-samar.


"Kalian denger gak?" ucap Dita.


"Denger apa?" tanya Anan dan Tasya berbarengan.


"Berasa ada yang gedor-gedor mobilnya minta tolong." sahut Dita.


"Ah perasaan kamu aja kali Ta ." ucap Anan lalu melanjutkan mobilnya berlainan arah belokan dengan mobil box tadi.


"Yah beda jalan yak." ucap Dita memandang mobil box itu dari kaca spion.


***


"Selamat datang di sekolah ceria." sapa ibu guru yang manis dengan hijabnya.


"Pagi Bu, saya Anandita yang kemarin telepon mau mendaftarkan anak asuh saya ini." ucap Dita menjabat tangan ibu guru itu.


"Halo nak Dita, saya kepala sekolah disini, nama saya ibu Emilia." ucap nya menjabat tangan Dita, Anan dan Tasya bergantian.


"Ini perkenalkan namanya Andi." Dita menyerahkan Andi pada ibu Emilia.


"Halo Andi selamat pagi ganteng, siap bersekolah hari ini?" tanya ibu Emilia namun Andi menggeleng.


"Belum siap Bu kayaknya, mungkin besok aja, sekarang kita urus administrasi sama ambil seragam buat Andi ya Bu." ucap Dita membelai kepala Andi yang sedari tadi bersembunyi di pinggang Dita.


"Iya silahkan mari ikut saya." ajak ibu Emilia.


"Kamu yang urus ya Yanda aku mau main ayunan kayak Tasya tuh hehehe." pinta Dita.


"Ya ampun Ta, ini Playground buat anak-anak kenapa kalian yang main sih." Anan menutup wajahnya malu lalu mengikuti ibu Emilia.


"Andi besok sekolah ya yang anter Kakak Tasya sama kak Dita." ucap Dita.


Andi mengangguk mengiyakan.


"Rumah ku kan disana kak." tunjuk Andi.

__ADS_1


"Iya bener, sekolah ini memang deket rumah kamu, jadi ibu kamu nanti anter kamu gak capek kejauhan." sahut Dita.


"Tapi aku takut kak."


"Takut kenapa, takut gak punya temen ya?" tanya Tasya.


Andi menggeleng.


"Lalu takut kenapa?" tanya Dita.


"Di situ kak, di gang sempit itu katanya ada kuntilanak." Andi menunjuk gang sempit di sebrang sekolah.


Dita dan Tasya langsung menoleh arah yang ditunjuk Andi.


"Gak ada kok, memangnya kalau pulang kamu lewat situ?" tanya Dita.


"Iya kak."


"Tenang aja kalau masih pagi gak akan ada kuntilanak nya kan dia mah keluarnya malam, lagian kalau dia sampai berani gangguin kamu, jangan takut nih hadapi kakak Dita." Tasya menepuk pundak Dita.


"Lah kok jadi aku Sya?"


"Kan yang berani kamu Ta hehehe." Tasya berhasil membuat Andi tertawa.


Dita menoleh ke arah gang sempit itu sekali lagi, memang sih terlihat menyeramkan karena sempit, pengap apalagi kalau malam hari pasti serem banget.


Jam istirahat berbunyi anak-anak berhamburan keluar untuk istirahat. Meskipun ada larangan untuk tidak keluar area sekolah namun masih saja ada yang keluar gerbang hanya untuk jajan di luar.


"Andi gak boleh ya keluar sekolah pas jam istirahat, nanti bawa bekel kalau sekolah, kalau mau jajan pulang sekolah aja sama kakak." pinta Dita memberi arahan pada Andi.


"Iya kak."


"Aaaaaaaaaa." suara jeritan anak kecil terdengar di depan gerbang sekolah membuat Dita dan Tasya ikut berhamburan melihat arah datangnya teriakan itu.


Seorang anak perempuan tertabrak motor saat hendak menyebrang. Ibu guru langsung membawa anak itu ke rumah sakit bersama si penabrak.


"Ini Minggu ke dua tanggal tiga belas ya?" ucap seorang penjual makanan.


"Iya bener, pantesan aja ada yang ketabrak, minta darah berarti penghuninya." jawab teman penjual satunya.


Dita dan Tasya saling bertatapan terlebih mereka melihat penampakan hantu berdaster putih seperti kuntilanak dengan wajah penuh kerutan dan keriput sedang menjilati bekas darah anak perempuan yang kecelakaan tadi.


Andi bersembunyi di balik tubuh Dita ketakutan menghinggapinya.


****


To be continued...


Maaf jika masih menemukan typo, makasih banyak buat yang selalu vote cerita ini...


Love you all pokoknya... stay safe... jaga kesehatan ya😘😘😘


Selamat menjalankan ibadah puasa 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2