
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Ih si Tasya kenapa coba ini kakinya naik ke kursi?" tanya Dita yang melirik ke arah Tasya yang duduk di belakang nya.
"Saya takut Ta, ke guncang-guncang gitu nanti terus kalau pas terbang kita kecelakaan gimana kan gak bisa turun kitanya." sahut Tasya.
"Bukan lagi gak bisa turun, kalau ini kapal meledak di udara ya kita juga meledak dong terus hancur berkeping-keping, terus kalau kita turun gara-gara kecelakaan ya pesawatnya juga hancur menghantam gunung apa hilang di laut di makan ikan terus..."
"Doni...! bukannya nenangin Tasya malah tambah bikin parno sih tuh liat si Tasya ketakutan gitu." Dita memotong ucapan Doni.
"Huhuhuhu... Tasya takut kak." Tasya makin menangis ketakutan.
"Ampun deh Tasya ngompol ya, pasti ngompol deh kalau ketakutan gitu." ucap Dita menunjuk Tasya.
"Aduh Tante gak jadi deh duduk sama Tasya, Nan pindah, Tante duduk sama Dita gih." Tante Dewi memerintahkan Dita untuk pindah.
"Gak boleh, Anan maunya duduk sama Dita." sahut Anan melarang Dita untuk pindah.
"Terus Tante duduk sama siapa?" tanya Tante Dewi.
"Sama om Kevin lah." sahut Anan.
Dita mencoba menahan tawanya.
"Duh masa Tante duduk sama Tasya nanti aku takut nya dia ngompol." Tante Dewi melirik ke arah Tasya.
"Tau nih si Tasya tau gini mah tadi pakai Pampers buat dewasa deh, sana ke toilet dulu gih sebelum ni pesawat jalan." sahut Doni.
"Anterin yuk." ajak Tasya.
"Ih bener-bener si Tasya tinggal kebelakang doang sana tuh toiletnya belakang kamu." tunjuk Doni.
__ADS_1
"Ya udah deh, bilang sama mbak pramugari nya jangan jalan dulu ya pesawatnya, Tasya mau ke toilet dulu." Tasya langsung menuju toilet.
"Ada ya manusia kaya gitu, duh terpaksa deh." ucap Tante Dewi yang terpaksa duduk di samping pak Kevin yang sudah menyambutnya dengan senyuman senang.
"Kamu mau di pojok dekat jendela apa di sini?" tanya Kevin pada Tante Dewi sambil menepuk kursi di sampingnya.
"Deket jendela saya suka lihat pemandangan luar sana." ucap Tante Dewi yang begitu masuk ke kursi dalam dekat jendela malah terjatuh ke pangkuan Kevin saat itu. Keduanya malah saling bertatapan.
Dita menepuk bahu Anan untuk melihat ke arah sampingnya.
"Apaan sih Ta?" tanya Anan.
"Tuh lihat." tunjuk Dita.
"Ehm ehm cieeeee...." Anan meledek Tante Dewi yang tersadar dan langsung pindah tempat duduk.
"Apaan sih sana sana sana jangan liat kesini." sahut Tante Dewi kesal lalu memandang jendela tak mau melihat Kevin sampai tiba di bandara-bandara tujuan.
***
"Kok pak Herdi hilang ya Ta?" tanya Tasya setibanya di bandara tujuan.
"Oh nanti juga nongol kali dah biarin aja, yang penting dia udah tau kalau sekarang kita ada disini." sahut Dita.
"Udah dong nanti ada kok depan hotel, Tante maunya tanpa supir kan?" sahut Anan.
"Iyalah ngapain tante bawa Doni kalau tuh rental pakai supir, lagian tante gak percayaan nanti sama supir yang baru Tante kenal." sahut Tante Dewi.
"Ok deh, tuh mobil travel udah datang buat jemput kita ke hotel di pulau xx dekat pantai." tunjuk Anan ke sebuah mobil mini bus cukup mewah di depan bandara.
Dita dan rombongan pun segera naik ke dalam mobil menuju hotel yang sudah Anan pesan saking lelahnya setelah menempuh perjalanan cukup jauh tiga jam di pesawat.
Sesampainya Dita dan rombongannya di hotel yang sudah Anan pesan, Tante Dewi akhirnya satu kamar dengan Tasya sesuai permintaan nya yang tak mau tidur sendiri. Doni mengikuti pak Kevin untuk tinggal satu kamar juga. Sementara Anan dan Dita sudah di siapkan kamar untuk pasangan bulan madu yang penuh dengan lilin aromaterapi dan bunga mawar menghiasi kamar.
Taburan mawar di atas kasur menambah ke romantisan suasana kamar kali itu. Ditambah dengan taburan mawar di atas bath tub kamar mandi saat Dita membuka kamar mandinya.
"Awwww cantik banget Yanda sini deh lihat , mana wangi banget lagi ruangan kamar mandinya." ajak Dita menarik lengan Anan menuju kamar mandi.
"Wah iya cantik banget yak sama kayak kamu bundaku cantikku sayangku." Anan mencoba menggoda Dita.
Siang itu selama dua jam bukannya di habiskan untuk istirahat seperti lainnya Anan dan Dita malah asik bermain air di dalam bath tub kamar mandinya.
__ADS_1
***
Sore itu Dita dan Tasya pergi untuk melihat keadaan pantai, karena Anan, Tante Dewi, om Kevin pergi di antar Doni menuju rumah klien sore itu jadilah cuma Dita dan Tasya yang tersisa dari rombongan itu.
"Tuh kan untung aja aku bawa kamu buat nemenin aku Sya coba kalah kamu gak ikut bisa di tinggal aku sendirian di hotel."
ucap Dita sambil berjalan menyusuri tepi pantai.
"Iya Ta saya juga makasih banyak udah di ajak ke tempat ini, sumpah bagus banget pemandangan nya ya." sahut Tasya
"Kita beli es kelapa yuk, seger banget kayanya tuh." tunjuk Dita pada seorang pedagang di sudut pantai.
"Ayo, aku suka makan es kelapa." sahut Tasya mengikuti langkah kaki Dita.
"Pak es kelapa nya dua ya." pinta Dita
"Iya neng." sahut bapak penjual itu.
Dita dan Tasya duduk di kursi depan penjual es kelapa.
"Kamu ngapain Bu kesini? kan sudah ku bilang kamu tunggu rumah aja." ucap bapak penjual es kelapa itu pada istrinya yang tengah mengandung.
"Aku bosen pak aku kesini aja buat nemenin kamu ya." ucap istri penjual es kelapa.
"Tapi kan daerah sini lagi rawan Bu sama kuyang, aku gak mau nanti kamu ketemu sama makhluk itu." ucap bapak penjual es kelapa.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
__ADS_1
Vie Love you all 😘