
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading semoga makin suka 😊😊😊
******
Dita dan Anan bertemu nyonya Kate di ruang tunggu untuk menemui tahan. Saat nyonya Kate masuk ke dalam ruangan tersebut, ia langsung memeluk Dita sambil menangis.
"I know you would come to me, I know you will believe me..."
(Aku tahu kau akan datang padaku, aku tahu kau akan percaya padaku)
Ucap Nyonya Kate sambil memeluk Dita..
"I believe in you," ucap Dita lirih, ia mengatakan bahwa ia percaya dengan yang Nyonya Kate utarakan.
"Silahkan duduk, kau tahu nyonya Dita, aku memang bertengkar dengan suami ku malam itu, tapi aku tak akan pernah bisa untuk menyakitinya, apalagi tega membunuhnya," ucap nyonya Kate.
"Aku tahu nyonya, Clara sudah menceritakan semua kepadaku," ucap Dita yang masih berbincang-bincang menggunakan bahasa negara Flower tersebut.
"Clara? kamu bertemu dengannya?" tanya Nyonya Kate dengan wajah penuh ingin tahu.
"Iya, aku bertemu dengannya, dan ia ingin sekali bertemu dengan mu," ucap Dita.
"Jadi benar dugaan ku, kamu bisa melihat hantu, dan benar juga kan, kalau Clara masih ada, dia masih berkeliaran di dalam rumah itu," ucap Nyonya Kate yang di respon anggukan oleh Dita.
"Apa nyonya tau siapa pembunuh suamimu?" tanya Dita.
"Anak itu, dia... dia Leona kan, dia yang membunuh suamiku?" Dahi nyonya Kate berkerut bergaris-garis saat mengucapkan kalimat tersebut, di sentuhnya ujung dahinya berkali-kali. Ia berusaha mengingat kejadian saat itu.
"Apa nyonya sudah menceritakan semuanya pada pihak berwajib?" tanya Dita.
"Mereka tak percaya padaku, mereka makin menyudutkan diriku, cap wanita pemabuk selalu melekat padaku, apalagi cctv rumah sedang rusak, tak ada rekaman yang akan mendukung aku terkait peristiwa mengerikan saat itu," ucap Nyonya Kate sambil menangis.
"Gimana dong yanda, gimana caranya kita menolong nyonya Kate?" tanya Dita.
"Aku juga bingung bunda, semua bukti mengarah pada nyonya Kate, hanya keajaiban yang dapat menolongnya. Nyonya aku akan meyakinkan Om Kevin agar mau menjadi pengacara untukmu selama persidangan. Kami bahkan berharap dia akan membantu mu keluar dari sini," ucap Anan.
"Sudahlah tuan Anan, mungkin memang sudah jalan takdir diriku berada di sini, menghabiskan sisa waktu hidupku di sini. Aku sudah kehilangan Clara, dan kini suami ku Jhon juga pergi meninggalkan diriku," ucap Nyonya Kate.
__ADS_1
"Tapi nyonya..."
"Jika memang Tuhan mau berkehendak adil padaku maka aku akan keluar dari sini segera. Aku tahu Tuhan akan berlaku adil kepada semu makhluk ciptaan Nya." Ucap wanita itu sambil mendekap kalung rosario miliknya.
"Baiklah nyonya, aku akan selalu mengunjungimu, apapun keinginan dirimu, kami akan selalu berusaha mengungkapkan kebenaranya," ucap Dita.
Dita berdiri dan memeluk nyonya Kate sebelum ijin pamit. Nyonya Kate menjabat tangan Dita dan Anan secara bergantian dengan eratnya.
"Dita tunggu sebentar, maukah kau dengan keluargamu menempati rumahku? aku mohon rawatlah bunga mawar kesayanganku sampai aku keluar dari sini, itu pun jika aku bisa keluar dari sini segera," ucap Nyonya Kate sambil tersenyum.
"Tapi nyonya bukankah hak milik rumah itu jatuh pada Leona?" tanya Dita.
"Tidak, Jhon belum menuliskan namanya dalam akta keluarga ku, jadi rumah itu masih atas nama Jhon dan jatuh ke tanganku, aku akan membuat surat wasiat agar rumah itu menjadi milik kalian," ucap Nyonya Kate.
"Kenapa kau percaya kepada kami, kami kan baru mengenal anda?" tanya Anan.
"Aku merasakan kebaikan di sekeliling kalian, kalian tak pernah takut padaku dan Jhon meski para tetangga sibuk bergunjing tentang ku dan Jhon," ucapnya.
"Aku percaya kalian akan menjaga rumah itu dengan baik," ucap Nyonya Kate.
"Tapi nyonya..."
"Baiklah nyonya, tapi berjanjilah kau akan kembali ke rumah itu, kau akan berusaha untuk keluar dari sini, selagi aku dan Anan membantu mu dari luar," pinta Dita.
"Iya akan aku usahakan, terima kasih wahai tetangga terbaik ku," ucap Nyonya Kate kembali memeluk Dita dengan eratnya.
Dita dan Anan pamit dari hadapan nyonya Kate.
"Tuan opsir, apa aku bisa meminjam telepon?" tanya nyonya Kate pada opsir polisi yang menjaganya.
"Tentu, tapi hanya lima menit di ujung sana!" perintah opsir tersebut.
"Tanganku terborgol, bisakah kau bantu aku hubungi pengacara suamiku?" tanya Nyonya Kate.
"Baiklah ayo aku antarkan, berapa nomor telepon yang harus aku tekan?" tanya pak opsir polisi.
Nyonya Kate menyebutkan beberapa angka dan menyambungkan hubungan telepon itu dengan Mrs. Tina. Siang itu pengacara Tina langsung datang ke kantor polisi menemui nyonya Kate. Wanita itu berhasil merubah kepemilikan rumah miliknya atas nama Anandita Mikhaela. Pengacara Tina sempat menghubungi rumah milik Om Kevin dan berbicara dengan Tasya.
Nyonya Kate berbicara dengan Tasya dan menjelaskan maksudnya untuk meminta nama lengkap Dita. Untungnya Tasya paham dan bersedia memberikan nama lengkap Dita dan data diri Dita sesuai yang ia tahu. Tasya juga menceritakan keberadaan Leona di rumah itu. Apalagi Tante Dewi dan Om Kevin berniat untuk mengadopsi Leona. Nyonya Kate meyakinkan Tasya agar mau membantu Dita untuk menggagalkan rencana Tante Dewi. Pada akhirnya ia memperingatkan Tasya agar berhati-hati dengan keberadaan Leona di rumah itu, sebelum ia menutup hubungan teleponnya.
__ADS_1
"Apa kau yakin tak ingin naik banding, aku akan berusaha membantu mu dengan upaya yang aku punya. Aku sahabatmu aku yakin kau tak akan membunuh suamimu begitu saja," ucap Tina.
"Sudahlah Tina, memang takdir ku harus seperti ini. Aku jadi menyesal saat aku bersikeras mengadopsi Leona. Kau berusaha untuk memperingatkanku agar tak mengadopsinya, tapi aku malah menentangnya," ucap Nyonya Kate menggenggam tangan Tina.
"Aku juga menyesal, harusnya aku lebih berusaha lagi waktu itu, tapi kau terlanjur sayang padanya, entah ilmu gaib apa yang dia punya sampai bisa meluluhkan hatimu. Padahal aku sudah menyelidiki asal-usul panti asuhan tempatnya dulu. Di sana juga banyak anak panti yang kembali dan menjadi kaya setelah wasiat orang tua asuh sudah di dapat, dan kemungkinan para anak panti asuhan itu pula yang membuat orang tua asuhnya terbunuh." ucap Tina membalasnya genggaman tangan Tina.
"Hmm... Kau harus peringatkan Dita, aku tak mau nyonya Dewi mengadopsi Leona, karena yang ku dengar dari Tasya, wanita itu akan mengadopsi Leona," ucap Nyonya Kate yang di jawab anggukan kepala oleh pengacara Tina.
"Wah bisa gawat itu, aku akan menyelidiki dan mencari bukti panti asuhan di pinggir kota itu, namanya Panti Asuhan Ceria," ucap Tina.
"Jelaskan pada Dita, semuanya. Oh Iya apa kau bisa memesankan pizza Mr. Worm untukku?" pinta Nyonya Kate pada Tina dengan tatapan memohon.
"Oh come on... kolesterol mu akan naik kan setiap kali makan pizza," Tina mencoba menolak.
"Ayolah... kali ini saja, please..."
"Tatapan mu itu sangat bodoh seperti anak kecil yang merengek pada ibunya hahaha," Tina mencibir.
"Kau kan memang seperti ibuku hihihi."
"Aaahhh baiklah, tunggu sebentar aku akan memesan pizza Mr. Worm yang super cepat itu," ucap Tina.
******
Masih bersambung ya guys...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST (UP)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku
season 1 END
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player (END)
Vie Love You All 😘😘😘
__ADS_1