Pocong Tampan

Pocong Tampan
Musim Kedua - Logan Bertemu Samanta


__ADS_3

Hayo sebelum pada baca tolong ya tombol Likenya di pencet dulu, jangan lupa rate bintang lima. Lalu, kirimkan poin kamu untuk Vote, kirim koin juga boleh banget lho...


Happy Reading... 🥰😊


******


Tasya dan Anta diantar Logan sampai rumah. Tasya bermaksud ingin mempertemukan Logan pada Dita agar bisa berkomunikasi dengan Samanta.


Saat mereka tiba di rumah berapa terkejutnya Tasya saat melihat keberadaan Doni di rumah itu.


"Halo Om Doni..." Anta langsung memeluk Doni dan meminta gendongan pria tersebut.


"Halo cantik, duh udah gede ya udah berat," ucap Doni.


"Hai, Sya!" sapa Doni yang hanya dijawab dengan mengangkat kedua alisnya dan tersenyum kecut pada Doni.


"Tante Dewi, gimana keadaannya?" tanya Tasya.


"Udah baikan, sekarang masih tidur di kamarnya," jawab Dita.


"Logan, mau ikut makan?" Anan mencoba menawarkan nasi goreng buatan Dita.


"Gak usah Nan, saya udah kenyang, tadi udah makan bareng sama Tasya sebelum saya antar pulang," jawab Logan.


Doni langsung menoleh ke arah Logan dan menatapnya tajam.


"Ummm... Don, mending kamu pulang dulu, nanti aku coba ke rumah kamu sama Anan, soal pembicaraan kita tadi," ucap Dita sebelum ada perdebatan bahkan perkelahian lebih lanjut antara Doni dan Logan.


"Yah, bunda. Anta masih mau main sama Om Doni," protes Anta.


"Anta kan baru pulang masih capek mending istirahat dulu, nanti baru main," sahut Tasya.


"Kamu emang gak suka ya kalau aku lama-lama di sini?" tanya Doni dengan tatapan masih penuh cinta pada Tasya.


Gadis itu tak berani memandang ke arah Doni. Tasya bergegas naik ke lantai dua menuju kamarnya. Ia tak mau menjawab pertanyaan Doni.


"Udah, Don. Jangan dipaksa, kamu tahu kan sebenarnya hatinya itu, umm..."


"Hatinya kenapa, Kak Dita?" tanya Doni dengan wajah ingin tahu.


"Hatinya, ya hati, masih ada di dalam tubuhnya hehehe..." sahut Dita asal.


"Apaan sih Bunda garing banget," Anan merangkul Dita.


"Hmmm oke deh aku pulang dulu, nanti aku hubungi kalau Kak Shinta sama Mitha pergi, dah Anta nanti om main lagi ya," ucap Doni lalu menyerahkan Anta pada Anan.


Pria itu pamit pergi, meski lirikan matanya masih menuju lantai dua berharap melihat Tasya. Namun, karena tak kunjung juga Tasya muncul, Doni menyerah dan pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Di lantai dua itu sebenarnya Tasya menyembunyikan dirinya sambil menangis di samping Pak Herdi. Sesekali ia seka air mata dan lendir dari hidungnya dengan kafan yang Pak Herdi pakai. Kalau boleh jujur Tasya masih sangat mencintai Doni, namun ia tak mau jika harus merebut Doni dari istrinya.


"Nangis aja, Sya. Keluarkan semua kesedihan yang kamu pendam, nih pakai yang ujung sini belum basah," ucap Pak Herdi dengan suara pelan.


"Hiks... hiksss... makasih ya, Pak." Tasya menarik ujung kain kafan Pak Herdi. Ia menahan suara tangisnya agar tak terdengar sampai ke bawah dengan menyandarkan kepalanya di bahu Pak Herdi yang menepuk-nepuk lembut kepala Tasya.


Hantu Lily dan Jerry memperhatikan keduanya sambil menangis saling berpelukan.


"Cinta itu kejam ya, mom," ucap Jerry.


"Iya, hiksss... untung mommy gak pernah jatuh cinta," sahut Lily.


"Sama mama aku, mommy gak pernah jatuh cinta?" Jerry melepas pelukannya sambil bertanya.


"Aku sayang sama mami kamu, tapi kamu kan hasil kecelakaan, Nak," sahut Lily.


"Ih, sebel, kalian jahat, masa aku dibilang hasil kecelakaan, sih..." rengek Jerry lalu berlari dengan gemulainya meninggalkan Lily. Akhirnya hantu Lily langsung mengejarnya dengan berlari juga.


Tasya dan Pak Herdi yang melihat adegan Jerry dan Lily barusan saling menatap dan tertawa.


"Nah, gitu dong, kalau kamu ketawa tuh cantik," puji Pak Herdi.


"Ah... bikin baper aja nih pocong..." Tasya mendorong bahu Pak Herdi, karena pocong tersebut berada di dekat anak tangga dan dorongan tangan Tasya lumayan kuat, Pak Herdi akhirnya terjun bebas menuruni anak tangga.


"Aduh, maafin aku gak sengaja."


"Suara apa tuh?" tanya Logan yang tak bisa melihat apapun di anak tangga tersebut. Sementara itu, Anan langsung tertawa terbahak-bahak bersama Anta.


Dita memukul bahu Anan agar diam, namun ia tak kuat juga menahan tawanya.


"Pada ngetawain apa, sih?" tanya Logan.


"Gak ada apa-apa kok, lucu aja suaranya," sahut Anan.


Pak Herdi sudah berada dalam posisi duduk memandang kesal dengan mata memerah ke arah Anan dan Dita yang menertawakannya.


Tasya langsung berlari menghampiri Pak Herdi, akan tetapi kaki Tasya malah tak sengaja tersandung kaki sendiri lalu jatuh menimpa Pak Herdi.


"Aduh...!" pekik Pak Herdi.


"Tasya kamu enggak apa-apa kan?" Logan langsung menolong Tasya dan membangunkannya.


"Aku enggak apa-apa, tapi..." Tasya langsung membetulkan ikatan pocong Pak Herdi yang menutupi kepalanya dengan benar. Ia tepuk bagian bahu Pak Herdi seraya merapihkan kain kafannya.


"Maaf, ya pak... aku gak sengaja hehehe." ucap Tasya.


"Hmmm... Sudah jatuh tertimpa karung beras ya gini," gumam Pak Herdi.

__ADS_1


"APA? BAPAK NGATAIN SAYA KARUNG BERAS?"


Tasya langsung memukul bahu Pak Herdi dengan kencangnya.


"Aduh... sakit, Sya!" teriak Pak Herdi.


"Lagian enak aja aku dikatain karung beras, badan udah mati-matian diet gini masih aja dikatain karung beras, huh, aku mau marah!" ancam Tasya.


"Ya, habisnya masih berat Sya, kayak karung beras hehehe," ucap Pak Herdi memperlihatkan senyum manisnya pada Tasya.


"Bodo, pokoknya aku marah!"


Logan yang merasa aneh dengan tingkah Tasya langsung mundur mendekat ke arah Dita dan Anan.


"Tasya kenapa sih, dia ngomong sama hantu, ya?" tanya Logan dengan nada sedikit ketakutan.


"Hehehe gak apa kok, hantu di sini jinak-jinak, udah pada mode cantik, jadi gak nakutin, nanti juga terbiasa kalau kamu bisa melihatnya," ucap Dita menepuk bahu Logan.


Wajah pria itu bukannya tenang malah makin ketakutan.


"Nah, aku bawa Logan ke sini, mau aku temuin dia sama Samanta, bisa kan, Ta?" tanya Tasya.


"Oh, gitu... emang kamu yakin Samanta yang sama dengan yang Logan kenal?" tanya Dita.


"Ya, siapa tahu aja sama," ucap Tasya.


Berhubung Logan mulai mundur dan hendak pergi ke luar rumah menghindari pertemuannya dengan hantu, Tasya langsung menarik lengan Logan menuju kamar Nenek Rose, untuk mencari Samanta di sana.


Dita langsung ikut masuk dan berbicara dengan Samanta perihal ia membawa Logan. Hantu Samanta langsung memandangi Logan dengan seksama.


"Sepertinya aku mengenal dia," ucap Hantu Samanta lirih.


******


Bersambung...


Mampir juga ke :


- 9 Lives (Jilid II - On Going)


- Diculik Cinta (On Going)


- With Ghost (END)


- Gue Bukan Player (END)


- Kakakku Cinta Pertamaku (END - Musim Kedua hiatus 😁)

__ADS_1


Vie Love You All... 😘😘😘


__ADS_2