
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
****
"Kayak pernah lihat tapi dimana ya? lagian ngapain sih dia di pohon tinggi gitu."
gumam Dita yang tiba-tiba melihat kepala perempuan itu melayang terbang dengan bagian organ tubuh yang melekat di bawah kepalanya ikut terbang melayang.
"Astagfirullah itu kan kuyang." pekik Dita.
Dita lalu berlari mengejar Tasya masuk ke dalam lift dengan nafas tersengal-sengal terlalu letih.
"Kamu kenapa Ta?" tanya Tasya yang sedari tadi menahan wajah Susi mendekat.
"Stop dulu nenek lampir, kasian tuh Dita ngos - ngosan." Tasya mendorong Susi membentur dinding lift.
"Ah okelah kita istirahat sebentar, kak Dita kamu kenapa?" tanya Susi.
"Tadi aku, aku lihat kuyang di pohon besar luar hotel eh dia senyum-senyum ke aku." ucap Dita masih mencoba mengatur nafasnya.
"Lho jangan-jangan dia ngikutin kamu Ta." ucap Tasya.
"Mau ngapain dia ngikutin aku, kan aku bukan perempuan yang habis melahirkan atau punya bayi." sahut Dita.
"Tapi semua hantu suka sama kamu kak, suka dekat - dekat sama kakak, bisa aja dia suka sama kakak mau deket sama kamu Ta." ucap Susi yang sudah dengan mode cantiknya.
"Tapi tuh kayaknya aku kenal gitu sama kuyang perempuan tadi, mirip siapa gitu kayak pernah lihat." ucap Dita lalu pintu lift terbuka.
"Masa sih Ta? kenal gimana maksudnya?" tanya Tasya.
"Ya gak kenal banget sih tapi kayak pernah ketemu aja." sahut Dita.
"Ya udah lah istirahat sana, Anan pasti nungguin kamu tuh." ucap Tasya.
"Ya udah ya aku ke dalam kamar dulu, dah semua selamat tidur." ucap Dita lalu masuk ke dalam kamar hotelnya.
"Eh kamu mau kemana?" Tasya menahan Susi.
"Mau balik lah ke kamar Jeff." jawab Susi yang masih mau meneruskan langkahnya.
"Gak boleh, kita bersaing sehat sekarang, gimana mau gak?" Tasya menawarkan ide nya.
__ADS_1
"Hmmmm caranya?" tanya Susi.
"Ya kita sama-sama deketin Jeff, jadi kalau mau deket-deket sama Jeff harus bareng-bareng dan gak boleh curang, gimana?" tanya Tasya.
"Oke deh, setuju." sahut Susi.
"Kalau gitu kamu ikut aku tidur sama aku di kamar ku jangan ke kamar Jeff, ayo." ajak Tasya.
"Hmmm baiklah aku ikut ke kamar kamu." Susi mengikuti Tasya.
Dasar bodoh nanti juga kalau Lo udah pules gue nyamperin Jeff gue mau pegang-pegang Jeff hihihi
Susi menoleh ke Tasya sambil tersenyum.
***
"Lama banget sih bundaku sayangku cintaku aku kan laper nih." Anan memegangi perutnya.
"Tadi ada insiden Tasya melawan Susi mereka rebutan Jeff hihihi." jawab Dita membuka kotak nasi goreng itu di hadapan Anan.
"Lagian bule dongo gitu aja jadi rebutan pada centil banget sih." sahut Anan.
"Aku ambil minum dulu ya." ucap Dita meraih botol air mineral di dalam kulkas kamar hotel.
"Suapin dong aku maunya di suapin." pinta Anan dengan manja ke Dita.
"Hadeh punya suami manja gini." Dita langsung menyuapi Anan dengan nasi goreng di hadapan nya.
"Oh iya Nan masa tadi ada kuyang perempuan ngeliatin aku di pohon besar luar sana." ucap Dita sambil menyuapi Anan.
"Terus dia ngapain kamu? nih ya kalau dia macem-macem sama kamu dan dia berani-berani gangguin istri kesayangan aku ini, liatin aja bisa habis tuh ususnya aku tarik aku lilit nutupin kepalanya, terus jeroan nya aku tusuk-tusuk aku bakar buat makan Anji*g." ucap Anan dengan kesalnya.
"Kok aku jijik ya Nan bayangin nya ih mau muntah rasanya." ucap Dita
"Eh jangan dong, kan aku lagi makan nih jangan muntah dong." pinta Anan.
"Ya udah nih habisin, aku mau ke kamar mandi dulu ya mau bersih-bersih." ucap Dita.
"Ya udah sana habis itu jangan pakai baju ya." sahut Anan sambil menghabiskan nasi goreng nya.
Dita hanya menggeleng-geleng sambil tersenyum mendengar ucapan Anan barusan.
***
Ponsel Anan berbunyi di pagi hari kala itu.
"Anan jangan lupa jam sembilan udah siap ya kita mau ketemu investor." ucap Tante Dewi di seberang sana.
"Masih jam setengah tujuh Tante, rese banget sih Anan tuh baru tidur jam tiga." sahut Anan.
__ADS_1
"Heh siapa suruh kamu tidur jam tiga pagi, ngapain aja sih kamu sama Dita?" ucap Tante Dewi mulai sewot.
"Lah ini kan harusnya bulan madu Anan, tau kan kalau bulan madu ngapain aja ih Tante mah gak ngertiin Anan banget nih sama Dita." ucap Anan mulai kesal.
"Ya kan kita ke pulau ini juga mau kerja, ngertiin kerjaan juga dong, pokoknya jam setengah sembilan udah di mobil." Tante Dewi memutus hubungan ponselnya.
"Ih punya Tante bawel banget sih gak tau apa kalau kita semalam tuh... Dita mana sih?" Anan menepuk kasur di samping nya mencari Dita.
"Bunda Dita... sayaaaaaang kamu dimana sih?" teriak Anan mencari Dita.
"Aku di kamar mandi...!" sahut Dita.
"Kamu ngapain disana?" Anan langsung menghampiri Dita di kamar mandi.
"Kayaknya aku keracunan nasi goreng semalam deh kan ada udang sama cuminya tuh jadi aku mual gini." sahut Dita.
"Duh tau gini aku gak nyuruh kamu ikut makan tuh nasi goreng deh, gimana kalau kita ke dokter aja?" Anan menawarkan ke Dita.
"Gak usah deh, nanti aku minum jahe anget tambah susu aja." sahut Dita.
"Ya udah kalau gitu, aku udah di kejar Tante Dewi nih mau ketemu investor jam sembilan." ucap Anan.
"Oh belum kelar ya belum deal juga?" tanya Dita.
"Belum nih kamu doain hari ini sukses ya."
"Ya udah kalau gitu aku mau jalan-jalan lagi ya, tuh si pocong Nia minta di anterin pulang mau ketemu suaminya." ucap Dita.
"Oke deh kalau gitu kamu hati-hati ya."
Anan mengecup kening Dita.
"Bau asem ih, badan kamu bikin aku tambah mual tau, sana mandi!" Dita mendorong Anan pelan ke dalam kamar mandi.
"Huuu semalam aja gak mau lepas dari badan aku sekarang aja bilang aku bau asem, dasar aneh." gumam Anan seraya melanjutkan mandi pagi nya.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin.
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Jangan lupa main ke 9 lives ya ramaikan disana.
__ADS_1
Vie Love you