
Dear pembaca tercinta yang selalu setia menunggu Pocong Tampan up. Vie mohon dong, mohon banget, jangan bosen buat VOTE ya... pokoknya vote vote vote...
Di like juga tiap babnya, terus komen, terus kasih vote deh.
Happy Reading...
******
Tasya kembali masuk ke dalam aula pesta reuni SMA Colour itu. Tiba-tiba Doni datang menghadang Tasya.
"Don, jangan macam-macam deh," seru Pak Herdi memberi peringatan pada Doni agar tak menganggu Tasya.
"Aku cuma mau tanya aja, kok," sahut Doni.
"Aku lagi gak mau ditanya, Don." Tasya mencoba mencari sosok Logan di dalam aula pesta tersebut.
"Sya, kamu sebenarnya sama Logan apa sama Mark, sih?" tanya Doni.
"Maksudnya gimana sih? aku gak ngerti?" tanya Tasya kembali melemparkan pertanyaan pada Doni.
"Ya, sebenarnya kamu pacar Mark apa Logan atau jangan-jangan keduanya?" tanya Doni.
Pertanyaan mengejutkan itu ia lontarkan spontan begitu saja dari mulutnya. Doni yang terbakar api cemburu malah dengan mudahnya mengucapkan pertanyaan itu.
Hati Tasya langsung teriris perih, bagaimana bisa Doni tanyakan kalau gadis itu berpacaran dengan keduanya. Tasya menahan air matanya agar tak jatuh. Dia masih berusaha tegar di hadapan Doni.
"Kamu tahu, gak?" tanya Tasya menunjuk ke dada Doni.
"Kamu tuh ternyata bukan pria terbaik yang aku kenal, kamu berubah tak seperti dulu, kamu sekarang angkuh. Dan pernyataan kamu barusan itu benar-benar membuatku merasa seperti perempuan murahan," ucap Tasya dengan kesalnya.
"Maafkan aku, Sya. Aku hanya, tau kan, kamu paham kan maksudku, aku tak mau kamu bersama Logan ataupun Mark. Kamu harus bersama aku," ucap Doni bersikeras.
"Ya tapi harusnya kamu gak perlu bilang aku sedang bersama keduanya. Nih kalau kamu mau tahu, aku sebenarnya lagi sama siapa, nih!" Tasya menunjuk ke arah Pak Herdi.
"Lho, kok?" Pak Herdi menunjuk dirinya sendiri dengan bingung.
Logan dan Mitha datang dari arah belakang Doni.
"Ada apa ya, kok kelihatannya kalian sedang marah-marah?" tanya Logan.
"Oh, enggak kok, ngomongnya rada nge-gas aja, soalnya gak kedengaran, gara-gara musiknya terlalu keras," sahut Tasya mencoba berbohong.
"Ayo sayang, kita kembali ke dalam," ajak Mitha menggandeng tangan Doni yang masih saja menoleh pada Tasya. Pak Herdi siap mengacungkan jari tengahnya pada Doni dengan tatapan tajam menantang Doni.
"Kurasa suaminya Mitha, menyukaimu," ucap Logan dengan senyuman manisnya. Ia tak sengaja menembus tubuh Pak Herdi yang tak terlihat itu.
__ADS_1
"Nih manusia jalan gak liat-liat, main membuat aja, huh!"
Tasya menoleh pada Pak Herdi dan tertawa kecil.
Tiba-tiba seorang pembawa acara naik ke panggung dan mengumumkan pemenang tamu undangan putri tercantik, putra tertampan dengan setelan jas atau suit terkeren, kostum terbaik, dan pasangan terbaik yang hadir dalam pesta tersebut.
"Kalau saya kelihatan harusnya saya menang kostum terbaik ya, Sya hahahaha..." ucap Pak Herdi tertawa dengan bangga.
"Idih percaya diri banget, kostum kayak gitu mana ada yang mau pake, gerah, mau jalan aja ribet," sahut Tasya mengejek Pak Herdi.
"Sya, kamu bicara sama siapa?" tanya Logan.
"Enggak kok, lagi ngomong sendiri hehehe..." sahut Tasya.
"Oh iya kamu belum jawab pertanyaan saya, apa kau dan suaminya Mitha saling kenal atau pernah berhubungan dekat sebelumnya?" tanya Logan.
"Ah jangan bicara yang bukan-bukan, kami hanya saling menyapa kok, kan kami berasal dari negara yang sama," sahut Tasya pada Logan.
"Oh begitu, ya sudah kalau begitu. Aku hanya bertanya."
"Dan pasangan terbaik yang hadir dalam pesta malam ini adalah... Tuan Logan Worm dan pasangannya, beri tepukan meriah untuk menyambut mereka."
Pembaca acara itu bertepuk tangan meriah seraya menyambut Logan dan Tasya untuk naik ke atas panggung.
"Apa-apaan ini, mereka pasti salah," ucap Tasya yang malu untuk naik ke atas panggung.
Tasya akhirnya menyerah dan naik ke atas panggung untuk menerima bucket bunga dan salempang penobatan yang dilanjutkan dengan berfoto.
Tadinya Doni hendak mengikuti Tasya dan menariknya dari Logan, tapi Mitha sudah menahannya kuat dan menarik Doni pergi untuk pulang segera.
"Ummm... apa kau mau pulang?" tanya Logan yang sedang memeluk Tasya saat berdansa di tengah pesta dengan iringan lagu romantis bersama para undangan lainnya.
"Iya, aku mau pulang rasanya capek sekali setelah bersenang-senang di pestamu." Tasya menguap di hadapan Logan setelah berucap.
"Syukurlah kalau kau merasa senang," ucap Logan.
Keduanya lalu keluar dari tengah pesta menuju ke dalam mobilnya.
Pak Herdi langsung melompat mendahului Tasya dan Logan menuju mobil Logan.
Mereka melaju pulang ke rumah Om Kevin.
***
Di perjalanan Logan berkali-kali dari tak sengaja sampai sengaja menyentuh tangan Tasya. Sampai akhirnya Logan menepikan mobilnya di depan rumah Om Kevin, namun ia tahan lengan Tasya sebelum turun.
__ADS_1
"Maaf ya, kalau pesta tadi kurang menyenangkan untukmu," ucap Logan.
"Tidak kok, menyenangkan sekali pestanya nih kita sampai bawa penghargaan," sahut Tasya.
Logan lalu memajukan posisinya untuk maju beberapa senti mendekatkan wajahnya ke wajah Tasya. Tangan kanan Logan memulai menyentuh dagu Tasya dan membawanya mendekat ke arah wajahnya. Ia berniat memberi kecupan pada bibir Tasya.
Kepala Pak Herdi langsung muncul di tengah kursi mengejutkan Tasya.
"Ciluk...Ba...!"
"Aaww...!" pekik Tasya yang terkejut langsung memukul Pak Herdi dengan bucket bunga.
"Ada apa, Sya. Apa ada sesuatu yang membuatmu terkejut?" tanya Logan sambil menoleh ke kursi belakang.
"Tak ada, hanya tadi seperti melihat serangga melintas di luar mobil jadi aku jaget," ucap Tasya memberi alasan sekenanya.
"Oh, baiklah... Tasya apa aku boleh menciummu?" tanya Logan yang tak tahan juga tergoda oleh kecantikan Tasya.
"Gak boleh!" sahut Pak Herdi seraya menatap tajam ke arah Tasya dan mengancamnya. Kepalanya muncul lagi dari balik celah kursi menatap ke arah Tasya.
"Ummm... maaf Logan, mungkin lain kali, kalau sekarang aku belum siap. Terima kasih atas ajakan ke pestanya, aku harus masuk ke dalam. Anta pasti sudah menungguku, dah Logan..." Tasya langsung turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada pria di dalam mobil itu.
Logan menghela nafas panjang.
"Ku pikir, aku akan mudah mendapatkanmu..." ucap Logan pada diri sendiri.
"Oh iya aku lupa menanyakan tentang rumah ini, ya sudahlah nanti saja kalau aku bertemu dengan Tasya lagi," gumam pria itu lalu melajukan mobilnya pergi.
******
Bersambung...
Mohon maaf sekarang jadwal UP Pocong Tampan tak tentu yang penting tungguin aja upnya ya dengan tekan tanda love buat jadiin favorit.
Oh iya 9 Lives update lagi, cusss ditengok ya, dan mohon dukungannya di sana.
Mampir juga ke :
- Diculik Cinta
- With Ghost
- 9 Lives
- Gue Bukan Player
__ADS_1
- Kakakku Cinta Pertamaku
Vie Love You All... 😘😘😘