Pocong Tampan

Pocong Tampan
Bertemu Om Item


__ADS_3

Today is my birthday yeeeaayyyy... 🎂🍰


let's vote for me boleh yak aku minta hadiah votenya ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊


special crazy up buat Readers tersayang...😘😘😘


***


DEG....


"Apaan tuh Nit?"


Dita menunjuk sosok laki-laki bertubuh gendut yang seperti raksasa hitam duduk dibawah pohon nangka besar di pojok parkiran rumah sakit.


"Duh Ta jangan-jangan itu genderuwo lagi." Anita bersembunyi di balik tubuh Dita.


"Kok kamu yang takut sih, harusnya kan aku, orang sama-sama hantu juga."


"Aku kan hantu baru Ta, wajarlah aku masih takut aku kan belum kenal semua hantu itu."


"Ih kalian ini udah santai aja pura-pura gak liat." ucap Anan sok tenang padahal bergidik ngeri juga melihat makhluk besar itu.


"Ya udah nih kaya aku pura - pura gak liat terus jalan santai kaya aku gini." ucap Dita berjalan mengendap-endap tanpa menoleh ke arah makhluk besar itu.


"Ta... itu ..." Anita menunjuk makhluk besar yang sudah ada di belakang Dita.


"Apaan sih, kan tadi aku bilang santai a...ja." Dita menoleh ke belakangnya melihat kaki besar penuh bulu dari bawah sampai ke dada makhluk itu karena tinggi Dita hanya sampai dada makhluk itu.


Makhluk itu tertawa dengan kerasnya membuat lemak di perut gendutnya yang terlihat tanpa pakaian itu naik turun bergejolak.


"Anan... tolongin." Dita menarik tangan Anan lalu berlindung di balik tubuhnya.


"Hahahaha kalian mau kemana?" tanya makhluk itu.


"Kita mau kedalam om." sahut Anan.


Makhluk besar itu mengendus-endus ke arah Anan , Dita dan Anita.


"Sepertinya yang ini manusia." tunjuk makhluk besar itu pada Dita.


"Jangan ganggu om, ini pacar saya." Anan merentangkan tangannya melindungi Dita.


"Hahahaha pacar...? hahahaha pasangan yang aneh."


"Dita aku duluan." Anita langsung berlari cepat ke dalam rumah sakit meninggal kan Anan dan Dita.


"Kampret si Anita." kutuk Dita.


"Hahahahha.... lucu sekali kalian ini." tawa makhluk itu terasa bergema.


"Dikata kita pelawak kali Nan lucu." ucap Dita pelan.

__ADS_1


"Berikan aku tas itu." Makhluk besar itu menunjuk tas bekal Dita.


"Yah jangan dong om item, ini buat Tante aku." Dita melindungi tas bekalnya.


"Tapi aku mau itu, berikan padaku...!!"


"Udah Ta kasih aja!" sahut Anan.


"Enak aja aku jauh-jauh kesini mau kasih ini buat Tante Dewi masa di palak sama om item gini." Dita mengucap kesal ke pada Anan yang menunduk takut.


"Berikan padaku...!!"


"Oke oke aku kasih, om item laper yak? ini aku kasih sedikit aja yak besok aku buatin yang banyak, janji deh."


"Janji ya besok kamu akan kembali kesini."


"Lah emang aku tiap hari kesini kok, hayo sini aku taro deket pohon yak, bentar aku cari tempat pake apa yak?"


Makhluk besar yang sudah diberi julukan om item itu oleh Dita mengambil kulit nangka dan memberikannya pada Dita.


"Ide bagus nih om kaya di masterchef aja aku nih... bentar yak... this is it nasi opor ayam with kulit nangka ala chef Dita."


Dita menaruh makanannya di bawah pohon nangka besar rumah om item.


Om item itu tersenyum dan melahap makanan yang Dita berikan.


"Buruan Nan ayo kabur, ntar aku dipalak lagi sama dia."


"Tante....!!" Dita masuk keruangan Dokter Dewi.


"Dita kamu yak bener-bener udah malem masih aja kesini." ucap Dokter Dewi.


"Demi Tante nih aku bela-belain kesini sampe dipalak om item." Dita menyerahkan bekalnya yang tinggal separuh itu.


"Dikit banget tumben, mentang-mentang aku diet nyindir nih."


"Kan tadi aku bilang, aku dipalak sama om item di minta deh tuh bekalnya aku buat tante terus aku kasih setengah deh."


"Om item?" tanya dokter Dewi heran sambil memasukkan suapan opor ayam ke dalam mulutnya.


"Itu hantu besar di pohon nangka itu kata Anita sih genderuwo namanya ya aku panggil aja om item.


"Anita itu siapa juga?"


"Oh iya lupa kasih tau sahabatku aku yang dulu kerja bareng di wahana kolam renang yang udah meninggal terus dia sekarang dateng lagi buat nemenin aku terus..."


"STOP ....! malem Jumat Ta kalo ujung-ujungnya ngomongin para hantu di sekitar kamu aku nyerah." dokter Dewi memotong ucapan Dita.


"Hehehe maaf Tante." Dita merebahkan dirinya di sofa ruangan Dokter Dewi.


"Eh kamu tau gak Ta korban tabrakan di James itu gosong parah lho kena ledakan."

__ADS_1


"Udah tau Tante." sahut Dita memainkan layar ponselnya sambil rebahan.


"Jangan bilang kamu ketemu hantunya?"


"Iya udah."


"Ya ampun Dita... ah kamu tuh main sama manusia kek hantu mulu temennya ckckckc."


"Ya gimana Tante emang udah nasib, oh iya aku jadi inget Adel."


"Adel?"


"Iya hantu anak yang gosong tadi, Tante tau alamatnya gak?"


"Ada sih datanya kenapa?"


"Akhirnya... bisa mulangin dia juga, aku minta alamatnya ya Tante besok mau kesana, dia cariin neneknya soalnya gak tenang dia."


Dokter Dewi menghela nafas panjang.


"Gak tau deh mau ngomong apa punya keponakan kaya kamu hobinya nolongin hantu." ucap dokter Dewi.


"Apa? keponakan? aku gak salah denger Tante?"


"Emang kamu udah kaya keponakan Tante kok, udah Tante anggep keponakan Tante sendiri."


Dita langsung memeluk dokter Dewi menangis haru dipelukan dokter Dewi.


"Makasih ya tante, Dita sayang banget sama Tante." ucap Dita sambil menangis.


"Sama-sama Ta." dokter Dewi memberi kecupan di kepala Dita.


Anan menghamburkan dirinya ikut memeluk Dita dan Tante Dewi nya itu.


"Ta aku kok ngerasa makin sesek yak?" tanya dokter Dewi.


"Ini si Anan ikut peluk-peluk nih."


Dokter Dewi terdiam hatinya merasa sangat senang dengan pelukan Dita ditambah Anan namun hatinya merasa ciut juga ada rasa takut karena Anan sudah bukan manusia lagi.


"Aaahhhh aku ikutan dong... mau peluk juga ..."


Anita yang tiba-tiba datang langsung ikut memeluk semuanya.


"Tuh kok aku makin sesek yak Ta?." ucap Dokter Dewi pelan.


😁😁😁


****


To be continued...

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘


__ADS_2