Pocong Tampan

Pocong Tampan
Percobaan Merasuki ( part 1 )


__ADS_3

Today is my birthday yeeeaayyyy... 🎂🍰


let's vote for me boleh yak aku minta hadiah votenya ... apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget yak... thank u so much... love u all... 😘😍😊


Special crazy up buat Readers tersayang...


***


"Andri ternyata kamu disini pantes gak pulang kerumahku, kan ibu kamu udah pulang, hayo ngapain?" Dita menyapa Andri yang sedang berdiri di depan ruangan dokter Dewi.


"Eng aku, aku lagi nungguin ayah aku kok, kan dia belum pulang." ucap Andri membela diri.


"Oh... yakin nungguin ayah kamu bukan nungguin Tante aku cieee." goda Dita ke Andri.


"Beneran aku nungguin Dewi eh nungguin ayah aku kok." sahut Andri keceplosan.


"Apa elo ngomong barusan?" Anan sudah mendekati Andri namun Dita tahan.


"Tuh kan keceplosan hayo nungguin Tante Dewi kan..? ayo dong cerita Ndri." rengek Dita ke Andri.


"Apaan sih, orang nungguin ayah aku kok, bener deh, apa nih apalagi nih si lontong kisut ngapain elo udah standby mau pukul gue yak?"


"Eh tempe angus cerita deh ada hubungan apa elo sama Tante gue? cerita gak!!" Anan menarik kerah Andri.


Andri mendorong tubuh Anan ke dinding melepaskan genggaman Anan pada kerahnya.


"Terus kenapa kalo gue ada hubungan sama tante elo hah?! mau apa elo..!?!"


Andri makin mendorong tubuh Anan dengan kuat kali ini sampai terjatuh.


Anan tak tinggal diam ia langsung menyeruduk Andri dengan kepalanya membuat Andri juga terjatuh kelantai. Anan dan Andri kembali bergulat di lantai koridor depan ruangan dokter Dewi.

__ADS_1


"Lah ini kenapa pada ribut sih Ta?"


tanya Anita yang heran melihat kelakuan Anan dan Andri yang kekanak-kanakan.


"Biarin aja ntar juga baek an sendiri, cuekin aja yuk." sahut Dita.


Dita masuk keruangan Dokter Dewi lalu ijin pamit pulang ke Dokter Dewi namun sebelum dia pulang Dita penasaran mengunjungi ruangan Manan mencoba rencananya dengan Anita yang tadi sempat dibahas.


"Tarik nafas dalam-dalam... kuatkan mental kamu Nit kalo masuk lift ini."


Ucap Dita di depan pintu lift yang belum terbuka.


Tring... pintu lift terbuka.


"Masuk duluan Nit." Dita mendorong punggung Anita pelan.


"Kenapa sih si Dita ini?" Anita bertanya heran ke Anan yang tertawa cekikikan.


"Kenapa ih Dita mah aneh?"


Dita menunjuk belakang Anita, hantu kakek itu sudah melayang di belakang tubuhnya lalu Anita menoleh kebelakang.


"Aaaaaaaaaaaaaa" pekik Anita membuat Andri, Anan dan Dita menutup telinganya dan hantu kakek itu juga menjauh kaget.


"Serem banget sih, itu tangannya darah semua aaaaaaaaa...!!!!" Anita makin kencang dengan teriakannya.


"Udah aku bilang apa siapin mental Nit." ucap Dita.


"Pait pait pait pait jauh jauh jauh kek hush hush hush." ucap Anita


Tring... pintu lift terbuka dan Dita langsung menarik Anan lalu lari terbirit-birit meninggalkan Anita.

__ADS_1


"Ditaaaaaaaa tungguin aku...!!!" jerit Anita lalu ikut mengejar Dita.


"Sompret kamu Ta, ninggalin aku sama makhluk kaya gitu." Anita mengucap kesal.


"Gantian dong, tadi kamu ninggalin aku hayo."


"Yah kamu kan udah biasa liat, aku kan baru liat, biarpun aku udah jadi hantu tapi kan aku juga belum siap liat yang serem-serem kaya gitu." Anita menggerutu kesal.


"Hahahaha ya udah maafin, liat tuh dibelakang kamu." tunjuk Dita.


"Apa lagi, jangan bilang hantu serem lagi deh."


"Bukan coba liat dulu!" Dita membalikan badan Anita melihat ke jendela tempat Manan di rawat.


"Itu kan Anan... ahhh masa sih tapi ini disamping kita juga Anan kok bisa? Anan masih hidup ya ? apa masih koma gitu?"


"Itu kembaran Anan, namanya Mananta."


"Oh jadi ini maksudnya kamu mau Anan masuk ke raga kembarannya?" tanya Anita.


"Iya kan siapa tau cocok kaya di film yang tadi kamu tonton."


"Oh iya bener Ta, coba nih Anan tiduran di atas si kembarannya terus cocokin deh masuk enggak, kalo cocok ntar kan gerak tuh. tubuhnya si kembarannya." saran Anita."


Belum sempat Anan menghampiri kembarannya Andri sudah berbaring di atas tubuh si Mananta.


"Eh Andri kamu ngapain di situ...?" Dita menunjuk arah tubuh Andri yang sudah masuk dalam tubuh Mananta.


***


To be continued...

__ADS_1


Happy Reading... 😘😘😘


__ADS_2