
Sebelum membaca klik like yak...
let's vote for me boleh yak...
apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...
Rate bintang lima jangan lupa...
thank u so much... love u all... 😘😍
***
"Kiyaaaaaaaaa astagfirullah matanya gak ada Ta." pekik Tasya menutup wajahnya segera dengan kedua tangannya saat terpaksa melihat sosok hantu yang tadi muncul di hadapannya.
"Temennya kenapa, Neng?" tanya ibu yang dibantu Dita tadi mengangkat motornya.
"Keinget hantu yang di film tadi kita tonton, Bu." sahut Dita mencoba berbohong.
Seperti biasa Tasya masih tak bisa mengendalikan dirinya yang mengompol karena ketakutan. Dita langsung menyiram celana Tasya dengan air mineral dalam botol agar tak terlihat orang lain kalau Tasya mengompol.
"Tasya, ih malu-maluin aja nih." bisik Dita.
"Siram aja, Ta. Siram semua badan ku siram aja huhuhu dingin tau Ta." Tasya menangis juga akhirnya tak tertahankan.
"Lagian kamu mah masih ngompol aja sih tahan dikit kek kalau ketemu begituan." bisik Dita menyiram jalanan yang terkena ompol Tasya.
"Duh cukup gak ya takut pesing nih." gumam Dita.
"Ta itu mas nya matanya gak ada mungkin minta tolong kali menuju cahaya buat dia pulang." ucap Tasya.
"Duh mas nya gak lagi nyari bola matanya kan?" bisik Dita pada hantu di hadapannya itu.
Sosok hantu itu menggeleng.
"Terus mas mau pulang?" tanya Dita lagi masih dengan berbisik.
Hantu itu mengangguk kini mengiyakan.
"Sebelah mana ya cahayanya Sya?" Dita melirik ke kanan dan kirinya mencoba menarik lengan sosok hantu itu agar ke pinggir jalan sehingga saat ia berucap pada hantu itu tidak terlihat mencolok.
"Itu Ta mungkin sebelah situ jemputan buat dia." bisik Tasya sambil menunjuk ke arah cahaya di belakang Dita.
"Nah iya bener, gini ya mas nya lurus aja ya lalu melangkah jalan ke depan nanti masuk ke situ ya." bisik Dita ke sosok hantu itu.
Tak berapa lama hantu itu menghilang.
__ADS_1
"Ta itu lainnya gimana ?" bisik Tasya masih ketakutan.
"Jangan lihat, jangan lihat, biasa aja Sya pura-pura aja kita gak lihat, kita menjauh yuk kita ke warung." ajak Dita.
"Ta ini kayaknya ada yang ngikut deh di belakangku." bisik Tasya .
Dita mencoba menoleh ke belakang sambil berpura-pura melihat sekeliling. Benar saja hantu perempuan dengan wajah rusak sebelah yang memperlihatkan tulang pipinya sedang berjalan mengikuti Tasya. Darah terus menetes dari wajah perempuan itu.
Nih kayaknya gara-gara Tasya lagi dapet nih jadi bau amis darahnya ngundang para hantu buat ikutin dia.
"Tenang dan pura-pura gak lihat ya Sya." ujar Dita.
"Ini celana ku basah terus tembus gimana Ta? " tanya Tasya.
"Tuh ada yang jual celana pantai kamu ganti aja ya." ucap Dita.
"Nanti celana dalam nya gimana sama pembalut makin amis dong akunya nanti hiks hiks."
"Yah dia nangis, makanya tadi aku bilang langsung pulang ya pulang ini malah ke centilan sama Jeff sih."
"Iya maaf jadi gimana nih?"
"Bentar aku tanya penjaga warung." ucap Dita.
"Bu disini ada minimarket gak?" tanya Dita.
"Oh makasih ya Bu, terus mau beli celana pantai yang selutut itu satu ya Bu." ucap Dita.
"Ini neng lima puluh ribu." ucap ibu penjual.
"Duit aku aja Ta, ibu ini gak terima kartu, dari tadi kamu terus yang keluar uang." Tasya mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan dan memberikannya pada ibu penjual.
"Makasih ya neng ini celananya." ibu penjual itu menyerahkan plastik yang berisi celana untuk Tasya.
"Makasih ya Bu." ucap Dita dan Tasya bersamaan.
"Hei kalian ayo aku antar pulang ke hotel." Jeff sudah ada dalam mobil sedan putih bersama temannya.
"Kita mau ke mini market sana soalnya celana Tasya basah." sahut Dita.
"So, ayo masuk biar aku antar." ucap Jeff.
"Jangan deh Ta, celana ku basah nanti tembus." bisik Tasya.
"Malu dia celananya basah, nanti ketemu disana aja ya." ucap Dita.
__ADS_1
"Okay, aku tunggu kalian di depan minimarket ya." Jeff menyuruh kawannya yang menyetir untuk memajukan mobilnya ke arah mini market.
Setelah mengantarkan Tasya ke mini market untuk ganti celana, membeli satu pak celana dalam dan pembalut, Tasya dan Dita memutuskan untuk masuk ke dalam mobil yang di kendarai Jeff.
"Ta ini kenapa mbak nya masih ngikutin sih?" Tasya tak mau menoleh kepada sosok hantu perempuan yang sudah duduk di samping Dita di kursi belakang mobil Jeff.
"Tau nih, aduh dia ngeliatin aja lagi." sahut Dita sambil berbisik.
"Oh iya kenalkan ini teman aku namanya Brian, maaf bahasa dia kurang lancar." ucap Jeff memperkenalkan Brian yang sedang menyetir.
"Hai Brian." ucap Tasya dan Dita bersamaan.
"Hello, what your name by the way?" tanya Brian.
"Me, me Tasya and this is name, is name Dita." sahut Tasya dengan bahasa Inggris yang belepotan membuat Jeff tersenyum.
"Kalian bicara bahasa saja nanti saya yang beri tahu Brian, so Brian this is Dita and this is Tasya." ucap Jeff.
"Tau nih ngomong Inggris masih belepotan gitu sok sok an nantangin ngomong." sahut Dita.
"Ya little little I can lah Ta." sahut Tasya yang tiba-tiba tak mau menengok ke arah Dita karena sosok hantu di sampingnya.
"Hahaha it's okay buat latihan ya, agar terbiasa nantinya." ucap Jeff.
"Oh iya Jeff, apa yang terjadi dengan bis tadi?" tanya Dita.
"Itu bis travel yang mengangkut murid-murid Universitas Raya untuk study tour, nah sepertinya mengalami pecah ban dan rem blong lalu supir tak bisa mengendalikan dan jatuh ke jurang, cukup lama lho sampai bis itu naik dan evakuasi korban." Jeff menjelaskan.
"Jadi pas kita datang itu udah dari tadi kecelakaan nya?" tanya Tasya gantian.
"Yup that's right." sahut Jeff.
****
To be continued...
alias bersambung ya...
mohon maaf kalau ada typo bertebaran dan
Jaga kesehatan dan stay safe ya buat semuanya. Ingat tetap di rumah yak kalau gak ada keperluan mendesak untuk keluar gak usah keluar apalagi buat kumpul ngabuburit atau buka puasa bersama.
Selamat berpuasa buat yang menjalankan puasanya yak semoga selalu diberi kemudahan dan kelancaran aamiin...
ayo dong crazy vote buat Pocong Tampan kan Vie ngarep juga nih si pocong tampan bisa nangkring di rangking 20 besar vote apalagi 10 besar vote meski ngarep banget nih hehehe.
__ADS_1
Dan pastinya makasih banyak ya buat yang selalu setia membacanya dan memberikan vote poin bahkan koinnya.
Vie Love you all 😘