Pocong Tampan

Pocong Tampan
Kebenaran dari Anwar (Part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


#Masih Flashback#


Maya mengikuti om Anwar menuju Club' House hatinya tak karuan perasaan gelisah terus menyelimuti nya.


"Tempat apa ini om?" tanya Maya sesampainya di sana.


"Ini surga Maya, sudah ikut saja ayo." Anwar menarik tangan Maya.


James menyambut kedatangan Maya dan om Anwar. Mereka naik ke lantai tiga tempat pesta yang bersifat privasi di adakan.


Maya duduk di samping Anan dan Shane yang memandangnya. Shane sesekali menggoda Maya mengajak Anan ikut serta.


"Ah lo mah Nan, beneran gak doyan cewek gue rasa Lo mah." ucap Shane menghina Anan.


Anan hanya terdiam tak peduli dengan ledekan Shane yang ditujukan padanya. Sekelebat bayangan hitam muncul di pandangan Anan. Meskipun Anan berusaha mencari bayangan tadi namun tak bisa ia temukan.


James menarik Maya menuju ruangan yang di sediakan di lantai itu. Di ruangan itu bukan hanya om Anwar yang Maya lihat sedang memeluk seorang wanita malam yang berpakaian sangat minim. Namun Maya juga melihat pria hidung belang yang sedang menghisap cerutu memanggilnya.


"Jadi ini barang nya? wah boleh juga." om senang itu menarik Maya ke arahnya. Tak ada ampun lagi om senang itu berusaha melucuti pakaian Maya dan hendak memperkosanya.


Maya berhasil lepas dan berlari ke luar ruangan, Shane dan James menahan Maya.


Anan tak bisa tinggal diam dia coba membantu Maya namun.


BRUK... bayangan hitam yang Anan lihat tadi membawa Anan jatuh dari tangga membenturkan kepalanya ke dinding. Anan melihat sekilas ke arah Maya yang butuh pertolongan namun ia tak bisa menolongnya.


Maya di bawa kembali ke dalam ruangan namun Maya meraih pisau dan menusukkan ke perutnya.


"Gadis bodoh apa yang kamu lakukan?" pekik Anwar.


"Terus gimana ini bos?" tanya James.


"Kamu urus wanita ini lalu urus kawanmu itu." perintah Anwar pada James.


Tiga bulan setelah kejadian meninggalnya Maya dan Anan, Bu Devi datang berkunjung menemui Anwar karena tak ada kabar dari Maya untuk menghubunginya.


Anwar yang licik berhasil memperdaya bu Devi dengan suara palsu dari seorang wanita yang mirip Maya di Hongkong.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kak? Maya malah terjebak disana." ucap Anwar pura-pura cemas.


"Aku tak akan biarkan ini terjadi, aku akan menuntut balas pada Herdi demi membebaskan Maya." Bu Devi memukul tangannya sendiri dengan perasaan kesal.


"Harta Winata itu harus kita kuras kak, bagaimanapun caranya." ucap Anwar.


Dan semenjak itu Bu Devi dan Anwar bersekongkol untuk menjatuhkan Pak Herdi bahkan Bu Devi tega membunuh pak Herdi.


****


"Hanya karena harta kalian bisa sekeji itu dasar iblis." pak Herdi mendorong Anwar sampai jatuh ke belakang dari kursinya dengan tangan terborgol dan kepala yang terantuk ubin lantai.


"Wuidih gue demen nih main kasar gini sama penjahat ini."


"Hahaha... kau sendiri sudah menjadi setan beraninya kau bilang aku ini iblis, ayahmu tuh yang pelihara iblis." bentak Anwar.


Bug... Pak Herdi memukul wajah Anwar.


"Hadeh hadeh si bapak mau mukul orang bilang-bilang dong aku kan ribet bergeraknya." protes Dita.


"Maaf Ta, gak sabar saya mau cekik dia." sahut Pak Herdi.


"Jangan ampun, ampuni saya." pinta Anwar.


"Dita, Anan itu di apain sampai jatuh babak belur gitu." kapten Jihan masuk dan terkejut melihat Anwar jatuh.


"Hehehe tadi salto dia kapt, syok liat pak Herdi." sahut Dita.


"Maklum orang busuk keluar belatung gitu kapten." Tunjuk Anan sambil meledek Anwar.


"Kamu tuh ya Nan, panggilin petugas tadi dong tolong!" ucap kapten Jihan.


Anan bergegas memanggil dua petugas tadi untuk menolong Anwar yang terluka.


"Ayo Ta pulang, biarkan dia tenggelam dengan ketakutannya terhadap pak Herdi." ucap Anan mengajak Dita pergi.


"Kapt, pulang dulu ya, assalamualaikum." ucap Dita pergi mengikuti Anan dan membiarkan pak Herdi masih menakuti Anwar di penjara nanti.


"Kita naik apa Nan?" tanya Dita.


"Katanya mau naik taxi online, aku mau ambil mobil di parkiran kantor om Kevin terus kita ke rumah sakit ya." ucap Anan.


"Bener Nan, aku khawatir sama keadaan Doni dan Om Kevin." sahut Dita mengikuti Anan yang memesan taxi online nya.


"Nan tapi aku laper." ucap Dita memegang perutnya.


"Iya aku juga laper nanti pas udah di mobil kita, terus mampir restoran ya." ucap Anan.


"Restoran masakan sunda ya lagi pengen sambel yang pedes-pedes."

__ADS_1


"Siap nyonya, tuh mobil nya sampai." Anan dan Dita masuk ke mobil yang dipesannya menuju kantor pak Kevin.


***


"Banyak garis kuningnya kan kejadiannya di atas kok semua di garis?" tanya Dita saat sampai di kantor pak Kevin.


"Ya ini kan tempat kejadian perkara semua di batasi oleh garis polisi." jawab Anan.


"Oh... tuh mobil kamu." tunjuk Dita.


"Iya ayo naik."


"Hiyaaaaaa dia udah di dalam aja si mbak Marina." Dita terkejut dengan keberadaan hantu perempuan yang bekerja di kantor Pak Kevin.


"Kenapa belum pulang mba?" tanya Dita masuk ke dalam mobil.


Hantu itu malah menggeleng dan menangis.


"Yah dia nangis." sahut Anan.


"Ya udah mbak tenangin diri dulu nanti cerita ya, apa mau ikut kita makan?" Dita menoleh ke kursi belakang tempat hantu itu berada dan masih menangis.


"Yah dia masih nangis." sahut Anan.


"Ya udah Nan biarin aja nanti juga cerita."


Dita dan Anan melaju menuju restoran sunda sesuai keinginan Dita.


Setelah kenyang dengan berbagai macam ikan goreng dan bakar serta sambal lalapan Dita bersama Anan menuju mobil kembali untuk pergi ke rumah sakit dengan membawa bungkusan makanan untuk Tante Dewi.


"Gak nyangka si Marina makan banyak juga ya taunya." ucap Dita meringis.


"Kaya kamu enggak aja, Ta." Anan merangkul Dita lalu mencium kepalanya.


"Hehehe iya lah habis enak sih kan kamu tahu hobi aku makan, ini biarin aja si Marina ngikutin kita?" Dita menoleh ke Marina.


"Ya abisnya mau gimana dia ngikutin terus tapi ngomong ngasih penjelasan enggak." Anan ikut menoleh.


"Oke lah biarin deh, ayo ikut tapi jangan ganggu dan nakal aneh-aneh ya." Dita menunjuk ke Marina yang membalas dengan anggukan.


"Eh bisa ngangguk juga hehehe." ucap Dita.


***


To be continued...


Happy Reading...


Jangan lupa votenya...

__ADS_1


Jaga imunitas kalian ya dan stay di rumah aja...


stay safe... stay healthy semuanya 😘😘😘


__ADS_2