
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
Ibu Aliyah, mamanya Andri ikut bergabung dengan Dita untuk makan bersama.
"Nanti kapan-kapan gantian ibu yang masak ya untuk kalian," ucap Ibu Aliyah.
"Betul, nanti biar ummi yang masak nasi kebuli buat kalian, nasi buatan ummi itu enak lho, cuma si pocong yang gak doyan gara-gara alergi kambing," Andri menunjuk Anan.
"Bukannya alergi, Anan cuma gak suka bau daging kambing," sahut Dita membuat Anan dan Andri menoleh padanya.
"Kok tahu?" tanya Anan.
"Oh iya gue jadi inget cerita Dita, jadi gini ummi si Dita ini istrinya Anan," ucap Andri membuat sang ummi terkejut dan langsung marah.
"Anan kamu tuh tega ya, kamu udah punya istri tapi bisa-bisanya kamu macarin Hyena," ucap ibu Aliyah memarahi Anan.
"Sya bawa Anta ke dalam," pinta Dita yang tak ingin Anta mendengar cerita yang sedang terjadi dan menimpa Anan.
Tasya langsung menuruti perintah Dita membawanya menuju ke dalam.
"Anta masih mau di sini tante," rengek Anta.
"Main salon-salonan aja gih sama Maria Joyko," ucap Tasya menggendong Anta menuju lantai dua.
"Jerry, tolong kamu bereskan bekas makanan Anta dan Tasya ya," pinta Dita.
"Yerry bu..."
"Iya Yerry, tolong ya..."
Jerry menuruti perintah Dita segera, dia paham juga kalau ini masalah pribadi yang tak boleh ia dengar mengenai bos nya.
"Jangan-jangan pak Anan selingkuh nih," gumam Jerry mengintip dari dalam sambil berpura-pura membersihkan jendela.
"Sekarang kamu bilang sama ibu, kenapa kamu tega pacaran sama Hyena padahal kamu sudah punya istri?" tanya Ibu Aliyah dengan raut wajah marah.
"Anan gak tau bu kalau Anan sudah punya istri, lagipula Anan juga terpaksa kok menjadi pacar Hyena buat balas budi," sahut Anan.
"APA, TERPAKSA CUMA BUAT BALAS BUDI?! ANAAAAAN...!!"
Ibu Aliyah mencubit-cubit tubuh Anan dengan kesalnya.
"Ampun ibu ampun, nanti Anan ganti kok semua hutang Anan ke Hyena," ucap Anan.
"Tenang bu tenang, Dita bisa bantu jelaskan," ucap Dita menenangkan ibu Aliyah.
"Lu Onta, kenapa malah ngetawain gue?!" bentak Anan pada Andri.
"Habis gue seneng kalau elu di omelin ummi hahahaha," ucap Andri.
__ADS_1
Anan melempar Andri dengan daun bawang.
"Kampret lu cong!" Andri membalas Anan dengan melempar bekas perasan jeruk nipis.
Pertarungan sengit Anan dan Andri pun di mulai sampai Dita harus melerai keduanya.
Plak...
Ibu Aliyah memukul bahu Anan dengan sendok kuah yang terbuat dari kayu.
"Aduh sakit bu...!!" pekik Anan.
"Udah bu, udah jangan di kasarin," pinta Dita.
"Tapi Anan memang harus di kasih pelajaran nak, eh tapi selama dua tahun ini, kenapa kamu enggak pernah cari Anan?"
"Belum tau bu Anan di mana, jadi Anan itu menghilang selama dua tahun, tapi pas saya temukan eh dia malah lupa ingatan," ucap Dita dengan senyum hangatnya.
"Gue kalau tiba-tiba ada cewek dateng kayak elo gini Ta terus ngaku-ngaku istri gue beuuuhhh langsung gue iya in, enggak usah pakai mikir," Andri menunjuk kepalanya sendiri sambil menatap tajam ke arah Anan.
"Heh Onta... jaga ucapan luh!" ancam Anan.
"Emang iya sih, kurang apa coba, lihat Dita tuh udah cantik, baik, tajir, jago masak pula, ya ummi?" Andri menoleh pada ibu Aliyah yang mengangguk.
"Ah tau ah..." Anan menarik rambutnya sendiri lalu pergi menghindari pembicaraan.
Dita menoleh pada Anan dan memperhatikannya sampai ujung jalan.
"Saya gak mau memaksakan Anan bu tadinya, saya mau pelan-pelan dia ingat saya dengan sendirinya," ucap Dita pada Ibu Aliyah.
"Ndri kalau sampai malam nanti Anan belum pulang tolong kamu cari ya," pinta Dita.
"Oke, demi elo sama Anta gue cari tuh pocong."
***
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam dan Anan masih belum kembali. Dita memandang jendela kaca mini market nya berharap Anan melintas di depannya atau di seberangnya.
Tiba-tiba tulisan kode "Y00N4" muncul dari embun jendela kaca.
"Hmmm maksudnya apa ini?" Dita menoleh pada hantu pengendara motor di sampingnya.
"Kenapa mbak? saya enggak ada maksud apa-apa mbak, sumpah saya gak ngomong apa-apa," sahut Jerry.
"Gak ry, saya cuma lagi ngomong sendiri aja," sahut Dita asal.
"Ih si mbak Dita ya, baek-baek kalau ngomong sendirian nanti kesambet di temenin setan," ucap Jerry menakuti Dita padahal di samping Dita sudah berdiri hantu yang menyeramkan.
"Kamu gak pulang?" tanya Dita.
"Oh iya udah jam tujuh, tanggung mbak toko kan tutup jam delapan," sahut Jerry.
"Tapi kan saya gak suruh kamu lembur," ucap Dita.
__ADS_1
"Gak apa-apa saya seneng mbak kerja di sini, santai udah gitu bosnya baik, mbak Tasya juga baik, yerry pulang sampai tutup toko pokoknya," ucap Jerry.
"Terserah kamu lah asal kamu bahagia hehehe," ucap Dita.
"Masa di kamar mandi ada kecoa sampai dua ngintip saya lagi pup hiiyyy saya siram aja ke kloset biar campur sama tokay saya hahahaha," ucap Tasya sambil tertawa dengan senangnya saat baru keluar dari kamar mandi.
"Ih mbak Tasya jorok ih... ngomonginnya tokay ih jijai bajai," Yerry menusuk bahu Tasya dengan telunjuknya.
"Eh kamu masih ngapain di sini, bukannya pulang?"
tanya Tasya.
"Nanti aja ah nunggu toko tutup, Yerry masih mau rapih-rapih etalase biar cantik dan penuh warna kaya yerry hihihi," sahut Jerry sambil tertawa cekikikan persis hantu perempuan berdaster lusuh yang biasa di sebut kuntilanak.
"Idih persis banget ketawanya kayak tante Key," gumam Tasya.
"Hmmm... dia lagi," ucap Tasya menunjuk hantu pengendara motor dengan wajahnya.
"Tau nih, kasih kode yang sama, udah sih ngomong aja maksudnya apa minta bantuan?" bisik Dita agar tak terdengar Jerry sementara Tasya pura-pura berbicara dengan Dita dan menghalangi pandangan Jerry agar tak merasa aneh bila melihat Dita seolah berbicara sendiri. Tasya tak mau memandang hantu itu karena masih takut belum terbiasa.
"Itu kode kunci loker saya di kantor pos kota tempat saya menyewa loker nomor 1313," ucap si hantu.
"Nama kamu siapa nanti kalau di tanya?" tanya Dita.
"Nama ku Noey, bilang saja loker 1313 milik Noey." ucap Noey.
"Terus kalau aku ke sana, emangnya penjaga pos bakal percaya sama aku?" tanya Dita lagi.
"Aku bilang akan ada perempuan yang tau kode lokerku dan berhasil membukanya, tapi sebenarnya itu bukan kamu," ucap Noey dengan wajah sedih.
"Kenapa bukan dia aja yang buka loker nya?" tanya Dita mulai jijik dengan lelehan otak yang mengalir ke pipi Noey.
"Aku belum sempat bilang padanya, aku juga sudah berusaha untuk terlihat di hadapannya, tapi tak bisa hanya kalian yang bisa melihatku," ucap Noey.
"Apa isi loker tersebut?"
"Nanti kau juga akan tau, ku mohon pergilah besok," pinta Noey.
"Hmmm baiklah," Dita memanggil Pak Herdi kemudian.
****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
__ADS_1
Vie Love You All 😘😘😘