
"Akhirnya sampai juga dirumah nya Dimas."
Andri merenggangkan tubuhnya lalu melihat Dita yang sedang tertidur pulas di mobilnya.
"Nih cewek gak cakep-cakep amat tapi manis banget, gak bosen banget gue ngeliatnya." Andri mengusap pipi Dita dengan lembut.
Tangan telunjuk Andri sudah berada di bibir Dita menyentuhnya pelan.
Tin... Tin...!!!
Anan memencet klakson mobil Andri membuat Dita dan Andri kaget. Dita terbangun dengan melihat wajah Andri tepat dihadapannya.
"Kamu mau ngapain dok?"
Dita menjauhkan tubuhnya ke pintu mencoba untuk keluar dari mobil."
"Jangan salah paham Ta, aku cuma mau ngebangunin kamu kok."
"Bukain pintunya gak cepetan!"
"Iya iya aku bukain, kamu tenang dong."
Andri membuka kunci otomatis pintu mobilnya dan mereka turun dari mobil disambut oleh keluarga Dimas yang menangis sedih melihat jasad Dimas diturunkan dari ambulance.
"Hampir aja." Anan mengelus dadanya.
"Hampir kenapa?" tanya Dita.
"Hampir aja dia nyium kamu tau gak." sungut Anan.
"APA...?!" pekik Dita.
semua orang menoleh padanya terkejut dengan teriakannya.
"Maaf, maaf reflek maafin saya."
Dita bersembunyi di balik tubuh Pak Paijo menahan malu.
"Kamu gak papa kan Ta?" tanya Andri.
"Gak papa." jawab Dita ketus menjauh dari Andri.
Dasar cowok, curi kesempatan aja mau cium cium, lah first kiss aja aku belum pernah ngerasain huh.
Anan memperhatikan Dita sambil tersenyum-senyum.
***
Jenazah Dimas lalu di doakan dan dimandikan agar segera di kebumikan.
"Ini Bu amanah dari Mas Dimas." Dita menyerahkan sepucuk surat dari saku Dimas.
"Kamu siapanya Dimas nak?" tanya ibu yang bernama Marni itu.
"Saya temennya Bu."
"Kamu bilang kamu sodaranya Dimas, kok ibunya gak kenal, terus sekarang kamu bilang kamu temannya." bisik Andri.
"Udah diem aja..!!" Dita balas berbisik.
__ADS_1
Ibu Marni menyuruh Anisa adiknya Dimas membuka surat itu ternyata berisi tanda bukti saldo anggota ketenagakerjaan sejumlah Tujuh puluh lima juta dengan sepucuk surat bertuliskan untuk biaya pernikahan Anisa dan pengobatan ibu.
Mereka menangis berpelukan.
"Dimas sengaja mengajukan pensiun dini di tempat kerjanya agar mencairkan ini supaya ibu cepat dioperasi angkat rahim serta biaya pernikahan Nisa yang akan diadakan bulan depan." ucap Ibu Marni sambil terisak.
"Apa Mas Dimas juga punya firasat akan pergi ya Bu, jadi dia minta pensiun dini supaya dana nya cepat cair buat kita hiks hiks." Nisa makin menangis memeluk Ibunya.
"Maafin Nisa ya Mas Dimas."
Dita melihat Dimas yang berdiri dibelakang ibunya dan adiknya lalu merangkulnya, Dimas ikut menangis.
Dita juga ikut meneteskan air mata, telunjuk Anan sudah menempel di pipinya untuk mengusap air matanya segera.
"Makasih banyak ya semuanya udah baik sama Dimas sama saya dan adiknya." ucap Bu Marni.
"Iya Bu sama-sama saya yakin Mas Dimas udah tenang udah senang bahagia liat amanahnya udah sampe."
Dita menoleh kearah Dimas yang tersenyum padanya.
Dimas menundukkan wajahnya sebentar berterima kasih pada Dita dan semuanya, Ia tersenyum, pamit lalu pergi menghilang.
Selamat jalan Mas Dimas.
batin Dita.
"Okeh kita pamit dulu ya Bu, sekirany tugas kita selesai mengantarkan jenazah Dimas." Andri berdiri dan mengulurkan tangannya ke Bu Marni dan Anisa.
Diikuti dengan uluran tangan Dita, Pak Paijo dan Kubil yang juga pamit dari hadapan Bu Marni.
"Kamu mau ngapain Ta duduk situ, tadi kan duduk di depan." Andri melihat wajah Dita yang masih di tekuk kesal itu.
"Astaga maksud kamu apa sih?"
"Kamu mau cium aku kan?"
"Hahahahha kata siapa? aku cuma ngeliatin kamu kok, soalnya kamu cantik banget sumpah deh."
"Udah deh jangan muji-muji bikin geer, gak mempan tau... ayo jalan..!! tuh pak Paijo udah jauh tuh mobilnya di depan."
"Oke, baiklah Nona Muda, mari kita jalan."
Andri tersenyum melihat Dita yang masih kesal dari kaca spion mobilnya.
***
Dita bersenandung mendengar kan lagu I Lay My Love On You nya Westlife dari radio mobil Andri.
"Musiknya bagus yak, suka banget aku sama lagu-lagu Westlife."
ucap Andri membuka keheningan namun Dita tak menjawab masih bernyanyi kecil mengacuhkan Andri.
Andri menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah pertokoan yang menjual oleh-oleh.
"Mau ikut gak? cari oleh-oleh."
"Enggak...!!"
"Yaudah aku turun sebentar yak."
__ADS_1
Gimana mau beli oleh-oleh coba gajian aja aku belum, duh...
"Hahahaha nanti Anita tanya oleh-oleh gimana?"
"Dih emang aku jalan-jalan, kan aku ijinnya kerumah sodara anter jenazahnya, wleeekk... lagian tinggal beliin keripik bayem sama dodol yang deket pasar bilang aja oleh-oleh hehehehe."
"Dasar kamu!" Anan menoyor kepala Dita.
Andri masuk kedalam mobil membawa bungkusan dua kotak Ledre dan tiga bungkus keripik tempe.
Andri melajukan mobilnya menuju jalan tol.
"Oh iya ini buat kamu." Andri menyerahkan bungkusan Ledre dan keripik pada Dita lalu sebuah paperbag berwarna biru yang isinya tas anyaman mungil yang cantik.
"Ini buat aku?" tanya Dita.
"Iya sebagai permintaan maafku yak, kan kamu salah paham Ta." Andri tersenyum manis sekali.
"Emmmm modus salah paham gimana orang aku liat dia ngeliatin kamu terus pegang bibir kamu kok." sahut Anan.
Dita melirik ke Anan yang sengaja memanas manasi perasaan Dita.
"Okeh aku maafin, lain kali jangan kaya gitu yak?"
"Oke janji."
"Dih gampang banget sama tas kaya gitu aja langsung klepek klepek." sahut Anan kesal.
Andri mengulurkan tangannya ke belakang kearah Dita.
"Maafin aku yah."
"Oke aku maafin." Dita menyambut uluran tangan Andri.
Andri menoleh pada Dita dan tersenyum lega berhasil mendapatkan maafnya Dita.
"Andri awas... Aaaaaaaaaaaaaa....!!!"
Mobil Andri menabrak truk yang mengerem mendadak didepannya, terpental beberapa ratus meter lalu berguling dua kali putaran di tepi jalan tol itu.
Anan mencoba menarik Dita keluar dari posisi mobil yang kini terbalik itu.
Seorang perempuan dan seorang pria datang menarik Dita menjauh dari mobil. Dita samar-samar melihat Andri yang masih tersangkut dengan seat belt nya mencoba keluar namun cairan bensin banyak mengalir dari mobil Andri membuat orang-orang sekitarnya ragu menolongnya.
Andri memandang kearah Dita dan tersenyum, dia sudah berhenti berusaha dan....
Duaaaaaarrrrr.....!!!
"Andriiiiiiiiii......!!!"
Dita berteriak sekuat tenaganya.
***
To be continued...
Happy Reading...
Jangan lupa like, komen and Votenya yak...
__ADS_1
😊😊😊