Pocong Tampan

Pocong Tampan
Maya


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Jangan sampai Doni liat ke hantu itu Nit, bisa gawat kalau dia pingsan pas lagi rame gini bisa di injek dia sama yang pada joget." ucap Dita.


"Iya bener, yuk buruan keluar." ajak Anita.


Mereka tiba di parkiran Club' House.


"Kamu cari siapa sih Ta, dari tadi tengok kanan tengok kiri?" tanya Anan.


"Enggak, udah yuk masuk mobil." sahut Dita membuka pintu mobil Anan lalu masuk ke dalamnya bersamaan dengan Anita dan Doni lalu Anan yang berada di kursi kemudi.


Saat Anan menyalakan mesin mobilnya dan siap melaju tiba - tiba hantu perempuan itu sudah menghalangi mobil Anan membuat Anan langsung menginjak rem. "Ini cewek mau cari mati kali yak?" ucap Anan kesal bersiap membuka sabuk pengamannya.


"Tunggu Nan, emang tuh cewek udah mati." ucap Dita.


"Ah masa sih? Wah iya bener darah semua." Anan mencoba memundurkan mobilnya.


"Aaaaaaaaaaa." Doni langsung tak sadarkan diri di kepalanya jatuh di pangkuan Anita.


"Hmmm tuh bener kan Ta, untung pingsan disini gak di dalem club tadi, bisa repot nanti kalau nyeret dari sana hahaha." ucap Anita mengusap dahi Doni yang berkeringat.


Hantu perempuan itu menunjuk ke arah Anan.


"Kamu kenal Nan?" tanya Dita


"Mana aku tahu Ta, kan aku gak inget."


"Jangan - jangan mantannya Anan itu Ta." sahut Anita dari kursi belakang.


Dita bertolak pinggang menatap tajam ke arah Anan.


"Ini apalagi sih, terus Lo Anita pake ngomporin segala hadeh." ucap Anan.


"Ya kali Nan hehehe."


Dita membuka sabuk pengamannya lalu turun dari mobil Anan menghampiri hantu tersebut.


"Kamu mau apa?" ucap Dita dengan nada ketus. Hantu perempuan itu menunjuk ke arah Anan.


"Oh kamu mau dia? emangnya kamu kenal?"


hantu perempuan itu menggeleng.


"Terus kalau enggak kenal mau ngapain nunjuk dia."

__ADS_1


hantu perempuan itu menunjuk Anan kembali.


"Bisa gak sih pakai ngomong jangan nunjuk doang dari tadi, mana aku paham sama isyarat kamu."


hantu perempuan itu kembali menunjuk Anan.


"Ih nyebelin ya mbaknya." Dita kembali masuk ke dalam mobil.


"Tabrak Nan l!" ucap Dita memasang sabuknya.


"Serius Ta?" tanya Anan memastikan.


"Iya tabrak aja, lagian dia udah mati ini paling kita bisa nembus dia."


"Oke aku tabrak nih." Anan langsung tancap gas menabrak hantu perempuan itu dan benar saja mobil Anan menembusnya dan hantu itu menghilang.


"Kemana dia Ta?" tanya Anan membawa mobilnya keluar dari parkiran menuju jalan raya.


"Gak tau gak keliatan." sahut Dita menengok ke kanan kiri.


"Emmm Ta, Nan, kayaknya yang kalian cari ada di sampingku deh." ucap Anita terbata-bata ketakutan.


Dita menoleh perlahan ke kursi belakang dan benar saja, hantu perempuan itu sudah duduk di samping Anita. "Heh mau ngapain kamu ikut naik mobil ini, udah gak bisa ngomong gangguin aja, naksir ya sama Anan?" Dita membentak hantu itu.


"Tidak, aku tidak bisu." sahutnya.


"Lah ini bisa ngomong." pekik Anita.


"Lalu apa yang kamu lakukan di dalam mobil ini?" tanya Dita.


"Iya Nan?" Dita menoleh ke Anan.


"Mana aku tau Ta, aku gak inget." ucap Anan tegas melirik hantu perempuan itu dari kaca spion.


"Dia hilang ingatan mbak, makanya kami kesini mau coba gali lagi apa yang terjadi dengan kematian dia." tunjuk Dita ke Anan.


"Kematian? tampaknya dia manusia biasa."


"Ini bukan tubuh aslinya, ini tubuh kembarannya." sahut Dita.


"Tapi aku ingat sekali malam itu dia melihatku, bahkan dia membantu temannya membunuhku!" hantu itu menunjuk Anan.


"Apa? teman Anan yang mana? Kok aku dengernya makin ribet ya Ta?" sahut Anita.


"Aku juga pusing Nit dengernya." Dita menepuk dan memijat dahinya pelan.


"Tunggu, teman aku yang mana mbak?" tanya Anan sambil fokus menyetir.


"Yang rambutnya pirang, badannya tinggi ada *** lalat di lehernya aku inget banget soalnya aku cekik dia sebelum aku tak sadarkan diri."


"James maksudnya?"


Hantu itu menggeleng. "Aku tak tahu namanya." jawab perempuan itu.


"Oke gini, kita cari tahu pelan-pelan misteri pembunuhan mbak ini sekaligus menurutku ini akan menjawab misteri pembunuhan kamu juga Nan."

__ADS_1


"Terus mbak itu gimana?" tanya Anan.


"Ya terpaksa, mbak ini ikut kita dulu, mbak namanya siapa?"


"Namaku Maya."


"Serius Ta si Maya ikut kita?" tanya Anita.


"Hmmm gak mungkin di usir juga kan? tuh dia udah nyaman duduk disamping kamu tuh." jawab Dita.


"Tapi bisa gak mba, perutnya di lakban dulu kek apa di jahit dulu, geli banget sumpah lihat ususnya mau berontak keluar gitu hiyyy." Anita menepuk - nepuk wajah Doni dengan gemas sampai Doni sadar lalu mengucek matanya masih belum fokus mengumpulkan kesadaran nya.


Dita menoleh ke hantu perempuan itu, "Nanti aku minta Tante Dewi jahit perutnya yak." sahut Dita.


"Koplak..! ya mana bisa kan dia udah jadi hantu, lagian auto pingsan juga Tante Dewi suruh jahit beginian." ucap Anita kesal.


"Apa yang di jahit Nit?" tanya Doni.


"Nih samping ku, lihat tuh ususnya mau kemana - mana."


Doni menoleh ke samping Anita dan melihat hantu tadi "I...i...itu..."


plak...! Anita menampar pipi Doni sebelum dia pingsan. "Awas pingsan lagi." ancam Anita.


"Aduh sakit Nit." Doni mengusap pipinya.


"Kamu harus kuat, kalau pingsan terus repot tau gak." Anita mendelik ke arah Doni.


"Tapi aku takut." Doni menutup wajahnya.


"Aku juga takut, tapi harus kuat, mbak nya berubah cantik gak bisa ya kayak aku?" Anita menoleh pada Maya.


"Aku tak tahu, bagaimana kau bisa menyentuh manusia itu?" Maya bertanya kembali pada Anita.


"Oh gampang kok tinggal." Plak. Anita menampar Doni kembali. "Tuh bisa aku sentuh kan."


"Awwww sakit Nit." pekik Doni.


"Emang selama ini kamu gak bisa sentuh manusia?" tanya Dita


"Tidak, aku tidak bisa menyentuhnya, kalau aku bisa menyentuh para ******** itu sudah lama mereka aku bunuh." ucap Maya.


"Gunting baju ku Ta!" perintah Anita.


"Buat apa Nit?"


"Udah gunting aja!" Dita melaksanakan perintah Anita untuk menggunting dress yang ia pakai.


****


To be continued...


Kalau di up 2 atau banyak mohon semua bab nya di like yak...


Mampir ke 9 lives juga biar makin semangat aku nulisnya yak 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2