
Sebelum membaca jangan lupa ya di Like, Vote, and rate bintang lima ya...
Happy Reading 😊😊😊
******
"Hmmm baiklah," Dita memanggil Pak Herdi kemudian.
"Jangan takut Noey, Pak Herdi mah udah jinak," ucap Dita.
Pak Herdi menarik ujung rambut Dita.
"Awwww sakit pak!" Pekik Dita tanpa sadar.
"Kenapa Mbak Dita, mbak Tasya?" Jerry langsung menghampiri.
"Enggak ada apa-apa Ry, udah mau tutup kamu pulang aja gih," sahut Tasya.
"Oh ya udah kalau begitu, Yerry pamit pulang ya," Jerry meraih tas jinjingnya yang bergambar penyanyi wanita terkenal di negara itu.
"Itu asli tanda tangan dia Jer?" Tanya Tasya menunjuk gambar penyanyi A.U di tas milik Jerry.
"Asli dong, aku kan punya fan site dia, terus ini hadiah dari fan sign dan di tanda tangani langsung sama dia," sahut Jerry.
"Wah mau dong ketemu juga sama AU kan dia cantik banget gemes ih kalau denger dia nyanyi di TV," ucap Tasya.
"Boleh nanti aku ajak deh say, kalau dia keluarin album baru lagi alias come back, oke deh Yerry pergi dulu yak, yuk ah dadah bye bye," Jerry pamit keluar dari mini market.
"Hiiyyy serem tuh bikin ngeri," ucap Pak Herdi.
"Dih dia yang hantu dia yang takut sama Jerry, padahal yang barusan tadi manusia," ucap Tasya.
"Tetep aja manusia kayak gitu nyeremin buat saya, kamu ngapain Ta panggil saya kemari?" tanya Pak Herdi.
"Tuh si Noey, lah mana tuh hantu?" Noey menghilang di samping Dita.
"Tuh di pojok kamar mandi," tunjuk Tasya.
"Noey, sini dulu...!!!" panggil Dita.
"Gak mau ah takut," sahut Noey.
"Heh sembarangan, cakepan saya sama kamu ngapain kamu yang takut?" ucap Pak Herdi membentak Noey.
Noey maju perlahan mendekat.
"Pak ajarin dia mode cakep, soalnya aku mau nemuin dia sama perempuan yang udah buat dia gak tenang kayak gini," ucap Dita.
"Emang bisa? kamu bisa bantu saya ketemu sama Yoona?" tanya Noey.
"Bisa, atas ijin Allah, aku bisa jadi perantara nemuin kamu sama siapa tadi namanya?"
__ADS_1
."Yoona."
"Oh jadi kode tadi itu dari kombinasi membentuk nama yoona yak?" tanya Dita.
Noey mengangguk dengan senyum dan gerakan antusias.
"IDIH...JIJIK...!!!" Tasya dan Dita mengucap bersamaan karena melihat isi otak Noey yang jatuh meluber.
Pak Herdi lalu membawa Noey pergi menghilang dari hadapan Dita dan Tasya.
"Wuidih keren ya Pak Herdi, kalau ada akademi para hantu, pasti pak Herdi yang jadi kepala sekolah hahahaha," ucap Tasya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sya, Anta tidur kan? aku mau cari Anan sebentar ya," ucap Dita.
"Ta, udah malem tau, nanti kalau ada orang jahat gimana?" tanya Tasya khawatir.
"Nanti kalau aku ketemu orang jahat, aku akan minta bantuan Pak Herdi tenang aja, terus aku usahain pulang jam 9 ya," ucap Dita lalu meraih tas kecil nya dan memasukkan ponsel ke dalam tas yang bertali rantai itu .
"Hati-hati ya Ta," ucap Tasya melihat Dita pergi keluar dari mini market.
***
Arloji di tangan Dita menunjukkan pukul sembilan dan Dita masih menyusuri jalanan blok Matahari untuk mencari Anan. Sekarang Dita sudah sampai di Taman. Namun, tak kunjung jua dia temukan keberadaan Anan. Berkali-kali Dita menghubungi ponsel Anan tapi malah mati tak bisa di hubungi.
"Kok kayak ada yang ngikutin aku ya? hmmm hantu apa manusia ya? tapi mending ketemu hantu nakutin doang kalau ketemu manusia terus punya sifat jahat, kan bisa nyakitin bahkan bisa membunuh," gumam Dita pada dirinya sendiri.
Dita menoleh ke belakang, namun tak ia temukan apapun di sana, tak ada siapapun yang mengikutinya. Bahkan jalanan itu terlihat sangat sepi.
"Perasaan aku aja kali ya," gumam Dita melanjutkan perjalanannya mencari Anan.
"Aaaaaaaaa... emph... emph," satu orang laki-laki membekap mulut Dita, sementara temannya yang lain mengangkat kaki Dita. Mereka membawa Dita ke dalam area taman yang sepi dan menyembunyikan Dita di balik semak-semak di bawah pohon besar.
Dita mencoba melawan sekuat tenaga sampai akhirnya seorang pria berambut gondrong memukul Dita sampai tak sadarkan diri.
"Mati gak Bro?" tanya pria berkepala botak itu.
"Enggak lah, gue cuma buat dia pingsan doang, kalau dia mati, ya mana enak nanti kita pakenya," ucap si gondrong.
"Hahaha bener juga lho!" si pria botak menepuk bahu kawannya itu dan dengan semangat membuka ikat pinggang dan resleting celana jeansnya yang bolong-bolong. Dia turunkan celana jeansnya sampai ke jatuh di atas sepatunya.
"Hahaha masa preman celana kolornya gambar spiderman bro...!" Ucap si Gondrong menertawakan kawannya si botak.
"Ah udah diem aja luh, tunggu aja di situ, elo jagain yang bener, kan perjanjiannya gue duluan," sahut si botak.
"Ya udah cepetan, gue udah kaga sabar nih," sahut si Gondrong.
Tiba-tiba seseorang jatuh dari atas pohon besar itu dan menimpa si pria botak.
BRUG...
Rupanya pria tersebut adalah Anan yang sedari tadi mendengarkan musik dengan earphonenya di dalam pohon besar itu. Ketika ada kumbang hitam terbang padanya, Anan tak sengaja tergelincir dan jatuh menimpa si pria botak sampai kepalanya membentur bahu jalan lalu tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Dita..." ucap Anan saat melihat Dita terbaring tak berdaya di hadapannya.
"Hei... kurang ajar luh...!" teriak si pria berambut gondrong itu menghampiri Anan.
"Elu yang kurang ajar!" Anan buru-buru menghindar dan menimpuk si pria berambut gondrong itu dengan batu kerikil tepat mengenai matanya.
"Aduh... mata gue... aarghhhh...!!!" darah keluar dari kelopak mata sebelah kanannya.
Anan menepuk pipi Dita menyadarkannya.
"Yanda..." ucap Dita lirih.
"Buruan bangun Ta," Anan menarik tangan Dita agar segera berdiri.
Si pria gondrong yang kesakitan itu mencoba untuk menyadarkan kawannya si botak.
"Buruan Ta, ayo lari!" Anan meraih ponselnya yang terjatuh karena terburu-buru earphone pada ponselnya terputus.
Anan menarik Dita agar segera berlari menjauh dari kedua preman tersebut yang bersiap mengejar keduanya.
"Buruan Ta...!!!" ucap Anan.
"Ia aku juga berusaha untuk lari," sahut Dita.
"Itu ada restoran buka, kita masuk kesana minta bantuan," ucap Anan membawa Dita masuk ke dalam sebuah restoran dengan menu masakan Timur Tengah di dalamnya.
"Maaf kita sudah tutup," ucap seorang pelayan wanita berwajah khas gadis timur tengah yang sedang membersihkan meja-meja dengan spray pembersih dan kain lao.
"Bentar doang mbak, kita numpang sembunyi di sini, tadi ada dua preman ngejar kita," sahut Anan.
"Wah maaf jangan sembunyi di sini kak, nanti repot kalau preman itu masuk terus ngacak-ngacak restoran baru kita, selesaikan masalah kakak dengan debt collector itu di luar sana jangan di dalam sini," ucap nya dengan wajah cemas.
"Debt collector? wah mbak salah paham, dua preman itu tadi mau nyakitin saya," ucap Dita.
"Iya, dia mau di perkosa tadi," sahut Anan menunjuk Dita.
"Tante Dita..." sapa seorang anak laki-laki yang menuruni tangga menghampiri Dita.
"Arga...???"
****
Bersambung ya, hayo abis baca jangan lupa bayar pakai VOTE ya...
Jangan lupa main ya ke cerita ku lainnya.
- WITH GHOST
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Kakakku Cinta Pertamaku (Season 2)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â 9 Lives (END)
__ADS_1
-Â Â Â Â Â Â Â Â Â Gue Bukan Player
Vie Love You All 😘😘😘