Pocong Tampan

Pocong Tampan
Haruskah Berpisah? (part 2)


__ADS_3

Sebelum membaca klik like yak...


let's vote for me boleh yak...


apalagi koin seikhlasnya juga boleh banget...


Rate bintang lima jangan lupa...


thank u so much... love u all... 😘😍😊


***


"Anita... elo gak mau peluk gue?" tanya Andri menoleh pada Anita.


"Emang boleh kak?" Anita bertanya pada Sandra.


"Boleh." Sandra mengangguk dan tersenyum ramah.


"Andri.....!" Anita langsung menghambur memeluk Andri.


"Suatu hari nanti kita bakal ketemu lagi kok Nit, jagain Dita yak, dan elo harus jadi hantu yang lebih berani demi jagain Dita."


Anita mengangguk berkali-kali sambil menangis. "Gue akan jadi hantu yang pemberani demi Dita, gue akan jagain Dita sampai dia nikah dan ada yang jagain Dita nanti."


"Bagus...! Kalau Anan nakal sama Dita elo harus pukul dia yak hahahhaa."


"Oke siap Bos ku." ucap Anita mencoba tegar.


"Aku mau peluk Dita boleh?" tanya Sandra.


Dita langsung memeluk Sandra segera dengan tangisnya yang belum reda.


"Makasih ya Ta, aku gak bisa balas kebaikan kamu ke aku, ke Andri ke Andara nanti, aku enggak bisa. Kalau aku bisa jadi tuyul ngepet buat kamu terus bikin kamu jadi kaya aku mau deh." ucap Sandra mencoba bercanda meredakan tangisan Dita.


"Ah kak Sandra, aku gak mau jadi orang kaya aku maunya semua orang yang aku sayang jangan pergi." rengek Dita.


"Kamu bukan Tuhan Ta, kamu enggak bisa cegah kematian dan kepergian seseorang. Tetapi kamu harus bersyukur dengan kelebihan yang kamu punya, kamu bukan hanya bisa menolong manusia tapi juga bisa nolongin hantu hehehe."


"Kalau gini akhirnya, selalu kayak gini akhirnya aku gak mau punya kekuatan kayak gini kak huhuhu." Dita masih menangis di pelukan Sandra.


"Hei enggak boleh begitu cantik, kamu harus ikhlas yak, harus ikhlas. Oh iya aku boleh minta sesuatu enggak?"


"Apa itu kak hiks hiks?" tanya Dita masih terisak.


"Tolong bawakan aku bunga mawar putih yah tolong di letakkan di atas makam ku." pinta Sandra.


"Iya Kak besok Dita bawain."


"Ajak kak Dewi ya Ta."


"Iya kak nanti aku ajak."


"Aku yakin kamu pasti akan bahagia." Sandra melepas pelukannya dari Dita lalu menghampiri Andri.

__ADS_1


"Siap San?" tanya Andri.


"Oh iya tunggu bentar, Dita nanti kalo Andara udah gede tolong masukin dia ke pesantren yak, aku mau dia nimba ilmu agama yang lebih baik bukan seperti ku dan Andri, biar bisa doain ayah ibunya ini. Terus jangan lupa doain aku sama Andri yak tiap hari, terus kirim bacaan Yasin kalau malam Jumat."


"Andara baru lahir biar nanti kalau gede dia milih mau sekolah dimana." sahut Andri.


"Ya aku ibunya aku mau yang terbaik buat dia dong." sahut Sandra.


"Ini kalau kita makin ribut keburu ketutup tuh pintu masuk lho, jangan-jangan kita ngambang nanti di black hole karena gak jelas." ucap Andri ke Sandra.


"Ah kamu mah, oke ayo kita pergi."


Sandra dan Andri melambai dan tersenyum kepada Dita, Anan dan Anita yang bisa melihat mereka. Lalu mereka menghilang masuk ke dalam lubang cahaya terang di belakang mereka.


"Selamat jalan Ndri, kak Sandra semoga kalian bahagia disana." ucap Dita lirih.


Anan merangkul bahu Dita. "Gue bakal kangen banget sama elo Ndri." ucap Anan lirih.


***


Sinar matahari pagi menyapa Dita saat membuka tirai jendela rumah apartemen Tante Dewi. Dita memandang langit cetak kebiruan di hadapannya. Masih terbayang tawa candanya bersama Andri dan ketegangan bersama Andri di beberapa kejadian saat menemani nya.


Beberapa bulan ke depan mungkinkah dia juga akan kehilangan Anan berpisah seperti kemarin. Lalu berpisah juga dengan Anita, suatu saat dia juga akan pergi saat Dita sudah menikah.


Bagaimana jika Dita yang hanya ingin menikah dengan Anan, lalu jika ia menikah dengan Anan dalam waktu dekat mungkin saja dia akan kehilangan keduanya dalam waktu bersamaan karena perjanjian mereka yang sudah berakhir.


"Duh aku mikirin apa sih ini, gak jelas banget, jangan pernah coba-coba mikir hal kayak gini lagi ya Ta." gumam Dita pada dirinya sendiri.


"Hoi... Dita...! bengong aja." Tante Dewi menepuk kedua bahu Dita.


"Kamu enggak liat, aku bahkan sudah siap berangkat kerja."


"Oh iya, udah rapih, aku buatin sarapan roti sama telur aja ya Tante."


"Enggak usah Ta." Tante Dewi mengambil sekotak susu berukuran dua ratus ml dari dalam kulkas dan meminumnya.


"Oh iya Tante, nanti jangan lupa kita ke makam kak Sandra."


"Iya aku inget kok, sekalian aku mau belanja susu dan popok buat Andara, mampir baby shop juga ya Ta, aku mau beli pakaian bayi yang lucu-lucu." ucap Tante Dewi gemas.


"Iya aku setuju kalau gitu." Dita mengangguk - angguk.


"Nanti kamu ke rumah sakit kan?" tanya Tante Dewi.


"Ehmmm.... oh iya lupa kan tuh." Dita teringat opor ayam untuk pak Herdi.


"Lupa apa Ta?"


"Aku mau bikin opor ayam, mau ke minimarket dulu deh cari bahan, nanti aku ke rumah sakit aku bawain buat Tante juga."


"Oh oke, duit bulanannya masih ada Ta?"


"Masih Tante beres tenang aja." Dita memakai sweater cokelatnya lalu pergi keluar menuju mini market.

__ADS_1


"Hmmm dasar Dita suka enggak jelas."


***


Pintu lift terbuka dan Dita melihat Anan yang baru pulang lari pagi bersama Doni keluar dari pintu lift.


"Mau kemana Ta?" sapa Anan.


"Mau beli ayam, eh Doni bisa balik juga kerumah Anan?" tanya Dita.


"Huuu... kalian mah aku di tinggalin untung aku masih inget jalan kesini." sahut Doni.


"Alah pake aplikasi online aja juga tinggal ketik nama apartemen ini keluar deh alamatnya di aplikasi, mana bayarnya pakai uangku tuh Ta." sahut Anan meledek.


"Ya maaf bos, potong gaji juga enggak apa-apa."


"Belum gajian udah mikir potong gaji, bos macam apa gue." sahut Anan kesal.


"Tuh dengerin Don, yang ada gaji kamu bakal di naikin sama Anan hahhaa."


"Belum gajian Ta, udah mikir naik huuu, aku mau nemenin Dita ya, elo beresin rumah Don!" perintah Anan.


"Siap bos! laksanakan!" ucap Doni segera mematuhi perintah Anan.


"Ayo aku anterin Ta."


Pintu lift terbuka dan mereka masuk menuju lantai dasar.


"Emmm belanjanya pakai uang kamu yak?"


"Apa sih yang enggak buat kamu cantiknya aku." Anan menyentuh dagu Dita.


Lumayan uang Tante Dewi utuh bisa aku tabung hihihihi


"Kamu lagi mikir apa?"


"Enggak, aku mikir mau beli buah juga yak."


"Apapun ta, mau beli apapun asal aku bisa beliin aku beliin buat kamu."


"Ah.... Anan so sweet...." Dita memukul bahu Anan.


lumayan beli buah buat pak Herdi.


batin Dita sambil melirik Anan.


Anan makin mendekat pada Dita.


"Stop...! ada cctv Nan gak lucu kan kalau ada video kita viral hahaha." Dita tertawa.


"Iya yak, ada cctv hehehe." Anan menggaruk kepalanya.


***

__ADS_1


To be continue...


Happy Reading...😘😘😘


__ADS_2